Connect with us

Kilas Daerah

Gawat, Pemuda Bakar Nenek Karena Ditagih Utang Rp 15 ribu

Published

on

Jangkau.com – Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna menyatakan, seorang pemuda yang diduga nekad membunuh dan membakar seorang nenek di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, karena kesal terus-terusan ditagih utang sebesar Rp 15 ribu.

“Motifnya pengakuan dari tersangka ini karena ditagih utang Rp15 ribu oleh korban,” kata Kapolres saat jumpa pers pengungkapan kasus membakar seorang nenek di Banjarwangi, Garut, Senin (15/09/2019).

Ia menuturkan, tersangka Abdul Azis alias Adul (22) ditangkap ketika hendak melarikan diri, Minggu (15/9/2019) kemudian petugas menembak bagian kakinya karena berusaha melawan petugas.

“Karena ada perlawanan kita lakukan tindakan terukur,” katanya.

Ia mengungkapkan, aksi tersangka membunuh seorang nenek bernama Iyah (65) warga Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi, Garut, sudah direncanakan sebelumnya, Sabtu (14/0/2019).

Pengakuan tersangka, kata Kapolres, karena korban menagih utang kepada ibu pelaku sebesar Rp 15 ribu, kemudian pelaku tidak terima perbuatan korban yang menagih utang kepada ibunya.

“Mungkin karena ada bahasa yang tidak enak, lalu anaknya tidak terima dan membunuh korban,” katanya.

Sebelum kejadian pembunuhan, ibu Adul meminjam uang Rp 15 ribu kepada korban. Korban disebut-sebut menyebarluaskan gosip tentang utang tersebut kepada para tetangga.

Menurut Kapolres, persoalan utang itu menjadi obrolan warga sekampung. Adul marah mendengar kabar tersebut.

“Saat korban bertemu pelaku di lokasi pada hari Sabtu, pelaku langsung membacok korban hingga meninggal,” tuturnya.

Setelah itu, Adul membakar jasad Iyah. Ia langsung kabur setelah berbuat keji.

“Dibakar menggunakan jerami. Jadi korban meninggal dulu, kemudian dibakar,” ucap Budi

Akibat perbuatannya itu pelaku ditahan di Markas Polres Garut untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut, berikut mengamankan barang bukti berupa golok, sepatu boot, celana, kaos dan korek api gas yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.

Tersangka dijerat Pasal 340 dan 338 KUH Pidana dengan ancaman kurungan maksimal hukuman mati atau seumur hidup dan paling lama 15 tahun penjara.

Continue Reading
Advertisement
41 Comments

41 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.