Connect with us

Edukasi

[Resensi Kritis Buku]: Zahir Membangun Batu Bara Antara POTENSI & TANTANGAN

Resensi Kritis Buku: Zahir Membangun Batu Bara Antara POTENSI & TANTANGAN

Judul Buku : Zahir Membangun Batu Bara Antara POTENSI & TANTANGAN

Penulis : Syaiful Syafri

ISBN: 978-602-7866-64-5

Penerbit : Cv. Jaya Lestari Grafika – Bandung

Tahun Terbit – Januari 2020

Urutan Cetakan – Cetakan Pertama

Tebal Buku : vi + 196 Halaman

Ringkasan

Buku berjudul “Zahir Membangun Batu Bara Antara POTENSI & TANTANGAN” ini adalah tulisan Syaiful Syafri yang terinspirasi dari kegiatan seorang Bupati Batu Bara bernama Zahir. Bercerita tentang prespektif perasaan bagaimana wajah suatu daerah selama satu tahun terkahir (2019).

Terdiri dari V Bab, lebih membahas riwayat kegiatan seorang Zahir atau catatan harian (Diary) si penulis. Konsekwensi logisnya adalah buku ini tidak menarik karena ditulis hanya untuk mempublikasikan segala dokumentasi peristiwa yang dilakukan. Dari 196 halaman, ada 103 halaman berisikan dokumentasi foto yang 90 persen lebih satu foto kegiatan mengambil satu halaman isi buku.

Dalam tulisannya berusaha menekankan dan menyakinkan pembaca akan lakon seorang Bupati yang telah bekerja dengan segala program-program dan tindakan menjalankan roda pemerintahan. Dianggap lihai dan mampu mengakomodir kebutuhan untuk kesejahteraan masyarakat. Walaupun pada hakikatnya semua informasi yang disajikan perlu validasi data dan uji realitas.

Buku ini lebih mengedapankan literatur sepihak penulis yang digunakan sebagai ajang publikasi informasi. Tentunya buku yang lebih mengulas biografi kerja seseorang ini bukan lah sebuah karya ilmiah karena memang jauh kadar keilmiahan walaupun ada sedikit ulasan kajian konsep teori.

Pembahasan

Bab I dalam buku berbicara mengenal Kabupaten Batu Bara yang terdiri dari empat sub bab di antaranya: A. Gambaran Umum, B. Potensi Kabupaten Batu Bara, C. Masalah dan Tantangan, D. Awal Pemerintahan Zahir-Oky. Hanya mensadur dari BPS kabupaten pembahasan dimulai dengan gambaran umum tata letak geografis kabupaten Batu Bara, dilanjutkan Potensi wilayah perkebunan dan kelautan.

Mengulas masalah dan tantangan yang seharusnya menjadi bahasan penting namun dipaparkan tanpa dibarengan metode atau kajian detail apalagi memaparkan kreasi dan strategi planning pembangunan. Bab ini monoton paparkan ihwal RPJMD, RTRW membangun kantor pemerintahan terpadu di lahan PT. Socfindo.

Dalam bab ini kembali dipaparkan diagram soal kualitas SDM, angka harapan hidup, Indeks Keluarga sehat, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, kemiskinan, pengeluaran perkapita,  pengangguran dan kualitas tenaga kerja yang dicopy dari data BPS tahun 2019. Kemudian infratrukrur, pesta demokrasi saat pilpres, pilkada hingga pilkades serentak dan bencana alam banjir dan angin puting beliung yang dalam paparan penulis adalah keberhasilan. Di akhir bicara soal awal kegiatan pemerintahan Zahir-Oky.

BAB II – Pada buku Zahir Membangun Batu Bara Antara POTENSI & TANTANGAN yang ditulis Syaiful Syafri membicarakan tentang “Peningkatan Pelayan Publik” yang kemudian teridri dari 6 sub bab mulai tata kelola pemerintahan, terkait kinerja OPD melaksanakan program pembanguan juga dibahas acuan RPJMD dan Renstra Visi – Misi, Kader PDIP, ketertiban saat pilpres, berita Hoax hingga sekilas hasil pemilihan 35 anggota DPRD Batu Bara.

