Connect with us

Batu Bara

PT SAS di Kuala Tanjung Berulah, Tak Bayar Gaji Hingga Iuran Anak Yatim Para Buruh

Sebagian buruh menunggu kejelasan upah kerjanya di halaman rumah petinggi PT SAS Mandiri.

Jangkau com, Batu Bara – “Mana gaji kami, keluarga kami butuh makan di rumah” kata seorang pekerja di halaman Rumah Direktur PT SAS Mandiri di Kuala Tanjung Kabupaten Batu Bara, Kamis (02/07/2020).

Puluhan pekerja alih daya PT Sinar Agung Sejahtera Mandiri (PT SAS) mendatangi Kantor perusahaannya menuntut gaji yang belum dibayarkan.

Mereka berbondong bondong datang ke kantor administrasi PT SAS yang berada di area PT Inalum, namun tidak diperbolehkan masuk lantaran konfirmasi pihak Inalum bahwa PT SAS sudah tidak lagi berkantor di Inalum. Ditambah alasan jika pekerja tidak berhak lagi memasuki area Inalum.

Kecewa, parah buruh pun beranjak ke alamat yang tertera dalam administrasi PT SAS yang berlokasi di Pematang Tobat Desa Kuala Tanhung.

Parahnya, ternyata kantor PT SAS tersebut sudah tidak beroperasi dan tinggal menjadi gudang.

Semakin beram, puluhan buruh tersebut langsung mendatangi ke kediaman direktur PT SAS yakni Sukiran. Hal mencengangkan pun didapati, Sukiran ternyata tidak berada di kediamannya.

“Kawan-kawan di sini datang untuk menuntut gaji, bantuan yatim, sisa kurang bayar kenaikan gaji dan surat pemberhentian,” kata Ketua PK Kamiparho SBSI PT SAS Mandiri, Rahmat, Kamis (02/07/2020).

Rahmat menjelaskan, kini ada puluhan buruh PT SAS sudah tidak bekerja lagi atau di PHK tanpa ada kejelasan selembar surat pun yang diterima dari pihak perusahaan.

Begitu juga persoalan gaji yang belum juga dibayarkan oleh Managen PT SAS tanpa alasan yang jelas. Padahal para buruh sudah tidak lagi dipekerjakan.

“Posisi hari ini juga tidak bekerja lagi karena PT SAS kalah tender. Kalau kita minta karena kita sudah diberhentikan dibayarkanlah semua itu gaji itu,” katanya.

Kemudian terkait bantuan anak Yatim, selama ini ada 120 pekerja yang berinisiatif memotongkan uang makan mereka setiap harinya sebesar dua ribu rupiah.

Tapi selama tiga bulan terkahir, uang kepedulian para buruh untuk anak yatim itu juga tisak disalurkan perusahaan.

“Per hari uang makan kami, kami ikhlaskan 2000. Pekerja ada 120 orang, terus dikali 22 hari kerja selama 3 bulan ini, kurang lebih 15 jutaan, kemana uangnya? Untuk kan untuk anak yatim,” kata rahmad.

Lebih rinci, selain menuntut upah hingga uang anak yatim. Puluhan buruh yang mendatangi kediaman Bos mereka juga menuntut kurang bayar gaji dan uang service pay.

Sebab, sebelumnya terjadi mediasi bipartit dan tripartit antara buruh, managemen PT SAS, dan Disnaker mengenai kurang bayar upah yang diterima di bawah UMK. Saat itu bos PT SAS berjanji bakal mengeluarkan segala kekurangannya.

Tapi hingga mereka diberhentikan hak bayar parah buruh itu juga belum dibayarkan.

“Dari dulu bulan depan, bulan depan aja, asal ditagih katanya bulan depan, masuk bulan ditagih lagi gitu juga jawabannya, kok dipermainkan terus kami,” kata Rahmat.

Terus, kata Rahmad, hak puluhan buruh yakni severance pay pun belum juga diterima buruh, meski telah ada lembahasan akan diabyarkan tapi buruh yang sudah tidak bekerja lagi masih menolak soal besaran pesangonnya.

Lantaran, tawaran ke mereka yang masih diperkerjakan dengan yang sudah tidak bekerja lagi disamaratakan.

Hingga sore hari, kedatangan para buruh ke kediaman pribadi Direktur PT SAS saat itu yang telah menunggu lebih dari 5 jam masih belum berbuahkan hasil.

Padahal untuk tahap awal, para buruh sangat berharap penuh pembayaran gaji itu untuk kehidupan keluarga. Dan persoalan pesangon bisa dibahas di kemudian hari.

“Kalau masalah uang severencae Pay yang mau dibayarkan Inalum itu nanti lah. Masak kita yang tidak dipekejakan sama yang dipekerjakan dapat 6 juta,” pungkas Rahmat.

Mencari konfirmasi berita, hingga berita ini diterbitkan media ini belum bisa menkonfirmasi pihak menagemen perusahaan.

Continue Reading
Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. E.Pebriant.Sirait

    Juli, 04/07/2020 at 6:59 pm

    Inalum itu kalau di luar harum namanya….giliran di dalam para Buruh nya pun di pencet2….

    • Buruh juga

      Juli, 05/07/2020 at 8:35 pm

      kalo g mau kerja ya g usah jadi buruh di inalum wkwkwk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.