Connect with us

Batu Bara

Kasus Positif Covid-19 di Batu Bara Tinggal 18, 14 Sembuh Setelah Minum Vitamin

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Batu Bara dr. Wahid Khusairy.

Jangkau.com, Batu Bara – Kurun waktu pertengahan sejak juni lalu hingga 17 Juli 2020, ada 32 kasus Covid-19 ditemukan di Kabupaten Batu Bara.

Kasus tersebut terkonsentrasi di 2 kecamatan yakni Medang Deras dan Sei Suka yang letaknya berdampingan. Dari kedua kecamatan tersebut Kecamatan Sei Suka merupakan daerah yang paling banyak ditemukan kasus positif Covid-19.

Melihat kondisi tersebut kedua daerah di atas masuk zona merah karena sudah melebihi 6 kasus positif Covid-19.

Demikian disampaikan juru bicara
Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Batu Bara dr. Wahid Khusairy pada press releasenya di Sekretariat GTPP Covid-19 Batu Bara di Lima Puluh, Jumat (17/07/2020) petang.

“Mereka hanya diberi vitamin saja dan sembuh,” jelas dr Wahid Khusairy.

Selain itu tim juga memberikan bantuan sembako bagi korban, sehingga korban tidak harus keluar rumah untuk keperluan hidupnya, sambung Wahid.

Disinggung mengenai besaran biaya penanggulangan Covid-19, Wahid tidak bisa menjelaskan secara rinci.

“Saya tidak ingat soalnya semua OPD membuat anggaran jadi saya lupa,” jawab Wahid.

Kemudian soal pola penanganan, dr Wahid mengatakan para warga yang positif Covid-19 ada yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Ada pula yang menjalani isolasi di rumah sakit di Medan. Namun seorang yang dinyatakan positif Covid-19 saat ini menjalani perawatan di RSUD Batu Bara.

“Fasiltas RSUD Batu Bara sudah memadai untuk menangani pasien Covid-19,” ucap dr. Wahid.

Sebagaimana diketahui sejak Pemkab Batu Bara mulai menangani Covid-19 pada 16 Maret hingga 14 Juni, status Kabupaten Batu Bara masih zona hijau. Namun saat mulai dicanangkan new normal ditemui satu kasus positif Covid-19.

“Itu pun kasus import karena warga tersebut bekerja di Medan,” terang Kadis Kesehatan Batu Bara itu.

Dipaparkan dr. Wahid, hingga saat ini secara akumulatif terdapat 32 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Batu Bara. Dari jumlah tersebut telah sembuh sebanyak 14 orang.

“Hari ini kita akan terbitkan surat keterangan terhadap 14 orang yang telah sembuh tersebut. Dengan demikian kasus positif Covid-19 tinggal 18 orang,” imbuhnya.

Terkait masih merebaknya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Batu Bara, dr. Wahid mengingatkan masyarakat tidak menganggap enteng atau menganggap Covid-19 tidak ada.

Dikatakan demikian karena menurut dr. Wahid sebanyak 70% dari kasus pasien Covid-19 di Kabupaten Batu Bara adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). Mereka ini umumnya pelaku perjalanan yang baru ketahuan positif saat periksa kesehatan sebagai syarat kembali ke tempat kerjanya di luar daerah.

“Ini tidak berbahaya karena mereka memiliki riwayat kesehatan yang baik. Tapi bila bertemu dengan keluarga atau orang yang kondisi tubuhnya lenah atau sakit, besar kemungkinan akan tertular,” jelasnya.

Guna mencegah penyebaran Covid-19, dr. Wahid harapkan masyarakat melaksanakan 3 M. Menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

“Tanpa kita sadari bisa aja disuatu tempat ada virus corona. Kita tetap berusaha memutus mata rantainya,” pungkasnya. (amr)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.