Connect with us

Batu Bara

Sempat Adu Mulut, Warung Remang-remang Bantaran Sungai di Batu Bara Dibongkar Paksa

Published

on

Salah satu warung remang-remang yang dibongkar paksa, Selasa (16/06/2020).

Jangkau.com, Batu Bara – Meski telah diberi peringatan, namun keberadaan warung remang-remang yang kerab disebut warung benteng atau warung Bira-Bira di bantaran sungai Desa Titi Payung dan Desa Sipare-pare Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara sudah tetap beroperasi.

Keadaan ini praktis telah meresahkan warga dua desa. Karena meresahkan, warung remang-remang tersebut dibongkar paksa oleh pemerintah Kecamatan Air Putih bersama unsur Forkopimcam dan Kasat Pol PP Batu Bara meski sempat diwarnai perang adu mulut, Selasa (16/06/2020).

Pasalnya keberadaan warung remang-remang yang menyediakan tuak dan minuman keras serta pelayan perempuan muda tersebut terindikasi sudah meresahkan warga yang tinggal dikawasan itu yaitu Desa Titi Payung dan Desa Sipare-pare Kecamatan Air Putih, Batu Bara.

Pembongkaran warung dipimpin langsung Camat Air Putih Rahmad Khaidir Lubis bekerjasama dengan Sat Pol PP Batu Bara, Polsek Indrapura, Koramil 02 AP, Kepala Desa, Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Tokoh Masyarakat dua desa.

Kepada wartawan, Camat Air Putih Rahmad Khaidir Lubis didampingi Kepala Desa Sipare-pare M. Isa menjelaskan bahwa pembongkaran warung remang- remang ini dilakukan atas dasar pertimbangan telah mengganggu masyarakat dua desa. Dikatakan Camat sebelumya pemilik warung sudah disurati.

“Sudah tiga kali kita berikan surat ke pada pemilik warung untuk membongkar sendiri warungnya. Kita telah melakukan pendekatan agar warung ditertibkan dan dibongkar sendiri sesuai kesepakatan bersama sebelumya. Namun pemilik warung sepertinya tidak mengindahkan sehingga kita lakukan tindakan tegas dengan membongkar seluruh warung-warung yang masih berdiri di bantaran sungai. Ini kita lakukan atas dasar koordinasi pihak pimpinan pemerintahan Daerah maupun Kecamatan,” terang Camat.

Sempat terjadi adu mulut antara pemilik salah satu pakter tuak yang juga memiliki kolam ikan. Pemilik tidak bersedia warungnya dirubuhkan.

Namun Kasat Pol PP Batu Bara Rahman Hadi tak bergeming, dengan tegas anggotanya diperintahkan membongkar habis seluruh warung dibantaran sungai tersebut.

Sesikitnya ada 24 warung tuak yang dirubuhkan, ada juga warga yang bermohon untuk membongkar sendiri. (amr)

Continue Reading
Advertisement
5 Comments

5 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.