Connect with us

News

Ajukan Mediasi Tripartit, 2 Buruh Kokalum Malah Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik

Jangkau.com, Batu Bara – Upaya buruh PT Dinamika Mandiri Karya (PT DMK) atau Koperasi Karyawan Inalum (Kokalum) di Kabupaten Batu Bara memperjuangkan hak-haknya harus mendapati jalan terjal.

Pasalnya, para buruh yang tergabung dalam Pengurus Komisariat FKUI SBSI PT DMK/Kokalum pada 20 februari lalu kembali menyurati resmi Kadisnaker Batu Bara ihwal pengaduan dan permohonan mediator di tripartid, setelah sebelumnya mediasi bipartit gagal berunding.

Berhajad meraih hasil baik dalam memperjuangkan hak normatif buruh yang tidak diberikan oleh managemen perusahaan tempat mereka bekerja.

Alih-alih surat permohonan tripartid para serikat buruh tersebut malah dijadikan alat oleh pihak perusahaan untuk menangkal tuntutan buruh.

Sebab, direktur PT DMK yang juga manager Kokalum, Herry Syahbanuddin Nasution malah malaporkan para buruh ke kepolisian dengan dalih pencemaran nama baik dengan pelanggaran pasal 310 KUHP.

Itikad buruh direspon lambat, laporan bos perusahaan melaju tanpa hambat. Penyidik kepolisian polsek Indrapura berpasal menetapkan 2 orang serikat buruh sebagai terlapor dinaikkan berstatus sebagai tersangka dalam perkara dugaan penghinaan dengan tulisan.

Terus bergeliat, enyidik Polsek Indrapura melalui surat omor:SP.Gil/88/VI/RES.1.18./2020/Reskrim pun melalukan pemanggilan guna pemeriksaan lanjutan terhadap keduanya yakni Muhammad Yusri (Ketua PK FKUI SBSI PT DMK), dan Syahyunan (Sekretaris PK FKUI SBSI PT DMK)

“Ia ini dalam pemeriksaan ya,” singkat Kapolsek Indrapura AKP Sandy saat dikonfirmasi mengenai status dua buruh tersebut, Sabtu (27/08/2020) siang.

Merespon ini, usai mengawal pemeriksaan lanjutan terhadap dua buruh di Mapolsek Indrapura pada Sabtu 27 juni 2020, Kuasa Hukum dari LBH KSBSI Aldi Pramana SH MH dan Radinal Hutagalong SH menguraikan penetapan status tersangka terhadap buruh itu sangat telah sempurna janggal dan aneh.

“Itu sangat janggal karena dalam surat (permohonan mediasi tripartid) itu kan untuk pengaduan supaya di mediasi antara pihak perusahaan dan pihak pekerja. Jadi ini sangat janggal kita minta mediasi malah ditersangkakan pihak yang berwajib,” kesal Aldi atas sikap kepolisian Polsek Indrapura.

Aldi mengatakan, jika penersangkaan Muhammad Yusri dan Syahyunan oleh kepolisian dengan pasal 310 KUHP mengarah satu pola kriminalisasi dan pemberangusan serikat buruh.

“Sebenarnya surat itu (permohonan Tripartid serikat buruh ke Disnaker Batu Bara) bersangkutan untuk khalayak ramai, bukan keuntungan pribadi. Itu untuk kepentingan umum bagaimana bisa disebut pencemaran nama baik,” kata Aldi.

Namun, sambung rekan Radinal Hutagalung, walau hari ini kawan kawan buruh mendapati ketidakpantasan terlepas itu dijadikan sebagai tersangka.

“Kita tetap kooperatif dalam menghadapi kasus ini karena kita berdiri di negara hukum,” pungkas Hutagalong.

Lebih lanjut, jika kasus ini terus berlanjut LBH KSBSI akan mengambil jalur praperadilan.

BACA: Dinilai Kriminalisasi, Puluhan Buruh Kokalum Kawal Pemeriksaan 2 Rekannya di Polsek Indrapura

Sementara itu, Muhammad Yusri mengatakan pelaporan pihak managemen perusahaan ke Aparat Penegak Hukum adalah kode atas lemahnya cara berpikir pelapor.

“Perusahaan terlalu cemen menanggapi keluhan dari serikat buruh, berulang kali kita ngajak berunding tapi kebuntuan yang kami dapat,” kata Yusri.

Terus, sambungnya, sebagai pekerja kami menggunakan hak kami mengambil jalur lanjutan tripartid dengan mengajukan permohonan agar disnaker Batu Bara memediasi untuk berunding kembali antara buruh dan perusahaan.

“Yah dijawab saja secara terbuka seluruh poin keluhan para buruh atau hak-hak kami sebagai buruh yang belum diberikan oleh perusahaan,” kata Yusri.

Yusri menilai apa yang menyasar rekan buruh ini telah membunuh daya kritis buruh serta bentuk pemberangusan serikat pekerja di PT DMK atau Kokalum.

“Mungkin mereka (petinggi perusaahaan) beranggapan dengan melaporkan kami ke kepolisian akan membuat efek jera sama kami biar gak kritis, biar kami takut terus diam dan gerak serikat dibatasi,” sindir Yusri.

Untuk diketahui bersama, sebelum akhirnya pihak perusahaan melaporkan kedua orang dari ketua dan sekretaris serikat ini atas tuduhan melakukan pencemaran nama baik.

Ternyata telah dilakukan scorrsing terhadap kedua buruh tersebut yakni Muhammad Yusri dan Syahyunan. Keduanya telah jauh hari dirumahkan sementara oleh managemen prusahaan.***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.