Connect with us

Kilas

Hoax ala Kepala Inspektorat Batu Bara Tuduh Oky Berbohong

Published

on

JANGKAU.com, Batubara – Isu soal temuan BPK RI Wilayah Sumut atas lebih bayar 7 anggota DPRD Kabupaten Batubara yang belum dikembalikan ke Kas Umum Daerah dua minggu terakhir memenuhi lininasa pemberitaan dan jagad sosial media.

Dari tujuh list anggota dewan Batu Bara yang belum mengembalikan kelebihan bayar tunjangan komunikasi insentif (TKI), tunjangan reses, perumahan dan SPPD tahun APBD 2017 tersebut termasuk di antaranya adalah Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Frima, yang sebelumnya menduduki dewan.

Santer diperbincangkan hingga menimbulkan kecaman dari kelompok masyarakat, bahkan menimbulkan spekulasi jika ketujuh dewan tersebut terutama Oky Iqbal Frima diduga telah merampas uang rakyat.

Pada selasa 17 september 2019 Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Batu Bara Zainuddin bernauver mengaku telah berulang kali menyurati pimpinan dan anggota DPRD untuk segera melunasi kurang bayar itu.

“Surat permintaan pengembalian anggaran terakhir kita sampaikan dan meminta para anggota DPRD menyelesaikan pengembalian selambatnya 31 Juli 2019,” ucap Zainuddin melasir Mulajadinews.com.

Zainuddin membeberkan dari tujuh dewan yang terlibat, sudah dua orang yang melakukan pengembalian. Dan dalam keterangannya, Oky bukanlah satu dari dua orang tersebut.

Fenomena ini pun kembali menjadi perbincangan hangat. Cemooh terus lahir dari masyarakat, organisasi, bahkan beberapa ASN hingga ruang maya digital.

Puncaknya, senin 23 september 2019 puluhan massa mengatasnamakan diri Masyarakat Peduli Batu Bara melakukan demontrasi ke DPRD Batubara menuntut agar wakil rakyat menjelaskan progres pengambilan kelebihan bayar 7 anggota DPRD Batu Bara periode 2014-2019.

Merespon massa demontrasi, komentar miring pun kembali berseliweran dari Sekwan DPRD Kabupaten Batu Bara Zainuddin SH melalui Humas Murty yang berjanji dengan tegas akan segera membuat laporan ke Polres Batu Bara dan Kejaksaan Negeri Batu Bara.

“Iya, saya akan buat laporannya,” kata Murty menjawab permintaan massa saat melakukan orasi di depan kantor DPRD, Senin (23/09/2019).

Waw, kondisi semakin memanas. Mungkin sebab risau diombak arus negatif, di hari yang sama setelah unjuk rasa selesai, Oky Iqbal Frima bersama seorang dewan Citra Muliadi Bangun secara mendadak coba bersuaka merapat ke tempat mangkal rekan rekan pers di markas Wapress Lima Puluh.

Suaka dadakan bersama sejolinya itu pun disinyalir Grand Disain ranbka meluluhkan kuli tinta. Di lokasi kepada wartawan Oky mengaku dirinya telah membayar lunas kelebihan pembayaran pada 10 September lalu. Sedangkan Citra Muliadi Bangun mengakui belum melunasi dan berkata layaknya dewan dalam berjanji akan melunasi sebelum masa jabatan berakhir.

“Mungkin 2 minggu ini sudah kita lunasi,” ujar Citra.

Pengakuan yang berbeda antara Sekwan dan Oky Iqbal Frima sontak melahirkan paradoks baru. Walaupun tak mungkin keterangan keduanya benar. Kita ualng kembali ucapan Sekwan Zainuddin pada 17 september lalu, jika Oky belum melakukan pelunasan. Namun pengakuan Oky di hadapan insan pers dirinya telah melunasi semuanya pada 10 september.

Alhasil, pengakuan berbeda antara dua anak manusia ini pun menimbulkan satu persepsi baru di benak masyarakat termasuk insan pers. Gelagat keduanya menyembunyikan rahasia besar dengan menonjolkan diri masing masing berdiri atas kebenaran. Atau memang keduanya sama sama benar, yaitu “benar benar” saling menyembunyikan yang tidak benar. Allah A’lam bissowab.

Hoax Rusian Heri Tuduh Oky Bebohong

Mencoba jadi poros tengah perseteruan klaim kebenaran persoalan Oky yang telah melakukan pelunasan kurang bayar maupun sebaliknya.

Muncul sebuah racikan statmen fenomenal, satu klaim kebenaran baru dari seorang pejabat teras pemkab Batu Bara yang akhirnya menghasilkan satu kekisruhan baru pula. Alih alih merendahkan martabat wakil bupati.

