News Sumut

Tersangka Penipu CPNS Kebagian 70 Juta, Ngaku Akan Kembalikan Uang Korban

Jangkau.com, Batubara – Nur Dosniriana br. Saragih (40) warga Kuala Bekala Kota Medan mengaku hanya mencarikan orang yang mau menjadi PNS di Pemkab Simalungun atas suruhan seorang calo bermarga Purba.

Dirinya mengaku mendapat fee (komisi) sebesar Rp. 70 juta dari Rp.270 juta yang disetor korban CPNS kepadanya. Sedangkan selebihnya diserahkan kepada Purba.

Meski begitu tersangka berujar keluarganya akan datang membayar uang itu.

Hal itu diungkapkan tersangka penipuan dan atau penggelapan, Nur Dosniriana br Saragih pada press release di Sat Reskrim Polres Batubara, Senin (05/08/2019) petang.

Dalam pres release yang disampaikan Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, SH. S. Ik. MH didampingi KBO Reskrim Iptu Siallagan dan Kanit Resum Iptu R. Sipayung dijelaskan kronologis dugaan penipuan dan atau penggelapan tersebut.

Kasat Reskrim AKP Pandu Winata menguraikan sekira April 2018 tersangka menemui Rosanni br. Sipayung istri Frendly Tamsar seorang honorer di Pemko Medan.

Kepada Rosanni br. Sipayung, tersangka mengatakan dapat menguruskan PNS di Kabupaten Simalungun. Ia mengklaim sudah banyak orang yang lulus menjadi PNS dan sudah bekerja di Pemkab Simalungun.

Namun Rosanni mengaku tidak memiliki uang untuk biaya pengurusan. Tersangka menyarankan agar menjual atau menggadaikan apa saja dengan rincian untuk pengurusan Frendly sebesar Rp. 95 juta dan pengurusan Rosanni sebesar Rp. 120 juta.

Karena tertarik Rosanni menceritakan pertemuannya dengan tersangka kepada suaminya Frendly Tamsar dan selanjutnya Frendly menceritakan kepada ibunya Erika Perangin angin.

Kemudian tersangka Nur
Dosniriana br Saragih dipertemukan dengan Erika Perangin angin di rumah Rosanni di Jln. Bunga Rampai Kelurahan Simalingkar B Kota Medan.

Dirumah tersebut Erika Perangin angin menyerahkan panjar pengurusan PNS anak dan menantunya ( Frendly Tamsar dan Rosanni br Sipayung) sebesar 100 juta.

Selanjutnya kembali meminta tambahan biaya yang ditransfer sebanyak 6 kali sejak 05 nopember 2018 hingga mencapai total 255 juta ke nomor rekening Nur Dosniriana br Saragih di Bank Sumut Cabang Kebun Kopi Kecamatan Sei Suka.

Tiba saat pengumuman kelulusan CPNS Pemkab Simalungun nama Frendly Tamsar dan Rosanni br Sipayung tidak muncul.

Mengetahui nama anak dan menantunya tidak lulus CPNS, Erika Perangin angin menghubungi tersangka namun dengan lihai tersangka kembali menjanjikan akan mengupayakan agar diterima sebagai CPNS di Pemkab Simalungun.

Untuk meyakinkan korbannya, setiap bertemu, tersangka selalu mengenakan seragam PNS, dan menyerahkan satu seragam PNS Pemkab Simalungun kepada Frendly Tamsar.

Selain itu tersangka masih meminta uang untuk ongkos pengurusan sehingga total uang yang ditarik dari korban berjumlah Rp. 270 juta.

Dikatakan AKP Pandu, setelah Erika Perangin angin membuat laporan ke Polres Batubara, pada ranu 31 juli 2019 tersangka ditangkap di ruko kontrakannya di Bukit Sopa Pematang Siantar. (eps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.