Connect with us

News

Malala Kembali ke Pakistan 6 Tahun Sejak Upaya Pembunuhan oleh Taliban

Published

on

Jangkau.com, Internasional – Malala Yousafzai, wanita pemenang Nobel dan aktivis pendidikan Pakistan, kembali ke negara asalnya untuk pertama kalinya sejak upaya pembunuhan oleh Taliban enam tahun lalu., kamis, (29/02/2018).

Dilansir Upi.com, Malala yang kini sebagai mahasiswa di Universitas Oxford Inggris, tiba di Bandara Internasional Benazir Bhutto pada Kamis pagi langsung menuju sebuah hotel dengan pengaman yang ketat.

Kepulangan Malala ke Tanah Kelahirannya mendapat sambutan yang hangat dari Masyarakat Pakistan. Rencananya, Aktivis pendidikan itu akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan, Shahid Khaqan Abbasi, Kepala Jenderal Angkatan Darat, Qamar Javed Bajwa dan tokoh-tokoh penting lainnya.

Ditemani orang tuanya, Malala juga akan berpartisipasi dalam program “Meet the Malala” selama empat hari di Pakistan.

Sebelumnya, pada bulan Oktober 2012, Malala terluka parah setelah ditembak dengan jarak dekat di Bus yang ditumpanginya oleh pasukan bersenjata Taliban saat hendak kembali ke rumah dari sekolah.

Malala mendapatkan luka parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit Militer di Pakistan dan akhirnya dikirim ke Inggris. Sejak saat itu, Malala Yousafzai menjadi target Taliban, yang mengatakan mereka akan menargetkannya lagi jika dia selamat, karena kampanye publiknya mendukung pendidikan perempuan.

“Saya tidak terlalu tua tetapi saya telah melihat banyak,” kata Malala setelah pertemuan dengan Abbasi. “Saya tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi, jika itu adalah pilihan saya, saya tidak akan meninggalkan negara saya sama sekali. Saya tidak punya pilihan, saya harus pergi untuk hidup saya.” Tambahnya.

Abbasi mengatakan “sangat senang jika anak kami yang telah mendapatkan banyak ketenaran internasional telah pulang.” Ujarnya.

“Anda mewakili kami di dunia dan terutama para remaja dan gadis, dengan apa yang telah Anda lakukan untuk pendidikan anak perempuan,” tambahnya. “Ini adalah mimpi dan doa kami bahwa Anda sukses, doa-doa kami bersama Anda. Selamat datang di rumah Malala!”

Sejak penembakan itu, Malala telah menjadi simbol perlawanan internasional terhadap upaya penyangkalan Taliban terhadap pendidikan anak perempuan. Pada tahun 2014, Malala Menerima penghargaan hadiah Nobel Perdamaian dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai orang termuda yang pernah mendapat penghargaan bergengsi itu.

Continue Reading
Advertisement
356 Comments

356 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.