Connect with us

News

Penangkapan Yusroh Dinilai Janggal, Elemen Masyarakat Lapor ke KontraS

Published

on

Jangkau.com, Sumut – Penangkapan seorang aktivis asal Kabupaten Batubara, Muhammad Yusro Hasibuan oleh Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut dinilai sarat kejanggalan.

Hal itu diungkapkan dari elemen masyarakat yakni Lintas Garis Komunitas didampingi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cakrawala Nusantara Indonesia (YLBH-CNI) saat melaporkan kasus penangkapan Yusroh ke Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara (Sumut) pada senin, 19 Nopember 2018.

“kita menilai penetapan yusroh sebagai tersagka ini prematur, hanya karena tulisan “copot kapoldasu” kawan kita dianggap mencemarkan. Kan aneh, bukankah itu hak rakyat untuk bersuara dalam demokrasi, jadi terkesan ada pembumkaman terhadap suara kritis para aktivis,” ucap Fadli Lk di Kantor Kontras Sumut, senin, (19/11/2018).

Tulis “Copot Kapoldasu” Di Grup WA, Aktivis Ini Ditangkap Polisi

Perwakilan dari YLBH-CNI, Abdul Rozak,SH pun mengungkapkan jika penetapan tersangka terhadap Yusroh dengan alibi melanggar UU ITE adalah suatu paksaan dan tak sesuai prosedur.

“Yusroh ditangkap pada 06 nopember, sementara LP (Laporan Polisi) baru terbit tanggal 07 Oktober, bukankah itu cacat prosedur, dan masih ada kejanggalan lainnya yang nanti akan kita buka,” terang Abdul Rozak.

Menanggapi Laporan atas kejanggalan-kejanggalan dalam kasus Yusroh, KontraS Sumatera Utara berkomitmen untuk membantu dan mendampingi kasus ini.

“UU ITE ini dalam kacamata kita multitafsir dan bisa dimanfaatkan untuk persoalan mengkriminalisasi orang-orang yang dianggap bersebrangan,” ucap Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam Lubis, senin, (19/11/2018).

Oleh sebab itu, lanjut Amin, KontraS berkomitmen mendampingi kasus ini, baik itu secara non legitasi maupun legitasi yang akan melibatkan teman-teman lain, advokat-advokat dan aliansi masyarakat sipil lainnya.

Kontras akan menyurati berbagai instansi terkait untuk membuat oengaduan dan mohon perlindungan hukum

“sehingga kasus ini bisa dikawal oleh berbagai pihak, sehingga apa yang terjadi harapan kita bisa tercapai,” terang Amin Multazam.

Mencari Keadilan, Ini Kronologi Penangkapan Yusroh

Koordintar KontraS Sumut ini menilai bahwa yang dilakukan kepolisian khususnya Polda Sumut terksesan berlebihan. Apalagi dalam konteks ini sama sekali Yusroh Hasibuan itu belum pernah diperiksa dan dipanggil sebagai saksi, tapi tiba-tiba langsung ditangkap.

“ini adalah satu langkah yang tergesa-gesa dan berlebihan, wajar muncul berbagai asumsi yang menyebutkan ini adalah suatu bentuk praktek kriminalisasi yang dilakukan terhadap yusroh,” pungka Amin.

Continue Reading
Advertisement
19 Comments

19 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.