Connect with us

Batu Bara

Website LPSE Batubara Kembali Error, Kontraktor Kecewa

Published

on

Jangkau.com, Batubara – Website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Batubara sejak sebulan lalu dilaporkan eror atau tidak bisa dikunjungi.

Akibatnya, kalangan kontraktor yang ingin mengikuti proses lelang terkendala, hingga menimbulkan kecurigaan terhadap penyelenggara.

Salah seorang kontraktor asal Batubata, Azmi mempertanyakan kesiapan panitia proses lelang di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) dalam mengelola situs LPSE tersebut.

“Aku kecewa, setiap kali login web ingin melakukan penawaran pasti websitnya eror, sebenarnya ada apa ini?,” ucap Azmi kepada kepada jangkau.com, Senin (08/06/2019).

Azmi mencurigai jika erornya situs LPSE Batubara faktor kesengajaan dari pengelola situs, adanya main mata antara panitia penyelenggara lelang dengan beberapa kontraktor yang memiliki kedekatan dengan pemkab Batubara yang kemudian dipersiapkan untuk dimenangkan.

“Jangan-jangan ada main mata antara beberapa kontraktor dengan penyelenggara, karena tiba-tiba saja nanti sudah diumumkan perusahaan pemenang tender, kan aneh,” pengkasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Batubara, Marlin Pasaribu mengaku terganggunya situs laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di pemkab Batubara membuat proses lelang di daerah itu jadi minim progres.

“Biasanya bulan-bulan ini, seharusnya ditargetkan sudah 50-60persen, bahkan ada yang bisa mulai pengerjaan. Tapi sekarang baru sekitar 30 kegiatan dalam proses,” ujarnya seperti dilaporkan Kontra.ID pada senin, 8 Juli 2019.

Marlin beralasan jika erornya website akibat turunnya jaringan internet ketika arus yang besar menyerang LPSE Batubara.

“Berdasarkan hasil diskusi kita di Sumatera Utara, katanya jaringan LPSE kita ada semacam ganguan berupa case atau sengaja dicase,” kata Marlin Pasaribu tanpa membeberkan proyek besar apa saja yang dicase lelangnya akibat gangguan sistem tersebut.

Di case ini, lanjut Marlin, artinya ada seolah-olah arus besar atau serangan berupa hacker yang ingin menjebol database LPSE Batubara, ini berarti kan ada semacam upaya creak atau merusak.

Maka untuk mengantisipasi hal itu, kadang sengaja kita block dan servernya kita alihkannya ke IP addres https://103.123.230.3/eproc4 dengan tujuan untuk mengamankan. Tapi Marlin tidak menyebutkan proyek mana yang akan diamankannya dari serangan hacker tersebut.

Tim media jangkau.com, senin (08/06/2019) malam saat mencoba mengunjungi website LPSE Kabupaten Batubara juga mengalami hal serupa.

(Hasil tampilan situs LPSE Kabupaten Batubara saat dikunjungi/eror Data Table Warning)

Membantah alasan Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Batubara, Marlin Pasaribu seperti dilansir dari berbagai sumber seperti artikel, dijelaskan Data Tableswarning bukanlah serangan hacker, maupun upaya creak atau merusak situs, melainkan diakibatkan adanya kesalahan (pengelola web) dengan sengaja dalam memasukkan coding dari coding filenya.

Mulai dari url ajaxnya atau scriptnya, biasanya itu file url data tidak ditemukan atau ada syntax script yang salah.

Kemungkinan alasan lainnya, kesalahan coding yang tidak sesuai nama tabelnya, mulai dari file index,php, ketidakpahaman dalam mengelola situs fungsi datatable melalui javascript, ajax (alamat file ajax), dan order (untuk mentukan urutan default tabel), dalam hal ini saat mengirimkan urutan nomor index. Kuat kemungkinan semuanya itu adalah kesalahan atau kesengajaan dari pengelola situs.

(Visitor website https://lpse.batubarakab.go.id selama tiga bulan terakhir, sumber: Alexa)

Menurut Marlin, erornya situs akibat menurunnya jaringan internet ketika arus yang besar menyerang LPSE Batubara.

Padahal jika dicek dari diagram Alexa, situs LPSE kabupaten Batubara jumlah visitor atau pengunjungnya selama tiga bulan terakhir rata-rata perharinya hanya 965 pengunjung, dan angka itu bukanlah angka yang besar dalam kunjungan sebuah situs.

Diberitakan sebelumnya, sistem lelang umum berbasis daring milik Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Batubara terkena ganguan jaringan, diduga, sistem tersebut diretas oleh Hacker yang tak bertanggung jawab.

Continue Reading
Advertisement
134 Comments

134 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.