Memaparkan tidak runtut ihwal Perencanaan Pembangunan Strategis, meyinggung kawasan industri Kuala Tanjung yang akan mengakomodir perubahan dan peluang ke depan. Membangun Sinergitas bersama Forkopimda dan jajaran kerja lainnya. Mendorong Ormas dan Profesi menururnya dengan menggerakkan potensi organisasi agar tumbuh partisipasi kemasyarakatan untuk mempercepat pembangunan di Batu Bara, di antaranya organisasi keagamaan yakni MUI, FKUB, Al-Washliyah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah termasuk organisasi umat Nasrani, Budha dan lainnya.

Juga mendukung partisipasi organisasi kesukuan dan organisasi kepemudaan untuk perubahan yang lebih baik kemanusiaan sebagai agent of change, agent of development, dan agent of medernization. Kemudian dalam peningkatan pelayan publik, buku ini kembali membahas dengan mendorong kinerja OPD, mendorong PKK dan Karang Taruna.

Dalam Bab III buku ini memasuki pembahasan fokus pada Kesejahteraan Sosial diawali kembali mensadur data BPS soal tingkat kemiskinan di Batu Bara yang penanganannya terbantu program pusat, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) tapi tidak menonjolkan program yang lahir dari kabupaten Batu Bara sendiri.

Dalam program itu penulis ingin pengakuan ada lima metode yang dilaksanakan Zahir, 1. Pemberdayaan Sosial, 2. Pelatihan Keterampilan, 3. Bantuan Nelayan Tradisional, 4. Bakti Sosial, 5. Pemberian Penghargaan. Dari kelima metode tersebut penulis buku mengarahkan pembaca jika Zahir telah serius melakukan perwujudan kerjanya. Akan tetapi tidak dibarengi analisa baik eksplisit maupun implisit, semua tetap searah darinya.

BAB IV – pada bab ini menjelaskan tentang Pembangunan Kepariwisataan terdiri 5 sub bab bahasan total ada 25 halaman yang disertai banyak dokumentasi foto. Penulis memunculkan keberhasilan Zahir dalam menjaga teritorial sejarah dunia yang pernah terjadi di Batu Bara. Kemudian diabadikan dengan menghidupkan Kampung Jepang di Perupuk, meresmikan Kampung Tenun di desa Padang Genting kecamatan Talawi, Hutan Raya Etnobotani di Laut Tador, Museum koleksi-koleksi benda peninggalan kedatuan yang berkuasa pada masanya, hingga penguatan penulis akan Zahir sebagai putra daerah yang sangat perhatian terhadap budaya lokal.

Penulis buku juga mengutip pendapat Ahli namun tidak dibarengi kejelasan referensi kajian pustas, berkesimpulan atas program Zahir telah melakukan penyelamatan Budaya Lokal.

BAB V – Pada bab akhir ini terdiri dari “Penutup”  dengan satu halaman yang menerangkan jika isi tulisan dalam bukunya merupakan bahagian dari kinerja pemkab Batu Bara tahun 2019.

Kelebihan Buku

Kertas isi buku baik.

Kekurangan Buku

Tidak ada pijakan soal sumber referensi dan kajian pustaka, hanya sebatas pandangan sepihak dari pribadi penulis. 

Pembaca bingung dengan runut runtut tulisan yang campur aduk, terlalu berbelit-belit dan tidak menggunakan sistematikan tulisan yang baik.

Tidak jelas konsentrasi isi di setiap bab bahasan hingga memberi kesan yang membingungkan dan membosankan pembaca.

Terlalu banyak dokumentasi foto-foto, sehingga keautentikannya menyerupai klipping berita.

Terlalu mengarahkan pembaca untuk mempercayai isi yang ada. Padahal buku ini keautentikannya dan argumentasi yang dekemukakan sebatas Diary Harian atau catatan si penulis terhadap seseorang.

Tidak ada kesimpulan isi tulisan yang sejalan dengan judul buku.

Saran

Buku ini perlu mendapatkan tambahan agar isu-isu yang sedang berkembang dalam masyarakat dapat dijadikan rujukan materi.

Penulis disarankan memberi titik fokus ruang diskursus alternatif bahasan soal strategi dan tantangan atau analisis SWOT.

Sebagai disiplin ilmu, dalam buku ini ada mengulas teori dan konsep dan itu diperlukan referensi bacaan atau daftar pustaka. Sehingga buku ini terkesan bukanlah buku fiksi.

Terakhir buat penulis agar lebih mengedepankan fakta dan realita informasi yang sebenarnya. Tidak menekankan maupun mengarahkan wacana dan opini sebagai fakta untuk sebuah pengakuan (recognition).

Continue Reading
Advertisement
1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.