Connect with us

News

Hakim Marah, Minta Kapolda Sumut Tak Mainkan Peradilan di Persidangan Yusroh

Published

on

Jangkau.com, Asahan – Pengadilan Negeri (PN) Asahan kembali menggelar sidang perkara kasus UU ITE dengan terdakwa seorang jurnalis, Muhammad Yusroh Hasibuan, selasa (05/03/2019).

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak pelapor, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto.

Ketua Majelis Hakim, Ulina Marbun, sempat marah karena para saksi untuk kedua kalinya tidak datang menghadiri sidang.

Hakim kecewa dengan JPU yang tidak bisa hadirkan saksi selama dua kali berturut – turut persidangan.

“Bagaimana ini jaksa, kenapa para saksi tidak hadir, sementara ini udah dua kali persidangan kalau begini terus kan memperlambat proses persidangan,” ucap Ulina Marbun ke Jaksa di persidangan, selasa (05/03/2019).

“Ini peradilan bukan main-main,” sambungnya.

Hakim mempertanyakan jika saksi dari pihak polda, tapi kenapa Kapolda sendiri yang notabene adalah penegak hukum malah tidak kooperatif dalam persidangan dan tidak menghargai persidangan.

“Kasihan nasib terdakwa yang berlama lama di kursi pesakitan, terdakwa juga memiliki hak hukum,” ucap hakim.

Menjawab pertanyaan hakim, Jaksa membela diri jika release panggilan sudah dua kali dilayangkan dan diterima pihak polda, namun tak mengetahui alasan mengapa mereka kembali tak menghadiri sidang.

Karena tidak hadirnya para saksi pelapor (Kapolda Sumut), hakim pun kembali menunda persidangan dan akan dilanjutkan pada selasa, 12 maret 2019 pekan depan.

Sebelumnya, Yusroh didakwa melanggar pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo pasal 316 KUHP karena tulisannya di grup WA yang berbunyi “Mengutuk tindakan refresif polri, copot kapoldasu”.

Atas kalimat “copot kapoldasu” itu, Yusroh sisangkakan telah melukan pencemaran baik kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto.

Dengan alasan jika kalimat “Copot Kapoldasu” adalah kalimat yang memnuntut untuk membebastugaskan kepala kepolisian daerah Sumut dapat menyebabkan Irjen Pol Agus Andrianto dipermalukan atau direndahkan martabatnya sebagai kapolda.***(red/jc)

Continue Reading
Advertisement
460 Comments

460 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.