Connect with us

Politik

Rizal Ramli Sebut Nawacita Jokowi Hanya Slogan Kampanye Belaka

Published

on

Jangkau.com, Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan kepemimpinan saat ini identik dengan pencitraan dan hanya jual slogan kampanye.

Rizal Ramli pun menyatakan diri tetap di posisi tengah alias tak mendukung salah satu pasangan bakal capres dan bakal cawapres dalam pilpres 2019 mendatang.

Menurutnya konsep yang akan ditawarkan kepada kedua bakal capres dan cawapres lebih efektif ketika dirinya berada di luar daripada di dalam lingkaran pendukung atau tim sukses salah satu bakal calon.

“Di dalam (tim sukses) itu belum tentu efektif daripada di luar. Justru di luar lebih efektif, kalau nggak diladenin kan malu. Kalau di dalam didiemin aja kan,” ujar Rizal Ramli dalam program interview with Claudius Boekan di Stasiun Televisi Berita Satu, Jumat (14/9).

Bukan tanpa alasan Rizal Ramli, RR sapaan akrabnya, memilih berada di posisi netral, menurut RR, dilihat dari rekam jejaknya sejak mahasiswa dan aktif dalam pergerakan hanya loyal kepada cita-cita proklamasi.

“Dia hanya loyal sama cita-cita proklamasi yaitu mencerdaskan bangsa, itu saya perjuangkan lewat undang-undang wajib belajar 6 tahun. Mensejahterakan rakyat, itu kami perjuangkan dengan undang-undang BPJS, dan kebijakan ekonomi yang pada dasarnya mencerdaskan, mensejahterakan dan menjaga kedaulatan,” katanya.

Ia menegaskan, jika dirinya sangat mendukung Trisakti dan Nawacita dalam program kampanye Jokowi pada pemilihan presiden 2014 lalu.

“Tapi dalam prakteknya banyak sekali kebijakan yang justru nggak Trisakti.
Demikian juga dengan Nawacita. Jadi sebagian dari Nawacita itu hanya slogan untuk kampanye, pada pelaksanaannya sedikit sekali,” ungkapnya.

RR memberi contoh salah satu alokasi anggaran infrastruktur Presiden Jokowi di daerah. “Itu bagus, kami dukung banget,” ucapnya.

Continue Reading
Advertisement
1.327 Comments