Connect with us

Edukasi

Makan Coklat Bisa Hilangkan Stres dan Peradangan

Published

on

Jangkau.com – Mengkonsumsi cokelat hitam memiliki beberapa manfaat untuk fungsi otak, termasuk mengurangi tingkat stres dan peradangan, dan meningkatkan suasana hati, memori dan kekebalan.

Para peneliti di Loma Linda University Adventist Health Sciences Center di Southern California mempelajari bagaimana konsumsi cokelat hitam dengan konsentrasi kakao yang tinggi – setidaknya 70 persen, dengan sisa gula tebu organik memiliki efek positif.  Dilansir Upi.com, kedua studi tersebut dipresentasikan pada hari Selasa pada pertemuan tahunan Experimental Biology 2018 di San Diego.

Para peneliti mengatakan, di masa lalu, penelitian telah menunjukkan bahwa kakao adalah sumber utama flavonoid. Karena mengandung antioksidan yang sangat kuat dan agen anti-inflamasi, flavonoid bermanfaat bagi kesehatan otak dan kardiovaskular. “Selama bertahun-tahun, kami telah melihat pengaruh dark chocolate pada fungsi-fungsi neurologis dari sudut pandang kandungan gula semakin banyak gula, semakin bahagia kita,” kata Dr. Lee S. Berk, dekan asosiasi urusan penelitian di Loma Linda dan peneliti utama pada kedua studi, mengatakan dalam siaran pers.

“Ini adalah pertama kalinya kami melihat dampak dari sejumlah besar kakao dalam dosis sekecil cokelat batangan berukuran biasa pada manusia dalam jangka pendek atau panjang, dan didorong oleh temuan,” tambahnya Dia mencatat semakin tinggi konsentrasi kakao, semakin positif dampaknya pada kognisi, memori, suasana hati, kekebalan dan efek menguntungkan lainnya.

Salah satu penelitian adalah bagaimana coklat mempengaruhi ekspresi gen manusia, termasuk respon imun, sinyal saraf dan persepsi inderawi.

Studi lain meneliti bagaimana kakao meningkatkan neuroplastisitas untuk manfaat perilaku dan kesehatan otak. Mereka merekam electroencephalography, atau EEG, tanggapan untuk mengonsumsi 48 gram dark chocolate setelah 30 menit dan dua jam. Mereka mencatat frekuensi gamma yang bermanfaat. Beck mengatakan penelitian tambahan dalam penelitian besar diperlukan untuk menentukan signifikansi efek ini bagi sel kekebalan dan otak.

Mereka juga ingin mempelajari hubungan sebab-akibat otak-perilaku dengan kakao pada konsentrasi tinggi. Pada 2017, para peneliti melaporkan bahwa mengonsumsi cokelat hitam dalam jumlah sedang menurunkan risiko fibrilasi atrium, atau AF, tipe umum detak jantung tidak teratur.

Para peneliti di Harvard School of Public Health dan di Denmark mempelajari 55.502 pria dan wanita yang berpartisipasi dalam Diet Denmark, Kanker dan Studi Kesehatan, yang merekrut peserta dari Desember 1993 hingga Mei 1997. Pada tahun 2014, penelitian juga menyimpulkan bahwa dark chocolate membantu melonggarkan arteri kaku dan mencegah sel darah putih menempel ke dinding arteri yang menebal dua penyebab utama aterosklerosis.

Untuk penelitian itu, para peneliti di Belanda memantau 44 pria setengah baya, yang kelebihan berat badan, yang mengonsumsi 70 gram cokelat hitam per hari selama dua sampai empat minggu.

Continue Reading
Advertisement
70 Comments

70 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.