Connect with us

Batu Bara

IJTI & Ferari Minta Kapolres Batu Bara Segera Tetapkan Status Laporan Jurnalis MNC TV

Published

on

Jangkau.com, Batu Bara – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Sumatera Utara dan Federasi Advokad Republik Indonesia (Ferari) Kabupaten Batu Bara memberi atensi atas kasus dugaan penghinaan dan pengancaman terhadap jurnalis TV yang viral di media online dan media sosial yang diduga dilakukan Ketua KNPI Batu Bara Rafdinal Maliki.

IJTI Sumut bereaksi atas peristiwa dugaan kekerasan terhadap jurnalis Fadly Pelka, yang merupakan anggota IJTI Astara (Asahan Tanjung Balai Batu Bara) di Kabupaten Batu Bara.

Ketua IJTI Sumut, Budiman Amin Tanjung melalui pesan Whatsapp yang diterima Sekretaris IJTI Astara Taufiq, Senin (22/06/2020) mengatakan Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis diminta segera menindaklanjuti laporan dugaan penghinaan dan ancaman terhadap jurnalis MNC TV Fadly Pelka yang merupakan anggota IJTI.

Sekretaris IJTI Astara Taufiq menyampaikan pesan dan permintaan Ketua IJTI Sumut kepada wartawan di markas Wappress di Lima Puluh, Senin (22/06/2020).

“Kita sudah lakukan koordinasi ke IJTI provinsi terkait masalah yang menimpa Fadly Pelka sebagai salah satu anggota kita. Ketua IJTI Sumut memberi support agar kasus ini diteruskan hingga ke pengadilan,” ucap Taufiq.

Selain IJTI, Ketua Federasi Advokad Republik Indonesia (Ferari) Kabupaten Batu Bara Helmisyam Damanik juga memberikan atensi sekaligus memberi support.

“Apa yang diduga dilakukan oleh RM telah memenuhi unsur pidana sehingga Polres dapat menindaklanjuti proses hukumnya,” bilang Helmi.

Helmi mengatakan atas tindakan yang dilakukan RM, diduga telah melanggar KUHP Pasal 369 ayat 1 juncto UU ITE No 19 thn 2016 Pasal 45.(b) dan UU Pers No 40 Tahun 1999 pasal 4 ayat 2.

Berdasarkan hal itu Helmisyam mendukung seruan Ketua IJTI Sumut yang mendesak Kapolres Batu Bara segera menindaklanjuti kasus yang menimpa Fadly Pelka.

“Ini bukan kasus sepele. Melakukan intimidasi terhadap wartawan sama saja merampas kemeredekaan pers yang bersangkutan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya seorang jurnalis Televisi anggota IJTI, Fadly Pelka dalam laporan ke Polres Batu Bara menyebutkan dirinya diduga telah di fitnah dan diancam oleh oknum Ketua KNPI Batu Bara RM.

Fadly Pelka mengatakan tidak terima dengan bahasa oknum Ketua KNPI Rafdinal Maliki di media sosial FB yang mengatakan bahwa dirinya dipesan dan dibayar untuk membuat berita tayangan televisi terkait bansos sembako di MNC TV.

Masih menurut Fadly, RM menyebut dirinya menyajikan berita yang tidak jelas seolah-olah tidak sesuai fakta. Sementara berita tersebut tayang berdasar rekaman visual dan wawancara di lapangan.

Selain melalui FB, Rafdinal Maliki yang merupakan keponakan Bupati Batu Bara itu melalui pesan Whatsapp yang ditujukan kepada Fadly Pelka juga mengeluarkan kata-kata berbau ancaman.

Korban Fadly Pelka berharap permasalahan yang menimpa dirinya harus sampai ke meja hijau demi efek jera kepada RM serta pihak-pihak yang menghalang-halangi atau mengintimidasi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. (amr)

Continue Reading
Advertisement
11 Comments

11 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.