Connect with us

Nasional

Komnas HAM Desak Polisi Hentikan Kekerasan Terhadap Aksi Mahasiswa

Published

on

JANGKAU.com, Jakarta – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam mendesak kepolisian menghentikan tindakan kekerasan dan gunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi mahasiswa yang menolak RUU di sejumlah daerah.

“Polisi harus menghentikan tindakan kekerasan dan penggunaan kewenangan yang berlebihan dalam menghadapi demonstrasi mahasiswa yg menolak RKUHP, RUU KPK dan beberapa RUU lainnya,” tutur Choirul Anam di Jakarta, Selasa (24/09/2019)

Melansir Antara.com selasa 24 September 2019, Tindakan berlebihan yang dilakukan kepolisian berpotensi melahirkan pelanggaran HAM serta mengancam aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa.

Moncontohkan kasus peristiwa 21 – 24 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, seharusnya aparat keamanan menjadikannya pelajaran dan perbaikan dalam penanganan massa unjuk rasa.

Atas tindakan penggunaan kekuatan yang berlebihan, Komnas HAM meminta Divisi Propam Polisi melakukan investigasi terhadap personel yang melakukan tindakan kekerasan.

“Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa semua tindakan berlawanan dengan pedoman penanganan akan ditindak sesuai hukum,” ucap Choirul Anam.

Penggunaan kekerasan oleh polisi disebutnya terpantau beberapa simpul pendamping para mahasiswa yang memberikan video, di antaranya beredar di media sosial.

Rekaman dugaan kekerasan aparat terhadap mahasiswa saat demonstrasi di antaranya berlokasi di Medan, Sulawesi Selatan dan Palembang. Sedangkan untuk aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, data belum diperoleh Komnas HAM. (ant)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. RobertDopsy

    September, 25/09/2019 at 3:57 am

    Предприятие , ограждение строительной площадки . сайт. http://www.steelcentury.ru , долговечно : любая сложность уникальные способы. instagram @steelcentury.ru пишите в директ.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.