Connect with us

Opini

Cerita Indah di Kuala Indah

Danil Fahmi, SH.

Aku lahir di era awal 80-an. Di mana PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero) baru berproduksi massal. Sebelumnya, nyaris tak ada yang tahu Kuala Tanjung, kecuali hanya sebuah wilayah pantai yang tanahnya menjorok ke laut membentuk tanjung di mana sebagian besar masyarakatnya menjadi nelayan, bertani dan berdagang.

Wilayahnya merupakan daerah pinggir laut. Maka suasana pantai yang berudara kering, berangin sedang dan panas menjadi kondisi harian di wilayah ini. Sepenjuru areal dikenal begitu banyak pantai-pantai kecil, dan bertekstur lumpur yang menjadi ciri wilayah pantai timur.

Selain INALUM, tak ada cerita yang indah untuk pengembangan di daerah ini. Bahkan orang-orang tua di sini menceritakan kisah-kisah yang kurang nyaman didengar. Mulai dari daerah yang minim tersentuh transportasi, daerah rawan banjir hingga cerita masyarakat pesisir yang minim pendidikan.

Namun tidak hari ini, setidaknya ada 4 (empat) dermaga perusahaan besar berdiri di sini. Menjadi gambaran betapa potensialnya wilayah ini ke depan, mulai dermaga INALUM, Wilmar Internasional, Domba Mas hingga yang ter-hits dermaga Pelindo I berkelas internasional.

Sungguh sebuah gambaran yang tidak bisa disamai untuk daerah pesisir lainnya di Sumatera Utara. Belum lagi pembangunan jalur Kereta Api yang terintegrasi dengan jalur KAI reguler Pelabuhan jaringan pelabuhan hub internasional koneksi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei serta sokongan investasi dalam dan luar negeri.

Sungguh capaian yang luar biasa hari ini dan akan menjadi harapan yang besar tidak hanya bagi masyarakat sekitar namun juga pemerintah dan investor.

Saat ini, tengah dikebut pembangunan Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT), dengan pembebasan di 2 (dua) desa yaitu Desa Kuala Tanjung dan Desa Kuala Indah dengan luasan 1.700 Ha dengan peruntukan 1.128 Ha untuk pembangunan kilang minyak dan petrokimia milik PT. Pertamina (persero) dan 500 Ha untuk cluster industri lainnya.

Dengan nilai project mencapai 9,5 Triliun, sungguh sebuah rencana pembangunan dan nilai investasi yang fantastik untuk wilayah sekecil Kuala Tanjung. Berbicara kawasan industri, biarlah segala perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kawasan menjadi domain eksekusinya pemerintah.

Seluruh regulasi pembangunan dan aspek hukum mengenai sebuah kawasan industri merujuk Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 142 Tahun 2015 Tentang Kawasan Industri sebagai peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Pembangunan Kawasan Industri dilakukan sesuai dengan pedoman teknis pembangunan Kawasan Industri yang ditetapkan oleh menteri perindustrian, yang paling sedikit memua soal pemilihan lokasi, perizinan, pengadaan tanah pematangan tanah, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan.

Selain itu Pemerintah dan atau Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangan masing- masing menyediakan, infrastruktur Industri, dan infrastruktur penunjang.

Aku mengajak kita fokus kepada insfrastruktur penunjang dikarenakan infrastruktur industri merupakan domain pengelola kawasan dan dinikmati oleh tenant-tenant industri. Sedang infrastruktur penunjang adalah sarana dan prasana yang juga dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar.

Tidak berlebihan kiranya, bilamana masyarakat akan mendapatkan kemanfaatan pembangunan fasilitas pendidikan, pelatihan, penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang merupakan hajat hidup orang banyak. Yang tidak hanya diperlukan oleh pekerja-pekerja industri, namun juga warga sekitar.

Perkembangan kawasan industri akan berbanding lurus dengan pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan, baik yang dilakukan oleh pengelola kawasan industri, pemerintah tingkat II maupu tingkat I sebagai satu amanah dari peraturan perundangan dalam hal pembangunan dan pengelolaan kawasan industri.

Tidak hanya sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan, perbaikan dan pelengkapan jaringan dan fasilitas moda transportasi massal juga akan ditingkatkan serta ketersediaan sumber daya air dan energi juga akan bisa dinikmati oleh masyarakat.

Gerakan masyarakat yang cerdas dan massive akan memberikan efek dorongan yang nyata kepada negara untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat. Apalagi hal ini merupakan kerjasama dan dukungan yang baik dari masyarakat sekitar terhadap program-program pemerintah.

Untuk itu, diperlukan kecerdasan dan pemahaman yang utuh dari masyarakat terkait pelaksanaan pembangunan proyek strategis nasional dalam hal ini pelabuhan hub internasional dan KIKT. Hingga masyarakat dapat secara optimal menikmati hasil-hasil pembangunan di daerah.

Akankah cerita indah di Kuala Indah ini akan berakhir berkah? Semuanya kembali kepada kawalan masyarakat terhadap proyek strategis nasional yang dijalankan oleh pemerintah yang kesemuanya menjadi pekerjaan rumah kita bersama.

Continue Reading
Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. web hosting company

    Agustus, 10/08/2020 at 10:14 am

    My brother suggested I might like this web site.
    He was entirely right. This post actually made my day.
    You cann’t imagine simply how much time I had spent for this info!

    Thanks!

  2. adreamoftrains web host

    Agustus, 11/08/2020 at 8:00 am

    Quality articles or reviews is the key to attract the people to pay a visit the web site,
    that’s what this site is providing. adreamoftrains webhosting

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.