News Sumut

Janjikan Pasutri Masuk CPNS, Ibu RT Raup 270 Juta Diciduk di Siantar

Jangkau.com, Batubara – Tergiur tawaran pengurusan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sepasang pasutri menjadi korban penipuan.

Nur Dosniriana Saragih (40), warga Jln Jaya Tani Gg Anggrek III No 9 Lingk II Medan tersangka yang melakukan penipuan akhirnya diciduk di Jln Sisingamangaraja Kel Bukit Sopa Kec Sitalasari Kodya P. Siantar (Depan Kampus USI).

Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Pandu Winata, SH. S.Ik. MH kepada wartawan, Jumat (02/08/2019) membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka penipuan CPNS, Rabu (31/07/2019) malam sekitar pukul 21.00 Wib disaksikan keluarga dan pelapor.

Saat dilakukan penggeledahan petugas berhasil menyita 1 pakaian PNS warna coklat dan 3 buku tabungan Bank Sumut an. Nur Dosniriana Saragih.

Tersangka ditangkap setelah korban Erika Perangin angin (Pelapor) warga Tanjung Gading Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara membuat laporan polisi di Polres Batubara No. LP/166/VII/2019/Reskrim tgl 02 Juli 2019 dilanjutkan surat penangkapan No. Sp Kap/231/VII/Res.1.8./2019/Reskrim, Sp Dah/55/VII/Res.1.8./2019/Reskrim dan Sp Gas/460/VII/Res.1.8./2019/Reskrim.

Pada pengaduannya korban menyebutkan bahwa sekitar April 2018 tersangka yang setiap bertemu selalu mengenakan seragam PNS berwarna coklat pada pertemuan dengan korban memastikan dapat meluluskan dirinya menjadi CPNS di Pemkab Simalungun.

Selain Erika Perangin angin, Fredi Tamsal yang merupakan suami Erika juga dijanjikan dapat diluluskan menjadi PNS di Pemkab Simalungun. Untuk itu tersangka meminta biaya pengurusan sebesar Rp. 270 juta.

Korban yang sangat ingin menjadi PNS menyanggupi permintaan tersangka yang kemudian minta ditransfer melalui rekening tersangka di Bank Sumut Unit Kebun Kopi Kec Sei Suka Kab Batubara.

Namun setelah pengumuman Oktober 2019, nama korban tidak muncul sehingga timbul kecurigaan terhadap tersangka. Meski demikian tersangka berkilah masih dapat mengusahakan kelulusan korban. Bahkan tersangka meminta uang tambahan dengan dalih untuk pengurusan ke BKD Simalungun.

Guna meyakinkan korban, tersangka mengajak korban ke BKD Simalungun namun yang masuk kedalam kantor hanya tersangka sedangkan korban disuruh menunggu di luar kantor.

Pada April 2019, tersangka masih menjanjikan dapat meluluskan korban dan suaminya menjadi PNS. Agar korban yakin, tersangka memberikan kuitansi penyerahan uang kepada korban yang ditandatangani tersangka sebesar Rp. 270 juta.

Merasa telah ditipu akhirnya Erika Perangin angin membuat laporan polisi ke Polres Batubara 02 Juli 2019.

Berdasarkan laporan tersebut Sat Reskrim Polres Batubara berkoordinasi dengan Polres Pematang Siantar melakukan penangkapan. (eps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.