Connect with us

Batu Bara

Warga Keluhkan Kinerja Kades Titi Payung

Published

on

Jangkau.com, Batubara – Kinerja Kepala Desa Titi Payung kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara mulai menjadi sorotan publik dan sangat dikeluhkan oleh warganya sendiri. Keluhan tersebut terkait pengalokasian dana desa yang dianggap gagal dalam perencanaan.

Warga menilai jika penggunaan Dana Desa banyak yang tidak tepat sasaran, di antaranya pembangunan rabat beton yang tidak sesuai dengan bestek dan pembuatan parit pasangan yang terkesan asal-asalan karena tidak memiliki ujung air bermuara atau tidak tembus ke saluran akhir.

Sehingga setiap datang hujan, volume debit air yang bertambah akan melimpah meluap memenuhi jalan karena parit pasangan yang dibangun tidak berujung. Berakibat jalan yang dibangun menggunakan dana desa dengan bestek yang tidak sesuai pun rusak parah.

“Semua pengerjaan parit leningan gak ada tembusannya bang, semua buntu, kek proyek gak jadi bg. lama lama kek gini bisa jadi sarang nyamuk bang. apa lagi ini musim penghujan” keluh Inur salah seorang warga Desa Titi Payung, rabu (10/10/2018).

Inur menjelaskan, jika hujan deras datang, maka air hujan itu akan membanjiri seluruh jalan bahkan bisa masuk ke rumah warga sekitar yang terdampat banjir. Sehingga hampir seluruh akses di desa itu terlihat rusak akibat tekanan air hujan.

Tentu ini menjadi sebuah ancaman yang serius bagi warga karena genangan air tersebut akan menjadi sarang nyamuk.

Genangan air juga merendam dua dusun yaitu dusun I (satu) dan dusun VI (enam), warga sudah banyak yang mengeluhkan hal ini. namun tidak ada tanggapan dari kepala desa setempat.

“Warga khawatir genangan air bisa menjadi sarang nyamuk yang bisa menimbulkan penyakit malaria dan demam berdarah,” Inur.

“jalan jalan desa pun banyak yang berlubang, seolah olah Kades tutup mata dengan keadaan desanya, kesehatan kami seperti diabaikan oleh kades kami,” tutup Inur.

Seorang warga lainnya yang tak ingin disebut namanya juga merasa heran dengan pengalokasian Dana Desa di Desa tersebut, sebab menurutnya setiap kali ada pembangunan warga selalu tidak di turut sertakan dalam pengerjaan.

“Saya sangat curiga dengan salah satu proyek leningan yang dikerjakan tahun ini, kuat dugaan saya, pak Kades ada main mata dengan pemborongnya sehingga pengerjaan asal jadi aja bang,” ucap seorang warga lainnya yang tak ingin disebut namanya tersebut.

Kepala Desa Titi Payung, Mazlan, saat dihubungi melalui telfon gengamnya sekira pukul 14:00 (10\10\2018) membantah jika di desa nya mengalami banjir jika hujan turun.

“Ini kan musim hujan, wajar kalau ada daerah yang banjir, seperti desa tanah tinggi yang saat ini banjir,” bantah Nazlan, Rabu (10/10/2018).

Continue Reading
Advertisement
411 Comments

411 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.