Connect with us

News

Mahasiswa UIN Sumut Aksi Mogok Makan Tumbang

Published

on

Salah seorang mahasiswa UIN Sumut peserta aksi mogok makan di depan hotel JW Marriot, Irham Sardani, tumbang akibat kelelahan dan terpaksa dilarikan Ambulance ke rumah sakit terdekat. (foto/ist)

Jangkau.com – Usai ricuh dan aksi dorong mendorong dengan Satpol PP yang ingin membubarkan aksi, satu dari enam mahasiswa UIN Sumut yang menggelar mogok makan akhirnya tumbang karena kelelahan, kelaparan dan dehidrasi pada Selasa (30/3) sore.

Mahasiswa yang tumbang atas nama lIrham Sadani, yang merupakan koordinator aksi. Korban kemudian dilarikan ke RS Citra Medika Medan sekitar pukul 15.03 WIB menggunakan Ambulance.

Korban tumbang menurut rekan-rekannya karena keletihan dan lapar. Dalam waktu satu jam berselang, mobil Ambulance datang mengangkat Irham Sadani untuk mendapatkan perawatan serius dari dokter.

Mahasiswa yang dibawa ke RS itu sempat menjadi tontonan warga sekitarnya. Tak hanya itu, sebagian peserta Rakor PTKN BLU se-Indonesia yang berlangsung mulai 28-30 Maret 2021 yang diikuti 23 pimpinan UIN dan IAIN yang baru saja ditutup, ikut menyaksikan mahasiswa dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sebelumnya, aksi unjukrasa mahasiswa UIN Sumut, sempat terjadi chaos ketika Satpol PP membubarkan paksa aksi mogok makan mahasiswa. Tak hayal, lalulintas jalan di kawasan Jalan Putri Hijau pun macet. Seluruh peralatan mahasiswa, seperti tenda nginap, spanduk dan karton bertuliskan “Menag Usut Plagiasi Oknum Rektor UINSU” disita Satpol PP Medan.

Koordinator aksi Pratama menegaskan, aksi mogok mahasiswa terus belanjut. Kendati Rakor PTKN se-Indonesia sudah berakhir di JW Marriot Hotel, mahasiswa akan pindah ke kampus UINSU Jalan Pancing untuk melanjutkan aksi mogok makan mereka.

“Kita tegaskan, kami tidak mundur dari perjuangan ini. Kami ingin keadilan ditegakkan, Oknum Rektor UIN Sumut yang diduga melakukan plagiasi harus diberikan sanksi atas tindakannya yang tidak terpuji,” kata Pratama.

Disebutkannya, aksi perjuangan kawan-kawan mahasiswa akan terus berlanjut hingga akhirnya Menteri Agama RI membentuk tim independen mengusut dugaan plagiat oknum rektor berinisial SH.

“Kami makin solid, meski Satpol PP membubarkan kami. Pembubaran kami oleh Satpol PP sebagai bentuk tindakan yang tidak terpuji,” katanya.

Sejauh ini, Irham Sardani dikabarkan masih ditangani tim dokter RS Citra Medika Medan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut terkait kondisi Irham Sardani.

Mahasiswa mogok makan, kata Pratama mendesak rektor agar bertanggungjawab atas peristiwa jatuhnya korban rekan mereka, hingga dilarikan ke rumah sakit.

Continue Reading
Advertisement
19 Comments

19 Comments

  1. Pingback: priligy for daily use 60 mg cost

  2. Pingback: albuterol inhaler for dogs

  3. Pingback: hydroxychloroquine dosage coronavirus

  4. Pingback: hydroxychloroquine successful trials

  5. Pingback: hydroxychloroquine pulled from shelves

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.