Jangkau.com – Batubara: Sepertinya kata “sejahtera” hanya manis di bibir saat seremonial pelantikan saja. Ratusan Guru dan Operator Sekolah berstatus PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Batu Bara kini harus belajar teknik “bertahan hidup tanpa gaji” tepat di saat aroma kue Lebaran mulai tercium di rumah-rumah pejabat.
Meski telah resmi dilantik oleh Bupati Baharuddin Siagian pada awal tahun 2026 sebagai “garda terdepan” pendidikan, nasib para pahlawan tanpa tanda jasa ini malah berakhir tragis: terlupakan. Sudah tiga bulan lamanya kantong mereka kering, sementara tuntutan mencerdaskan anak bangsa tetap berjalan tanpa henti.
Anggaran Ada, Tapi Barangnya Mana?
Kejanggalan ini semakin tajam ketika Anggota Banggar DPRD Batu Bara dari Fraksi PDI Perjuangan, Jalasmar Sitinjak, buka suara. Saat dikonfirmasi Jangkau.com pada Jumat (6/3/2026), Jalasmar seolah melempar “bom” ke arah eksekutif.
“Gaji itu sudah dianggarkan. Saya sendiri yang mengawal di Banggar,” cetusnya dengan nada heran.
Undangan Ke Gedung Dewan
Jalasmar pun tampak habis kesabaran. Ia menantang para guru dan operator sekolah yang sudah mulai “kenyang” dengan janji-janji untuk segera menggeruduk gedung DPRD.
“Datang ke DPRD! Kami akan panggil dinas terkait dan eksekutif. Kita tanya, apa susahnya membayarkan hak orang yang sudah bekerja?” tegasnya.
Tentu publik menunggu, apakah Pemerintah Kabupaten Batu Bara perlu menunggu hingga Lebaran usai untuk mencairkan gaji tersebut, atau harus menunggu para guru ini beralih profesi menjadi pengemis di depan kantor bupati agar kebutuhan hari raya mereka terpenuhi?
Pendidikan mungkin prioritas dalam pidato, tapi urusan perut guru, nampaknya masih urusan sekian. (map)

