Connect with us

Batu Bara

Bangku Kosong Hiasi Konsultasi Publik Pemkab Batu Bara dengan Warga Kuala Tanjung

Published

on

Bangku Kosong di Konsultasi Publik pemkab Batu Bara dan Pelindo bersama Warga Desa Kuala Tanjung, selasa (11/02/2020) pukul 15:00 Wib. (Photo/jangkau.com)

Jangkau.com, Batu Bara –  Pemerintah Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara bersama Pelindo I kembali menggelar konsultasi publik terkait rencana pengadaan tanah untuk pembangunan Hub Internasional dan fasilitas penunjang Pelabuhan Kuala Tanjung yang digelar di Balai Desa Kuala Tanjung, Batu Bara, Selasa (11/02/2020).

Acara Konsultasi Publik dihadiri oleh Sekertaris Daerah Batu Bata merangkap Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah, Sakti Alam Seiregar beserta Tim Persiapan Pengadaan Lahan, Perwakilan Pelindo I Asih Kurnia, Pereakilan PT PPK Budi Setiadi, perwakilan Pemkab Batu Bara Arif Hanafiah, Perwakilan BPN Asahan, Camat Sei Suka, unsur Kepolisian, unsur TNI, unsur Pemerintahan Desa Kuala Tanjung, dan pemilik lahan yang terkena dampak rencana pembangunan.

“Konsultasi Publik ini hanya sebatas untuk menyetujui lokasi Kuala Tanjung dan Kuala Indah untuk dijadikan atau dibangun pertamina, soal harga kita belum bicara, Kita masih bicara soal kesepakatan lokasi saja,” ucap Sekda Batu Bara, Sakti Alam Siregar, dalam konsultasi publik, Selasa (11/02/2020).

Dalam kegiatan yang dibagi menjadi dua sesi tersebut, ternyata menyisakan bangku kosong. Terutama pada sesi konsultasi Publik untuk Waga Dusun III, IV, dan V desa Kuala Tanjung.

Pasalnya sebagian besar warga pemilik lahan dari dusun III, IV dan V yang menjadi pokok utama konsultasi terlihat tidak mengahadiri.

Dari pantauan media siang itu, hanya belasan warga saja yang turut menghadiri. Namun di sela konsultasi, satu persatu warga pun keluar ruangan Balai Desa meninggalkan lokasi.

Hingga tersisa pihak penyelenggara atau pemateri Konsultasi Publik yang akhirnya berhadapan dengan bangku kosong sepi peminat.

“Yah sekarang gini aja pak, kalau harganya cocok kami setuju,” terang seorang wanita warga Dusun V Kuala Tanjung.

Sebelumnya, pada sesi pertama kegiatan Konsultasi Publik bagi dusun I dan II Desa Kuala Indah yang dimulai pukul 09:30 wib, ratusan warga sempat antusias menghadiri kegiatan. Namun akhirnya sebagaian warga kembali menerima rasa kecewa atas undangan Konsultasi Publik yang tidak merata.

“Bagaimana undangan ini tidak merata, undang undang mengatakan negara wajib melayani Publik, saya sebagai warga biasa saya ingin mempertanyakan ini kepada kepala desa,” ucap Farul Warga Dusun I Desa Kuala Tanjung.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.