Connect with us

Batu Bara

Pendemo Tuntut Periksa OK Faizal Adik Bupati Zahir Diduga Pengatur Proyek Pemkab

Published

on

Ok Faizal, adik Bupati Kabupaten Batu Bara.

Jangkau.com – Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (Gerbrak) bersama Perkumpulan Generasi Muda Anti Nepotisme (Pangeran) dan Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) menggelar unjuk rasa di halaman kantor Bupati Batu Bara dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Bara, kamis, (19/05/22).

Dalam orasinya, massa aksi membawa 5 tuntutan yang diklaim atas temuan dugaan mark up pengelolaan anggaran Negara di Pemerintahan Kabupaten Batu Bara.

Termasuk di antaranya, menuntut Kejari memanggil dan memeriksa seorang yang mereka juluki “Pangeran” yang diduga pengatur segala proyek dinas di pemkab Batu Bara.

Belakangan diketahui oknum berjuluk “Pangeran” tersebut adalah OK Faizal yang merupakan adik Bupati Batu Bara.

“Memeriksa oknum “Pangeran” (OK FZ) sebagai upaya pintu masuk membongkar dugaan korupsi di Kabupaten Batu Bara,” ucap kordinator aksi M. Nurizat Hutabarat.

Hal ini disampaikan oleh kordinator aksi M. Nurizat Hutabarat, SH., demo berlangsung di halaman kantor Bupati Batu Bara dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Bara.

Kordinator aksi mengatakan dalam unjuk rasa dari massanya tersebut membawa 5 tuntutan, didasarkan atas temuan dugaan mark up pengelolaan anggaran Negara di Pemerintahan Kabupaten Batu Bara.

Dalam orasinya Nurizat juga menyampaikan dengan lantang dugaan keterlibatan oknum berinisial “OK FZ” yang disebut-sebut bergelar “Pangeran”.

“Periksa oknum “Pangeran” (OK FZ) sebagai upaya pintu masuk membongkar dugaan korupsi di Kabupaten Batu Bara,” ucap kordinator aksi M. Nurizat Hutabarat.

Dalam temuannya, massa aksi mengungkapkan bahwa pengadaan barang dan jasa (PBJ) dalam sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) di Kabupten Batu Bara banyak paket yang dilelang diduga sudah punya pemenang atau diduga telah dikondisikan.

Menurut koordinator aksi, sebelum pekerjaan dimulai pihak dari oknum “Pangeran” diduga mempengaruhi Pokja dan Kabag UKPBJ supaya membantu, karena pekerjaan sudah ada yang punya. Selanjutnya Pokja dan Dinas PUPR diduga menyusun dokumen pemilihan agar persyaratan dokumen menjurus kepada penyedia yang menjadi penggantinnya.

“Pada tahap evaluasi diduga “Pangeran” ikut melakukan evaluasi bersama Pokja. Kalau pengantinnya akan jadi pemenang, pihak PUPR tidak melakukan evaluasi. Namun jika sebaliknya, kalau tidak menang, diduga maka Dinas PUPR dan “Pangeran” akan melakukan evaluasi dan mencari cari kesalahan perusaan Lain untuk digugurkan sehingga pengantinnya yang akan dinyatakan lolos,” kata orator aksi.

“Masukan dari masyarakat ini dan juga Lembaga, adalah sumbangan pikiran, gagasan, serta saran yang bersifat membangun.” ucapnya.

Continue Reading
Advertisement
21 Comments

21 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.