Connect with us

Kilas Daerah

Kapolres Batu Bara Kembali Beri Sembako kepada Nelayan Terdampak Covid-19

Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis membagikan sembako kepada nelayan dan keluarganya di perairan Tanjung Tiram, Batu Bara, Kamis (21/05/2020).

Jangkau.com, Batu Bara – Ratusan nelayan yang sedang mencari ikan di perairan Tanjung Tiram, Batu Bara kembali dikejutkan dengan kehadiran Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis yang datang memberikan bantuan sembako kepada mereka.

Kehadiran Kapolres disertai Ketua Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) Batu Bara dan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batu Bara dimaksudkan memberikan kepada nelayan terdampak Covid-19 serta jelang Lebaran 1441 H, Kamis (21/05/2020).

Kapolres Batu Bara mengatakan kegiatan berbagi sembako ini dilakukan guna membangun ukwah islamiyah dan solidaritas sesama muslim terutama menjelang lebaran.

“Meskipun kita disini tidak memberikan THR kepada para Nelayan, namun kita tetap berusaha meringankan beban para nelayan dengan memberikan paket sembako kepada para nelayan Batu Bara,” ucap Kapolres.

Sementara itu Ketua KSJ Rizal Syahreza mengatakan dalam situasi pandemi Covid-19 dan di penghujung Ramadhan yang akan segera berakhir, hanya orang yang kebal mata dan hatinya melihat penderitaan mereka warga yang kurang mampu ini untuk tidak berbagi rejeki,

“Walaupun hanya sedikit, namun pemberian itu sudah sangat berarti bagi mereka,” ujarnya.

Salah seorang nelayan, merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan kepada nelayan yang saat ini dalam keadaan kesulitan ditengah pandemi Covid-19.

“Apa lagi saat ini kondisi dilaut angin sangat kencang sehingga kami tidak berani ke laut untuk mencari ikan karena takut diterjang badai. Kondisi laut yang ribut dan tidak stabil menyebabkan kami hanya bisa melaut 3 kali dalam 1 minggu,” ucapnya sendu.

Abdul Muin berharap kepada pemerintah Batu Bara agar hendaknya memberikan sedikit perhatian atas nasib nelayan disini. Dimintanya jnganlah tebang pilih dalam memberikan bantuan kepada rakyat kecil.

“Mentang mentang awak tidak punya keluarga di pemerintahan desa atau kelurahan, terus awak dikebelakangkan. Itu namanya pilih kasih,” ujarnya kecewa. (amr)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.