Connect with us

Batu Bara

Dinilai Kriminalisasi, Puluhan Buruh Kokalum Kawal Pemeriksaan 2 Rekannya di Polsek Indrapura

Puluhan buruh dari Kokalum menunggu rekannya yang sedang menjalani pemeriksaan di mapolsek Indrapura, Sabtu (27/06/2020).

Jangkau.com, Batu Bara – Merasa janggal atas status tersangka dua rekannya Muhammad Yusri dan Syahyunan, puluhan buruh Koperasi Karyawan Inalum (Kokalum) yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) dari berbagai federasi mendatangi Kantor Polsek Indrapura, Air Putih, Batu Bara, Sabtu (27/02/2020).

Kehadiran mereka dalam agenda mengawal pemeriksaan dua teman kerjanya yakni Muhammad Yusri (Ketua PK FKUI KSBSI PT DMK/Kokalum- red) dan Syahyunan (Sekretaris PK FKUI KSBSI PT DMK/Kokalum – red) yang dijadikan tersangka oleh kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik.

“Bentuk solidaritas kami sesama buruh, bersama mengawal kasus ini yang kami nilai bentuk kriminasisasi buruh,” kata Iwan perwakilan serikat buruh di halaman mapolsek Indrapura, sabtu (27/06/2020) siang.

Perwakilan buruh, Iwan mengatakan kehadiran mereka di lokasi lebih kepada bentuk dukungan dan motivasi atas kasus yang menjerat buruh.

Terus menimbulkan kejanggalan dan keanehan perkara, Begitu pun, tidak ada gerakan untuk menghalangi proses hukum yang berjalan.

“Kita kan aneh aja, kita awalnya melakukan pengaduan lewat surat resmi serikat ke disnaker untuk menuntut hak-hak ke Kokalum, kok malah kami yang dijadikan tersangka,” kata Iwan.

Untuk diketahui, penyidik Polsek Indrapura melalui surat nomor:SP.Gil/88/VI/RES.1.18./2020/Reskrim melakukan pemanggilan guna pemeriksaan lanjutan terhadap dua orang buruh Kokalum Muhammad Yusri dan Syahyunan.

Keduanya dipanggil sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana penghinaan dengan tulisan atas laporan direktur PT DMK Herry Syahbanuddin Nasution yang juga menjabat sebagai Manager Kokalum.

(Surat Pengaduan dan Permohonan FKUI SBSI PT DMK yang dijadikan barang bukti)

Kasus ini bermula pada 20 pebruari 2020 lalu para buruh tergabung dalam PK FKUI KSBSI PT DMK/Kokalum melalui surat resmi serikat melakukan pengaduan dan permohonan mediator kepada Disnaker Kabupaten Batu Bara.

Berharap Disnaker Batu Bara memfasilitasi mediator antara pihak buruh dan managemen perusahaan, ujuk-ujuk malah bermuara pelaporan ke Kepolisian oleh managemen perusahaan yang berujung status tersangka.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.