Racikan komentar hoax itu lahir dari kepala Inspektorat Kabupaten Batubara, Rusian Heri, pejabat kedua yang mencoba menggubris ucapan Oky di markas wapress kepada rekan rekan wartawan.

Rusian Heri dengan sangat menohok membantah jika pengakuan Oky Iqbal Frima telah memulangkan kerugian negara akibat lebih bayar DPRD Batubara adalah sesuatu yang tidak benar atau dengan alibi lain bahwa Oky telah melakukan suatu kebohongan.

“Kok bisa pak Oky bilang sudah melunasinya, kapan dilunasi, tanggal 10 September ya? Berarti berbohong lah pak Oky itu,” ungkap kepala Inspektorat kabupaten Batubara, Rusian Herry, senin, (24/9/2019) malam seperti dilansir Kontra.Id.

Tak cukup di situ, dalam pemberitaan di satu media Rusian Heri juga mengungkapkan tabir persoalan Oky, Seirama dan menguatkan ucapan Sekwan DPRD sebelumnya bahwa badan kerjanya yakni inspektorat telah melayangkan surat teguran ke Oky.

“Yang pasti, data tak bisa bohong, kalau tidak ada iktikad baiknya, akan diproses ke aparat penegak hukum,” pungkas Rusian Heri.

Oky Bersih bersih Hoax Inspektorat

Sebagai orang nomor dua di Batubara, Wakil Bupati ini pun tentu tak tinggal diam atas tudingan negatif yang menerpanya. Konon lagi asap negatif dari Rusian Heri semakin meluas merambah kuping warga dan para netizen.

Gelombang komentar negatif terus memberondong wakil bupati pilihan rakyat ini. Tak sedikit pula yang meberikan dukungan. Tentu serangan Rusian Heri terhadap Oky harus dibuktikan kebenarannya karena ucapannya telah mengusik ketentraman publik.

Dengan tegas Oky pun membantah segala tudingan miring dari seorang pejabat yang memiliki kedekatan dengan orang nomor satu di Batu Bara ini.

“Saya sudah bayar lunas bang pada 10 September lalu,” bantah Oky lewat pesan whatsapp, Selasa (24/09/2019).

Tak ingin disebut wakil bupati pembohong, Oky mengkukuhkan bantahannya disertai selembar poto copy bukti pembayaran yang dilakukan melalui Bank Sumut Capem Lima Puluh.

Berbeda gerbong dengan Sekwan dan Inspektorat Batubara, Kepala BPKAD Ahmad Hunain melalui Kabid Perbendaharaan dan Kas Daerah Ady Irawan membenarkan Oky telah menyetor ke Rek. Kas Umum Daerah melalui Bank Sumut. Pengakuan Ady, setoran sebesar Rp. 35.991.504,25 tersebut merupakan pengembalian temuan BPK RI tahun anggaran 2017.

(Poto copy bukti penerimaan pelunasan lebih bayar Oky Iqbal Frima)

Rusian Heri Korbankan Bawahan

Banyak media menerbitkan pemberitaan bantahan Oky atas tuduhan kepala Inspektorat Batu Bara. Akhirnya kembali lagi Rusian Heri ingin mengklarifikasi Hoax yang sudah ia tebarkan.

Dengan alibi yang sangat nakal, Rusian Heri melemparkan kesalahan kepada jajarannya, bahwa kasubang evaluasi dan pelaporan Inspektorat Batubara belum mengkonfirmasi temuan yang telah dibayar lunas oleh Oky. sehingga terjadi mis-komunikasi dalam penyampaian informasi saat memberikan keterangan.

“Sebelumnya saya belum ketahui, untuk itu saya minta maaf atas ketidakakuratan informasi yang saya berikan, karna kasubag Evaluasi dan pelaporan belum mengkonfirmasi temuan yang dikembalikan oleh Pak Oky ke saya selaku pimpinan,” kilah Rusian Heri sepergi dilansir Kontra.id, selasa (24/09/2019).

Berdasarkan kejadian ini terlepas disadari atau tidak yang pasti Rusian Heri telah memberikan informasi bohong atau hoax kepada warga di Batu Bara. Di sisi lain, dalam peristiwa ini tentu sangat rawan terjerat kasus dugaan penyebaran hoax atau berita bohong. Sebab ucapan yang ia lontaran atas nama badan Inspektorat Batubara sepenuhnya tidak benar dan tidak layak untuk di panuti. Apalagi informasi bohong tersebut diarahkan kepada seorang Wakil Bupati. Harapannya ke depan Pejabat seperti ini harus hilang dan tidak layak berada di Tanah Bertuah Batubara. (Lk)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.