Connect with us

Batu Bara

Kepala Sekolah SMK Negeri Talawi Melakukan Pungutan Liar Kepada Siswa Yang Akan Melaksanakan PRAKERIN

Published

on

Jangkau.com, Batubara – Kepala sekolah SMK Negeri Talawi Kecamatan Talawi kabupaten Batubara melakukan pungutan pembohong (pungli) kepada siswa / i yang akan melakukan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN).

Direncakan pertengahan bulan februari tahun 2018 seluruh siswa kelas XI SMK N Talawi sebanyak 200 orang Siswa akan melakukan Praktek Kerja Industri yang tersebar di beberapa daerah mulai dari kabupaten batubara, sampai luar kabupaten seperti, Pantai Cermin, Tarutung dan ada juga yang melakukan PRAKERIN ke Kalimantan yang rencanaya praktek kerja itu berlangsung selama dua bulan.

Namun ada yang disayangkan dari kegiatan Prakerin tersebut, seolah mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Joni kepala sekolah SMKN Talawi Lakukan pungutan liar kepada seluruh siswa kelas XI yang akan melakukan Prakerin, dengan alasan untuk membiayai guru pembimbing mulai dari biaya transfortasi kunjungan dan makan.

Setiap siswa yang mengikuti kegiatan Prakerin diminta untuk mengeluarkan dana sebesar Rp. 650 ribu sampai Rp. 1.650.000 ribu, pungutan tersebut harganya bervariasi tegantung lokasi Prakerin siswa.

Siswa yang melakukan kegiatan Prakerin di Batubara diminta untuk membayar 650 ribu dan yang di luar kabupaten Batubara seperti Pantai Cermin, Tarutung diminta sebesar 1.650.000 ribu, sehingga diperkirakan jumlah dana yang terkumpul mencapai Rp. 130.000.000 juta.

jika kita mengutip peraturan menteri pendidikan nasional (Permendiknas) nomor 69/2009 tentang SOP non personalia, biaya prakerin itu sudah dianggarkan dari bantuan operasional sekolah (BOS) dan peraturan presiden no 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar yang sedang di galak kan oleh presiden joko widodo.

Pungutan uang yang sangat besar itu sangat memberatkan dan menjadi beban orang tua siswa.

Salah seorang orang tua siswa mengatakan kepada jangkau.com yang tak ingin namanya disebut, dia membenarkan bila telah mengelurkan uang yang dipungut sekolah dengan alasan untuk biaya administrasi pembimbing.

“Akupun tak tau uang itu untuk apa, karena sangat memberatkan kami, yah kami sebagai orang tua juga wajib bayar untuk anak kami,” keluh lelaki tua itu dengan kecewa.

Menanggapi dugaan pungli ini terbangun media kita mencoba contoh ke sekolah kepala SMK Negeri Talawi yang disebut joni melalui celuler pada 22 januari 2018 sekira pukul pukul 20.00 Wib. Kepada terbangun media jangkau.com Joni hanya mengatakan uang tersebut untuk biaya transport dan makan pembimbing.

Seakan ingin menghindar Joni juga bilang dia tidak tau pasti soal pungutan tersebut, “kalau mau tau lagi coba tanyakan langsung ke guru pembimbing,” ungkap Joni. [ramadhan fajrin]

Continue Reading
Advertisement
526 Comments

526 Comments

  1. Pingback: Pandora Sale

  2. Pingback: Pandora UK

  3. Pingback: NFL Jerseys 2019

  4. Pingback: Nike VaporMax Flyknit

  5. Pingback: Air Max 270

  6. Pingback: nike air sport iii golf bag

  7. Pingback: Yeezy

  8. Pingback: skechers mujer zapatillas bajas sport og 85 taupe rose gold

  9. Pingback: lupis 銉償銈?銇€氳博鎯呭牨 girlwish

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.