Connect with us

Batu Bara

Plt Kadisdik Batu Bara: Pekan Kebudayaan Nasional Lahirkan Ruang Keragaman Berekspresi

Published

on

JANGKAU, Batu Bara –  Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) merupakan platform aksi bersama sebagai interaksi seluruh unsur kebudayaan untuk melahirkan ruang-ruang keragaman berekspresi, dialog antar budaya, serta inisiatif dan partisipasi inovatif.

Demikian tanggapan Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Batu Bara Ilyas Sitorus melalui seluler, Kamis (03/10/2019) petang menyambut Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 yang akan digelar 7-13 Oktober 2019 oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.

Ilyas mengatakan di sela-sela kegiatannya di Kantor Kemendikbud di Jakarta, pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat positif, kami sangat menyambut baik. Karena itu, kami berharap bagi masyarakat, khususnya para guru, seniman dan budayawan dapat berpartisipasi dan meramaikan kegiatan tersebut,” ujarnya dari ujung telepon seluler.

Kata Ilyas, kegiatan yang mengusung tema “Ruang Bersama Indonesia Bahagia” akan diisi berbagai acara dan pertunjukan.

Acara akan diisi kompetisi permainan rakyat berbasis objek pemajuan kebudayaan dari daerah hingga pusat. Ini akan melibatkan banyak pihak mulai dari provinsi hingga ke sekolah-sekolah, dengan sejumlah permainan rakyat yang dilombakan.

“Informasinya, ada lima kegiatan utama dalam penyelenggaraan PKN ini, yaitu kompetisi permainan rakyat, konferensi pemajuan kebudayaan, eksibisi kebudayaan, pergelaran karya budaya bangsa, dan pawai budaya,” sebut Ilyas.

Untuk eksebisi kebudayaan, akan menampilkan kekayaan Budaya 34 Provinsi, intervensi Kementerian/Lembaga dalam Pemajuan Kebudayaan, Wastra Nusantara, Warisan Budaya Tak Benda, Warisan Dunia hingga desa percontohan Pemajuan Kebudayaan.

Selain itu, kata Ilyas, kabarnya juga akan ada pawai budaya menjadi kegiatan utama, yang dinanti karena akan diikuti oleh 10.000 peserta, dan menampilkan Ritus Nyawiji, Suara Anak Bangsa dan Rampak Nusantara (640 GSMS), 200 penari Indonesia Permai, dan variasi Baris berbaris. (eps)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.