Connect with us

Kilas Daerah

Puluhan Mahasiswa Tuntut Pengunaan Dana Inovasi Desa di Paluta

Published

on

JANGKAU.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam koalisi mahasiswa anti korupsi dan penindasan (Koman Koran) mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Utara dan Mapolda Sumatera Utara, Selasa (03/12/2019).

Dalam aksinya mahasiswa meminta Kadis PMD dan Polda sumut memanggil dan memerikan pejabat di lingkungan Dinas pemberdayaan masyarakat desa kabupaten padang lawas utara yakni Kabid Tehnologi Tepat Tuna, dan dua orang oknum Tenaga Ahli pendamping Desa.

Menurut koordinator aksi, Oki Pratama Ritonga, menduga ada persekongkolan jahat antar kabid teknologi tepat guna dinas pemberdayaan masyarakat desa Paluta dengan tenaga ahli pendamping Desa Paluta yang mengakibatkan kerugian negara lebih dari satu milyar rupiah.

“Akibat dugaan permufakatan jahat ini negara telah mengalami kerugian lebih dari satu milyar rupiah,” ucap Oky.

“Kita ingin kabupaten padang lawas utara bersih dari korupsi, karena kita yakin pemerintah mengucurkan dana desa ini untuk kebaikan masyarakat desa itu sendiri,” pungkas Oky.

Berikut tiga point tuntutan yang disampaikan Koman Koran:

1. Meminta kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Agus Andryanto untuk mengkap Kabid Teknologi Tepat guna pada Dinas pemberdayaan masyarakat desa kabupaten padang lawas utara.

2. Miminta kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Agus Andryanto untuk segera memanggil dan memeriksa Tenaga ahli pendamping Desa kabupaten padang lawas utara atas nama Rajab Dalimunthe dan Salim.

3. Trakhir meminta kepada kepala dinas pemberdayaan masyarakat desa provinsi Sumatera Utara untuk memberhentikan saudara tenaga ahli pendamping Desa kabupaten padang lawas utara namanya tersebut diatas.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.