Connect with us

Batu Bara

Tim Gugus Tugas Batu Bara Soal Kasus Positif Covid Malah Bikin Risau Warga?

Published

on

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Batubara, Wahid Khusyairi menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Batubara pada Sabtu (20/06/2020).

Jangkau.com, Batu Bara – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Batu Bara kembali mengumumkan dua kasus tambahan warga positif terpapar Covid-19, Sabtu (20/06/2020).

Juru Bicara Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Batu Bara, Wahid Khusyairi menyebutkan dua kasus tambahan tersebut merupakan ibu dan anak, warga Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara.

Adapun identitas keduanya adalah SD (43) dan anaknya RS (7). Baik SD dan RS diketahui sebagai orang tanpa gejala (OTG).

Namun ada potret yang merisaukan bagi warga Batu Bara atas gerakan tim gugus Covid-19 Batu Bara hingga menimbulkan beberapa kejanggalan.

Kronologis Perjalanan Pasien Buram

Sekretaris Juru Bicara GTPP Batu Bara drg. Wahid Khusyairi dalam rilisnya menyebutkan pada tanggal 18 maret 2020 lalu telah dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap OS karena tetangganya ada yang baru pulang dari Kalimantan dan Batam oleh bidan desa dengan hasil PE tidak ada keluhan atau gejala.

Ternyata, dari hasil penelusuran di lapangan ditemukan bahwa tidak ada tetangga dekat SD dan RS (dua warga positif terpapar Covid-19 – Red) yang datang dari Kalimantan dan Batam.

Warga setempat malah bingung saat disinggung soal identitas tetangga mereka yang sebelumnya pernah datang dari Kalimantan dan Batam seperti yang dinyatakan TGPP Batu Bara.

“Tetangga yang mana? Setahu ku gak ada tetangga kami di sini yang baru pulang dari Batam sama Kalimantan, gak pernah tau kami, kami pun jadi risau di sini,” kata ZD seorang tetangga SD dan RS, senin (22/06/2020).

Tetangga SD lainnya pun juga menuturkan hal sama, menguatkan kalau tidak ada jiran sekitar rumah mereka yang pulang dari Kalimantan dan Batam.

“Gak ada pak, saya kan kenal sama tetangga-tetangga di sini. Siapa yang dimaksud dalam pemberitaan kalau ada yang pulang dari batam, orang itu lah (TGPP) yang tau,” kata KR seorang juga tetangga SD.

Tak puas, kami kembali menelusuri ke warga yang berdomisili sekitar rumah SD, tetap saja mendapati hasil informasi yang sama. Bahwa tidak ada jiran mereka yang sebelumnya pulang dari Kalimantan dan Batam.

TGPP Covid-19 Batu Bara Buka dan Sebar Data Pribadi Korban Positif

Ada norma ketentuan organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk tidak membuka identitas korban Covid-19.

Begitu juga dalam pasal yang mengatur soal perlindungan data pribadi, Pasal 32 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang menyatakan bahwa pasien memiliki hak terkait data medisnya.

Namun juru bicara TGPP Covid-19 Batu Bara, dr Wahid Khusyari dengan enteng membeberkan dan menyebarkan kelengkapan dua data pribadi warga positif terpapar Covid-19 tanpa samar.

Hingga membuka identitas data pribadi mulai nama hingga domisili tinggal tersebut berpotensi melahirkan diskriminasi terhadap korban dan menambah kepanikan warga sekitar.

Soal data pasien ini juga diatur pada Pasal 54 UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik pasal 54 Ayat (1) UU berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengakses dan/atau memperoleh dan/atau memberikan informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 huruf a, huruf b, huruf d, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, dan huruf j dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan pidana denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah)”.

Slow Respon Terkesan Sepele

Hasil pemeriksaan Swab Mandiri di RS Murni Teguh Medan, SD dan RS dinyatakan positif covid-19 berdomain Orang Tanpa Gejala (OTG) dan keduanya dianjurkan melakukan isolasi mandiri.

Sejak dinyatakan positif tepatnya jumat 19 juni 2020. Usai mengambil hasil Swab di Medan dan ingin kembali ke rumah, dengan menggunakan mobil pribadi sama sekali tidak ada pengawalan dari pihak tim gugus terhadap SD dan RS walau telah dinyatakan positif. Keduanya masih sempat melakukan perjalanan ke beberapa tempat.

Jumat malam SD dan RS pun tiba di rumah kediamannya. Namun hingga sabtu siang keesokan harinya. Belum ada penanganan khusus yang dilaksanakan oleh tim gugus kabupaten.

Sejak didapati dan dinyatakan positif. Dalam semalam mulai Jumat 19 hingga sabtu 20 juni 2020 pukul 14:00 Wib, lantaran belum ada penanganan khisis, SD dan RS masih tinggal seatap dengan sanak keluarga lainnya. Sedikitnya ada empat orang dalam rumah.

Hingga pukul 14:00 lewat masih di hari yang sama TGPP Kabupaten baru melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang yang sempat berkontak fisik dengan SD dan RS, termasuk ke sopir yang membawa keduanya.

Hingga sore harinya, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Batu Bara dr Wahid Khusyairi mengumumkan keduanya (SD dan RS – red) masuk radar kasus tambahan warga Batu Bara yang positif terpapar virus Corona Disease 2019.

Continue Reading
Advertisement
5 Comments

5 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.