Connect with us

Sumut

Habis Kontrak dengan Inalum, PT Gobel Tinggalkan Pekerja Tanpa Bayar Hak

“Pertama hak sisa cuti yang belum hangus belum dibayarkan, dan lembur tanggal merah yang belum dibayarkan serta uang pesangon tidak dibayarkan,”

Published

on

Perwakilan Ppekerja PT Gobel yang tidak mendapatkan hak normatifnya saat menunjukkan bukti kontrak kerja, rabu (15/04/2020) malam.

Jangkau.com, Batu Bara – Puluhan pekerja masih berstatus alih daya atau kontrak di PT Gobel Dharma Sarana Karya perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa boga cafetaria dirumahkan.

Pekerja yang dirumahkan merupakan karyawan yang kontraknya habis pada bulan Maret 2020.

Hal tersebut terjadi karena PT Gobel tidak mendapatkan perpanjangan kerja sama dengan PT Inalum selaku perusahaan utama yang memakai jasanya di bidang Catering.

Dengan adanya pergantian vendor dari PT Gobel yang dialihkan ke Kokalum, para pekerja hakikatnya secara bersamaan peralihan vendor ingin tetap bekerja beralih mengikuti pemegang vendor baru yakni Koperasi Karyawan Inalum (Kokalum).

Namun, bukan peralihan ke vendor baru yang didapat. Malah belasan pekerja yang bergerak di bidang cathring hingga puluhan tahun itu ditinggalkan begitu saja tanpa mendapatkan hak selama bekerja.

Hal itu disampaikan ketua Pimpinan Komisariat FSB KAMIPARHO KSBSI PT Gobel Dharma Sarana Karya, Syahril, didampingi wakil ketua, Tarmiji, dan anggota serikat pekerja lainnya.

“Kami udah ada yang 5 sampai 8 tahun kerja di cathring Inalum, di PT yang ke enam (PT Gobel) inilah kami terbuang,” kata Syahril kepada jangkau.com, rabu (15/04/2020) malam.

Ia menjelaskan, sedikitnya 17 orang yang tidak ikut peralihan atau diperkerjakan ke Kokalum. Padahal selama delapan tahun bekerja dan sudah 6 kali pergantian perusahaan, mereka terus bekerja ke vendor baru.

Hanya kali ini, ketika Kokalum menjadi vendor mereka banyak terbuang.

“Dari PT Mitra Serasi Lestari terus PT Jaya Teknindo Bersama Mandiri, terua PT ACS Aerofood Catering Service, terus ke PT AIC Aerofood Indiustrial Catering ke PT AJC Anugrah Jasa Catering, AJS bermasalah, diambil alih Kokalum sebentar, terus beralih ke PT Gobel, sekarang balik ke Kokalum lagi,” ucapnya.

“Di terakhir ini lah nasib kami terhenti, tidak diikutkan. Tidak ada pemberitahuan dari pihak managemen. Tahunya di schedule kami lihat tidak ada nama kami,” tambahnya.

Mirisnya, di tangan PT Gobel yang hari ini telah angkat kaki dari kabupaten Batu Bara, ada beberapa hak-hak normatif yang belum diterima pekerja. Termasuk hak atas ganti-rugi atau kompensasi diakhirinya hubungan kerja PKWT.

“Pertama hak sisa cuti yang belum hangus belum dibayarkan, dan lembur tanggal merah yang belum dibayarkan serta uang pesangon tidak dibayarkan,” kata Syahril.

Kami, kata Syahril, sudah melayangkan surat berupa pernyataaan tentang kekurangan hak normatif dan pesangon yang belum terbayarkan oleh PT Gobel.

Syahril pun sudah mengkonfirmasi ke marketing dan HRD PT Gobel di Jakarta, tapi tidak menerima jawaban yang memusakan.

“Artinya mereka berdua (Marketing dan HRD PT Gobel) saling melempar masalah ini,” ucapnya.

Mengenai nasib hubungan kerja, kepada Kokalum selaku pemegang vendor baru, para pekerja berharap Kokalum menerapkan amanat Putusan MK Register Nomor 27/PUU-IX/2011, bahwa PKWT harus memuat prinsip pengalihan tindakan perlindungan bagi pekerja.

Pengalihan perlindungan hak-hak bagi pekerja, termasuk berlanjutnya hubungan kerja dengan perusahaan baru yang objek kerja-nya tetap ada walaupun terjadi pergantian perusahaan.

“Kepada Kokalum yah kami diperkajakan kembali sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing,” kata Syahril.

“Berharap kerja kembali lagi seperti biasanya,” tambah Tarmiji.

Sementara itu, saat jangkau.com mengkonfirmasi managemen PT Gobel, lewat telpon seluler, Rusti Marketing perusahaan yang disinggung pertanyaan mengenai nasib pembayaran hak eks pekerjanya di Inalum, seketika itu Rusti pun mematikan sambungan komunikasi.

Kami pun mencoba mengkonfirmasi kembali lewat panggilan seluler, lagi-lagi selalu mendapatkan penolakan. Begitu pula dengan konfirmasi lewat pesan whatsapp yang dilayangkan. Juga tidak mendapatkan balasan.***

Continue Reading
Advertisement
7 Comments

7 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.