Connect with us

Kilas Daerah

Rebut Hak, Ratusan Petani KTB Duduki Lahan PT Tolan Tiga Indonesia

Jangkau.com, Labuhanbatu – Sedikitnya 300 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bersatu (KTB) kembali menduduki lahan milik mereka yang dituding telah dirampas PT Tolan Tiga Indonesia (Sipef Group) di Desa Meranti Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu (Labusel), Rabu (15/07/2020).

Aksi menduduki lahan atau Reklaiming ini dilakukan sebagai bentuk protes petani terhadap pihak-pihak terkait yang dinilai lamban dalam menyelesaikan persoalan sengketa lahan mereka.

Reklaiming sudah dilakukan sejak senin 13 juli 2020 pagi hingga hari ini rabu 15 juli 2020, namun aksi pendudukan kembali yang dilakukan petani sempat mendapat perlawanan dari petugas pihak perusahaan.

Terlihat petugas dari pihak perusahaan mencabut tanaman dan merobohkan paksa tenda-tenda pemukiman serta mengusir petani dari kelompok tani yang sedang menguasai lahannya.

Masa tetap bertahan dan bermalam di lokasi walaupun akses keluar masuk ditutup oleh perusahaan dan tindakan kasar dilakukan oleh petugas pihak perusahaan sampai saat ini.

Ketua Kelompok Tani Betsatu, Tajuit, mengatakan bahkan alat-alat pertanian yang digunakan petani untuk menguasai lahan telah diamankan oleh kepolosian.

”Kami akan tetap bertahan di sini dan merebut kembali kemerdekaan untuk petani, karena ini adalah tanah kami. Kami di sini atas dasar hukum, kami punya surat-suratnya,” kata Tajuit.

Sempat terjadi bentrok antara kelompok Tani dan petugas, kata Tajuit, semua terjadi karena Manager PT.Perkebunan Tolan Tiga Indonesia bernama Hosman Damanik yang melarang Kelompok Tani untuk tidak memberi makan massa petani.

“Hosman Damanik penyebabnya yang melarang kelompok tani untuk tidak memberi makan pada masa yang sedang berkemah di dalam perkebunan maka terjadi keos antara masa dengan antek perusahaan,” pungkas Tajuit.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.