Connect with us

Batu Bara

Terkait Tawuran Antar Geng Di Tanjung Tiram, Ini Penjelasan Kapolsek Labuhan Ruku

Published

on

Kapolsek Labuhan Ruku, AKP Selamat M (foto:Epson)

JANGKAU.com, Batu Bara – Aksi tawuran antar geng di Kelurahan Tanjung Tiram Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara yang mengunakan bom molotov sempat viral di medsos. Dalam sepenggal rekaman video amatir, warga menyebut “mana polisinya”.

Terkait hal itu, Kapolsek Labuhan Ruku AKP Selamat M, angkat bicara kepada wartawan, Senin (11/11/2019) sore.

Dikatakan, sejauh ini pihak Kepolisian sudah berulang kali melakukan pengamanan dan membuat perjanjian terhadap pelaku serta orang tua agar tidak mengulangi tawuran lagi.

“Polisi juga sudah pernah membuat tenda dan penjagaan di tempat tersebut,” ujar Selamat didampingi Kanit Reskrim J Sitinjak.

Selanjutnya Selamat menjelaskan, tawuran ini bukan terjadi baru kali ini aja. Tawuran seperti musiman ini sudah ada sejak dahulu. Bahkan Polisi juga telah melakukan koordinasi hingga tingkat Pemkab Batu Bara dan DPRD.

Membuat usulan pembangun Kantor Polsek Tanjung Tiram di titik terjadinya tawuran, namun hingga kini ajuan tersebut belum terealisasi.

Menurutnya Polsek Labuhan Ruku yang mempunyai wilayah sangat luas se Polres Batu Bara dan padat penduduk, meliputi wilayah hukum di 5 Kecamatan. Ini tidaklah dapat bekerja secara maksimal, sementara jumlah personil terbatas. Personil setiap malamnya mengadakan patroli di 5 Kecamatan yang jarak nya berjauhan.

Tawuran tidak terjadi bila ada patroli polisi yang berada di lokasi, ketika patroli bergeser ke daerah lain yang juga wilayah hukum Polsek Labuhan Ruku, barulah mereka membuat aksi tawuran.

“Di saat kita masih berada tidak jauh dari lokasi, bahkan sampai pukul 02.00 Wib, mereka tidak melakukan tawuran. Disaat petugas bergeser patroli ke wilayah lain, disitulah mereka beraksi,” ujar Kapolsek.

“Jadi kalau ada Polsek di titik di mana terjadinya tawuran, yang kebetulan tempat itu bekas kantor Camat Tanjung Tiram lama, setidaknya bisa meminimalisir atau menuntaskan terjadinya tawuran yang sudah lama terjadi,” jelasnya.

Menurut Selamat, untuk mengatasi tawuran tersebut sebaiknya perlu peran serta pihak perangkat desa, pemerintah Kecamatan dan stakeholder terkait. Harus saling bergandengan untuk mengatasi tawuran yang terjadi. Jangan semuanya dilimpahkan kepada Kepolisian, seolah – olah bola matinya sama Polisi.

Sebelumnya polisi telah amankan para pelaku tawuran. Namun pihak perangkat Desa dan Orang tua, memohon untuk menjamin agar para pelaku tawuran tersebut bisa keluar.

Tindakan preventif juga telah dilakukan, dengan memberikan bantuan sembako, gotong royong, dan peci agar para remaja rajin ke masjid.

Sebelumnya Polsek Labuhan Ruku juga sudah mengamankan ketua geng yang memakai senjata tajam sudah diamankan dan sampai saat ini proses hukumnya masih berjalan.

Ditambahkannya, pihak kepolisian akan membahas kembali dan melakukan pertemuan terhadap tokoh masyarakat, pemerintah setempat untuk bersama menuntaskan tawuran tersebut.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Batu Bara, Sawaluddin Pane mengatakan, yang pertama penyebab dari seringnya aksi tawuran adalah rendahnya tingkat pendidikan para remaja yang ikut tawuran, sebahagian dari mereka adalah anak yang putus sekolah, dan tidak perdulinya para orang tua mengawasi anaknya, serta minimnya sosialisasi dari semua instansi terkait.

Lanjutnya, pemerintah mulai dari Desa sampai Kabupaten juga harus yang terdepan untuk mengatasi masalah ini, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, harus memberikan solusi, juga peran serta Majelis Dakwah, Binmas Polres Batu Bara, secara rutin melakukan penyuluhan, kalau semua ini bergerak saya yakin ini dapat di redam.

“Mirisnya yang terlibat tawuran kebanyakan sudah terpengaruh kecanduan dengan ngelem, bahkan narkoba,” ungkapnya.

Mengatasi tawuran yang melibatkan anak di bawah umur diakui Sawal juga merupakan tanggungjawab KPAID.

Namun Sawal menyatakan pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena Pemkab Batu Bara sejak Januari 2019 tidak lagi memberikan anggaran sepeserpun kepada KPAID Kabupaten Batu Bara.

Padahal sudah jelas pada Perbub No. 27 Tahun 2016 jelas dinyatakan anggaran KPAID Kabupaten Batu Bara dianggarkan pada APBD Batu Bara melalui instansi terkait. (eps)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.