Connect with us

Nasional

Dita Indah Sari Sebut PKB Akan Evaluasi Pilkada Langsung di Mukhtamar Bali

Published

on

Jangkau.com, Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan melaksanakan Mukhtamar di Nusa Dua Bali 20 Agustus mendatang. Dalam mukhtamar tersebut, PKB akan membahas beberapa isu isu aktual, salah satu yang mengemuka adalah evaluasi terhadap pilkada langsung.

“Kami merekomendasikan agar pilkada, khususnya pilkada Gubernur, kembali dipilih oleh DPRD, seperti sebelum tahun 2005,” demikian disampaikan oleh Dita Indah Sari, Juru Bicara Muktamar PKB pada media di Denpasar, Sabtu (18/8/2019).

Alasannya, karena dalam konteks saat ini, titik berat pelaksanaan otonomi daerah ada di tangan kabupaten/kota, bukan di provinsi. Gubernur, meskipun diberi kewenangan mewakili Pemerintah Pusat, dalam prakteknya memang tidak terlalu kuat dan efektif mengarahkan.

Dita mengatakan dengan kewenangannya yang masih terbatas itu, maka pilkada gubermur langsung menjadi tidak proporsional. Biayanya besar, kerumitannya besar, potensi resikonya juga besar, tapi tidak sebanding dengan wewenang yang diperolehnya nanti. Jadi terasa agak “mubazir”.

“Sebetulnya ini pernah dibahas dan disepakati DPR periode 2009-2014 lalu. Tapi lalu mandeg. Mari kita buka lagi wacana ini. Dimulai dari Muktamar Bali,” lanjut Dita.

Soal adanya anggapan bahwa Gubernur dipilih DPRD sebagai sebuah kemunduran demokrasi, Dita mengatakan bahwa demokrasi itu beragam dalam pelaksanaannya. Ada yang langsung, ada yang tidak. Yang penting hak publik kan tidak dihilangkan dalam proses itu. Publik diwakili oleh wakil-wakilnya di DPRD.

Dalam banyak urusan, lanjut Dita, soal legislasi, anggaran dan lainnya, toh publik juga diwakili oleh DPRD. Tidak langsung.

“Kecuali kalau kita mau menggeser otonomi daerah ke provinsi. Tapi itu soal lain lagi,” tutup Dita.

Continue Reading
Advertisement
76 Comments

76 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.