Connect with us

Batu Bara

Zahir Larang Mudik, Lalu Lintas di Batu Bara Makin Ramai Parah?

Published

on

Jangkau.com, Batu Bara – Arus mudik di tengah pandemi Covid-19 masih ramai lalu lintas jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Kini, di kabupaten Batu Bara bakal menanggung risiko meluasnya sebaran covid-19 karena Pemerintah di daerah itu masih setengah hati melarang pemudik.

Larangan mudik baru sekadar imbauan dari Bupati, tak ada sanksi tegas. Jalanan lintas di daerah itu yang masih terbuka lebar membuat warga bebas bepergian. Orang dari luar pun juga masih bisa masuk.

Sejak 15 Maret 2020, Bupati Batu Bara, Zahir umumkan status tanggap darurat COVID-19 di Daerahnya. Status tersebut berlaku setelah 16 Maret 2020 meski tidak ada pasien yang positif corona. Sejak itu, aktivitas warga, termasuk arus lalu lintas di Batu Bara terbilang cukup lengang.

Kemudian pada 12 Mei 2020, Bupati bersama Kapolres di daerah itu umumkan larangan mudik, saat meninjau persiapan Pos Check Point di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di perbatasan Serdang Bedagai dan Batu Bara, Kecamatan Laut Tador, Selasa (12/05/2020).

Zahir bersama Kapolres mengatakan pihaknya secara integrasi akan memeriksa setiap kendaraan yang masuk ke Batu Bara, dan jika ditemukan ada indikasi kendaraan dari luar melakukan mudik, akan dikembalikan ke tempat asal.

Dalam larangan mudik itu pula, Bupati bersama Kapolres juga imbau masyarakat untuk tetap mewaspadai covid-19 dengan cara pakai masker, tidak mudik, menghindari kerumunan orang, saling menjaga jarak, dan tak panik.

Tapi ni yah, pada Kamis 15 Mei 2020 menjelang lebaran, kok arus lalu lintas di jalan lintas Sumatera dari arah daerah serdang Bedagai (Sergai) dan Batu Bara tetap ramai parah?

Polisi pun turut berjaga-jaga untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kendaraan di sekitar lokasi, namun tak ada aktivitas polisi atau petugas Dinas Perhubungan yang melarang kendaraan yang sedang melintas.

Meaki ada larangan mudik yang telah diimbau dari Bupati, namun ribuan lalu lintas bisa saja sebagian pemudik masih tetap masuk ke Batu Bara – Medan, Batu Bara dan Asahan, Batu Bara dan Simalungun serta sebaliknya.

Melalui tiga arah, dalam sehari diperkiran hingga ribuan jiwa berhasil masuk.

Jangkauan media, Kamis hingga Jumat 15 mei 2020, terlihat ribuan pengendara dalam sehari berhasil memasuki Batu Bara, bahkan dirasakan lebih aman untuk lolos, karena jalur utama tak terpantai pemeriksaan ketat di setiap gerbang perbatasan menuju daerah itu terutama dari kota medan.

Sebelumnya, Bupati kabupaten Batu Bara, Ir Zahir M.Ap pada 12 Mei 2020 lampau mengatakan, di tiap Pos Check Point pemeriksaan larangan mudik di Batu Bara jumlahnya ada di tiga titik berbeda.

Salah satunya, adalah di wilayah perbatasan Serdang Bedagai dan Batubara, disana, Zahir mengatakan pihaknya bersama kepolisian secara integrasi akan memeriksa setiap kendaraan yang datang dari Medan. Dan jika ditemukan aktivitas mudik di sana, pihaknya akan memulangkan setiap kendaraan dari daerah asalnya.

Mengapi imbauan Bupati, Salah seorang penguna jalan, Husni Mubarok mengatakan imbauan Bupati tersebut tidak logis, ia menyebut sebaiknya Bupati memahami dulu dampaknya sebelum asal bicara.

“Jika diperiksa satu persatu di tiap-tiap pos cheek point, apa itu tidak semakin memperparah kemacatan di sepankang jalanan di daerah kita? Menimbang masih simpang siurnya kebijakan daerah dan pusat dalam hal larangan mudik ini saya berharap Bupati tidak asal bicara,” katanya.

Anggota Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di daerah itu juga menyebut larangan Bupati tersebut tidak logis,

” Tidak logis, sebaiknya lebih baik Bupati memperbanyak iklan dan informasi larangan mudik di sepanjang jalisum dari pada asal bicara akan memulangkan pemudik ke tempat asalnya, ini kan ga logis, hanya terkesan asal bicara ya. Saya fikir memperbanyak larangan lewat informasi disepanjang jalan itu sedikit membantu,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.