Connect with us

Sumut

Besok Vonis Arwan Cs, Kriminolog: Selayaknya Terdakwa Dibebaskan

Published

on

Dr Redyanto Sidi

Jangkau.com – Pengadilan Negeri (PN) Kisaran akan menggelar sidang vonis terhadap terdakwa Arwan Syahputra dan rekannya pada Selasa (2/3/2021) besok.

Atas kasus yang menjerat Arwan Syahputra Cs, Kriminolog sekaligus Dosen Pascasarjana Universitas Pancabudi (UNPAB) Medan, Dr Redyanto Sidi mengatakan proses acara yang dijalankan Arwan Syahputra dan rekannya sudah sesuai KUHAP.

Redyanto mengungkapkan pembuktian yang dilakukan kepada terdakwa Arwan Cs memuai keraguan dan kelemahan.

“Pembuktian yang dilakukan mengindikasikan bahwa ada keraguan dan kelemahan dalam membuktikan apa yang didakwakan kepada terdakwa,” kata Redyanto Sidi, Senin (1/3/2021).

Redyanto mempertanyakan argumentasi dasar duduk perkara sehingga bisa berlanjut pada proses persidangan sebagai terdakwa.

“Atas dasar tersebut selayaknya terdakwa dibebaskan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan Pasal 183 bahwa hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya.

“Saya yakin hakim berpegang teguh kepada keadilan, dan terdakwa (Arwan Cs) dibebaskan,” katanya.

Untuk diketahui Arwan Syahputra adalah Mahasiswa Universitas Malikussaleh asal Batu Bara yang sebelumnya memimpin aksi sebagai koordinator lapangan menolak Omnibus law di depan DPRD Batu Bara pada 12 oktober 2020 lalu.

Aksi sempat ricuh. Walaupun sempat lerai sejenak, namun masa saat itu tidak terkendali hingga berakhir pembubaran massa.

Pada 20 Oktober 2020, Arwan dijemput oleh petugas di Mesa Cafe, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe dan ditahan di Polres Batubara. Lalu berkas dinyatakan lengkap berlanjut ke persidangan sebagai terdakwa.

Bersama belasan teman lainnya, Arwan kemudian menjalani persidangan, terhadapnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kisaran menuntut hukuman satu tahun dua bulan penjara. (MN)

Continue Reading
Advertisement
2 Comments

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.