Kilas Daerah News

Ditolak Balikan, Pria Ini Nekad Sebar Foto Bugil Mantannya ke Sosmed

JANGKAU.com, Jambi – Anggota Subdit V Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi menangkap seorang pria berinisial RF (24) di Palembang, Sumatera Selatan, atas dugaan penyebaran foto tanpa busana atau bugil seorang pegawai bank lewat media sosial Instagram.

Foto tersebut merupakan mantan pacar pelaku yang bekerja di salah satu Bank di Kota Jambi. Pelaku meyebarkan foto bugil tersebut lantaran sakit hati karena ditolak kembali menjalin hubungan asmara dengan mantan kekasih.

Sebelum menyebarkan foto korban, pelaku sempat membuat 11 akun palsu yang memfollow rekan kerja korban lalu memposting foto bugil korban ke instagram pelaku.

Akibat ulah pelaku, aksi nekat yang telah menjalin hubungan asmara selama lebih kurang satu tahun tersebut, korban harus diberhentikan dari bank tempatnya bekerja dan mengalami trauma serta malu.

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti foto-foto bugil korban, ponsel milik pelaku dan pakaian korban.

“Modus pelaku menyebarkan foto bugil korban karena pelaku sakit hati korban tidak mau diajak kembali menjalin hubungan asmara,” kata Dirkrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thein Tabero, Jumat (04/10/2019).

“Akun yang baru ditemukan 11 akun, untuk memposting foto korban dan saat ini masih kita lakukan penyelidikan. Akibat ulah bejat pelaku, korban harus diberhentikan dari tempat kerjanya di salah satu bank,” tambahnya.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,  pelaku penyebaran foto-foto tidak senonoh mantan pacarnya tersebut, kini harus menjalani pemeriksaan intensif penyidik cyber crime Polda Jambi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, motif tersangka menyebarkan foto bugil diduga sakit hati diputus korban. Mereka pernah menjalin hubungan saat tersangka bekerja di Jambi.

Terkait dengan kasus itu, tersangka RF dijerat dengan Pasal 29 juncto Pasal 4 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 45 Ayat (1) jo. Pasal 27 Ayat (1) UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan atas UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.