Connect with us

Batu Bara

Didesak Minta Maaf, Zahir ke ASMARA: Gagal Ya Gagal

“Bilang aja sama mereka (ASMARA), bilang gagal ya gagal. Kan mereka yang menilai kan,” Zahir

Published

on

JANGKAU.com, Batu Bara – Menjelang satu tahun kepemimpinan pasangan Zahir-Oky Iqbal Frima, timbul satu evaluasi dari Aliansi Masyarakat Batu Bara (ASMARA) memberikan rapor merah atas ketidakmampuan keduanya merealisasikan janji-janji politik dan program kerja.

Menanggapi evaluasi yang ditujukan kepadanya, saat diwawancarai media jangkau.com pada sabtu 23 nopember 2019, Bupati Zahir menyatakan mempersilahkan penilaian gagal yang disematkan ke dirinya.

“Ya silahkan aja bilang gagal mau bilang apa,” ucap Zahir setelah membuka turnamen Sepak Bola di Lapangan Indrasakti, Indrapura, Air Putih, Batu Bara, sabtu (23/11/2019).

Lebih lanjut, dicecar sebuah pertanyaan jika evaluasi yang dilakukan ASMARA berdasarkan hasil diskusi publik lewat argumentasi berbasis data dan fakta di lapangan, Zahir pun bergeliat jika evaluasi bisa dilakukan selama satu periode pemerintahan.

“Yah belum lah (gagal), mana ada data setahun, data itu lima tahun. Jabatan itu lima tahun,” ucapnya.

Zahir lantas mencontohkan program yang dianggap telah ditepati selama setahun terakhir. Yakni ihwal pemberian seragam sekolah gratis. Namun kembali ia mengakui program baju sekolah gratis bagi siswa-siswi baru tingkat SD dan SMP itu masih hanya sebagian yang terealisasikan.

“Apa yang sudah ditepati? kita melihat baju anak sekolah. Belum semua memang ini baru tahun pertama kita dari CSR bukan dari APBD. Bukan belum terealisasi tapi sebagian masih, karena dikumpul dari CSR,” ucap Zahir.

Jangkau.com menyinggung terkait rekomendasi ASMARA, yang mendesak Zahir-Oky miminta maaf ke masyarakat Batu Bara lantaran belum mampu menjalankan mesin pemerintah dengan baik. Mantan Anggota DPRD Sumut ini masih enggan mengabulkan rekomendasi itu.

“Bilang aja sama mereka (ASMARA), bilang gagal ya gagal. Kan mereka yang menilai kan,” pungkasnya.

Kegagalan pemerintah itu, lanjutnya, lima tahun. Periodenya lima tahun. gak ada yang seratus hari. Satu tahun itu gak ada.

“Sebenarnya mana ada gagal memimpin, apa barometer kegagalan itu. Janji itu lima tahun. Yah sampai lima tahun dievaluasi,” terang Zahir.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.