Connect with us

Batu Bara

Terancam Digugat, Demi Ambisi Kades Pakam Raya Selatan Pecat Seluruh Parades

Parades Desa Pakam Raya Selatan (PRS) yang diberhentikan Kadesnya saat mempersiapkan berkas gugatan mereka, Minggu (17/05/2020).

Jangkau.com, Batu Bara – Demi ambisi kekuasaan, satu lagi Kepala Desa ( Kades) di Kabupaten Batu Bara yang beranggapan sebagai penguasa tunggal serta memiliki hak prerogatif menempuh kebijakan yang menyebabkan kegusaran di desa yang bersangkutan.

Meski baru dilantik pertama sekali sebagai Kades Desa Pakam Raya Selatan (PRS) Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara pada Desember 2019 lalu, Parluhutan Situmorang langsung menunjukkan ‘taring’ sebagai penguasa tunggal.

Untuk membentuk ‘kabinet’ nya, aturan demi aturan pun diduga ditabrak Parluhutan Situmorang agar ambisinya ‘membersihkan’ orang orang yang tidak sejalan dengannya dapat terlaksana.

Pada ‘pembersihan’ yang dilakukan Parluhutan Situmorang, terlihat dengan jelas aroma KKN. Hampir semua jabatan yang dirombak diisi oleh keluarganya. Sisanya ditenggarai diisi oleh timsesnya sewaktu Pilkades serentak 2019 yang menghantarnya ke singgasana kekuasaan bagaikan ‘raja’.

Ambisi Kades PRS merombak seluruh parades ternyata tidak mulus. Perlawanan dari pihak yang merasa dizholimi terus mengusik ketenangan Kades di singgasananya.

Betapa tidak, meski telah diganti oleh Kades PRS pada 11 Mei lalu, namun 11 perangkat desa (parades) tidak bersedia mundur dan masih tetap beranggapan sebagai perangkat desa yang sah.

Kepada wartawan, Minggu 17 mei 2020, Ayu Rayuni Pangaribuan selaku juru bicara kesebelas perangkat desa PRS yang diberhentikan menyebutkan dalil dalil yang memperkuat klaim mereka tetap sebagai perangkat yang sah.

Pertama, mekanisme pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa sama sekali tidak mengacu pada Permendagri No. 67 Tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

Kedua, Kades juga mengabaikan Surat Edaran Bupati Batu Bara No. 443/2132 tahun 2020 tentang larangan Kades merombak perangkat desa selama wabah Covid-19.

Ketiga, pemberhentian 11 parades dengan pejabat baru juga tanpa rekomendasi tertulis dari Camat Medang Deras sebagaimana dipersyaratkan pada peraturan perundang-undangan.

Keempat, Kepala Desa PRS telah melimpahkan tugas kepada pihak lain sebagai parades tanpa dasar hukum yang jelas.

Bahkan Kades juga telah melakukan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap I tanpa sepengetahuan Kaur Keuangan desa yang sah.

“Berdasarkan dalil dalil diatas kami menilai Kades PRS Parluhutan Situmorang tidak cakap administrasi dalam membuat kebijakan yang melanggar peraturan perundang-undangan yang sah. Maka kami beranggapan bahwa kami masih tetap menjabat sebagai perangkat desa yang sah,” tegas Ayu Rayuni Pangaribuan.

Terkait pemberhentian parades Desa PRS yang dinilai melanggar peraturan perundang-undangan yang sah, Ayu Rayuni berujar pihaknya telah melaporkan masalah ini ke PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) Kabupaten Batu Bara untuk menggugat kebijakan Kades.

Di tempat yang sama Kaur Keuangan Desa PRS Bambang Syahputra Butar Butar menjelaskan dasar pengeluaran SP (Surat Peringatan) I pada 12 Februari dilanjutkan dengan SP II pada 3 Maret dan terakhir pada 10 Maret 2020 sekaligus pemberhentian dirinya tidak mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya tetap aktif bekerja namun sejak Kades sebelumnya sering ditugaskan keluar. Seluruh tugas-tugas keuangan saya kerjakan dengan baik. Memang saya pernah seminggu tidak masuk kerja karena ada keperluan namun saya sudah buat surat ijin kepada Kades,” terang Bambang.

Setelah dirinya diberi SP III, Kades tidak membayar honornya selaku perangkat desa selama 4 bulan terakhir. Penghasilan tetapnya sebagai Kaur Keuangan diduganya dialihkan kepada pihak lain.

Terpisah, Sekretaris PPDI Kabupaten Batu Bara Aryadi membenarkan telah menerima pengaduan 11 parades Desa Pakam Raya Selatan yang diberhentikan Kadesnya diduga tanpa melalui prosedur yang berlaku.

Terkait pengaduan tersebut Aryadi mengatakan pihaknya akan memperjuangkan kesebelas parades hingga diaktifkan kembali sebagai parades. (amr)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.