Close Menu
Jangkau

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Satu Minggu Pasca RDP Tetap Nihil, Guru PPPK Batu Bara Beri Ultimatum: Mogok Masal Jika Gaji Tak Cair!

    12 Mei 2026

    KPAD Batu Bara ‘Lempar Handuk’, Mundur Massal Jadi Tamparan Telak Bagi Pemkab

    12 Mei 2026

    DPRD Batu Bara Teken Fakta Integritas, IWO Tunda Aksi “Kepung” Gedung Rakyat

    12 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    Trending
    • Satu Minggu Pasca RDP Tetap Nihil, Guru PPPK Batu Bara Beri Ultimatum: Mogok Masal Jika Gaji Tak Cair!
    • KPAD Batu Bara ‘Lempar Handuk’, Mundur Massal Jadi Tamparan Telak Bagi Pemkab
    • DPRD Batu Bara Teken Fakta Integritas, IWO Tunda Aksi “Kepung” Gedung Rakyat
    • Drama “Pansus Omon-Omon”: IWO dan Kedatukan Lima Puluh Siap Bangunkan DPRD Batu Bara dari Tidur Nyenyak
    • Skandal Gaji Guru PPPK PW Batu Bara: Dewan Sebut Anggaran “Lenyap”, Mantan Pejabat Klaim Tak Pernah Ada
    • Kadisdik Batu Bara Mangkir RDP Gaji Guru PPPK, Dewan Desak Copot!
    • Gaji Guru PPPK Batu Bara Macet 5 Bulan, Hardiknas Berujung Duka!
    • Perkokoh Sinergi, Danyon TP 956/Sultan Bidar Alam Gelar Silaturahmi dengan Keluarga Besar Kesultanan Billah
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    JangkauJangkau
    • Beranda
    • Budaya
    • News
      • Sumut
      • Nasional
      • Dunia
      • Daerah
      • Politik
      • Olahraga
    • EduTaiment
      • Pendidikan
      • Kesehatan
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Agama
    • Umum
    • Cakap Cakap
    • Multimedia
    • Sejarah
    Jangkau
    Home » KPAD Batu Bara ‘Lempar Handuk’, Mundur Massal Jadi Tamparan Telak Bagi Pemkab
    Daerah

    KPAD Batu Bara ‘Lempar Handuk’, Mundur Massal Jadi Tamparan Telak Bagi Pemkab

    Jangkau.comBy Jangkau.com12 Mei 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Penyerahan Surat Pengunduran Diri KPAD
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

    Jangkau.com – Batu Bara: Kabar mengejutkan datang dari benteng pertahanan terakhir anak-anak di Kabupaten Batu Bara. Tujuh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) periode 2025–2030 secara resmi menyatakan mundur massal. Fenomena ini bukan sekadar urusan administratif biasa, melainkan sebuah “tamparan keras” bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara yang dinilai selama ini hanya ‘setengah hati’ mengurusi perlindungan anak.

    Surat pengunduran diri yang telah ditandatangani sejak 1 Mei 2026 tersebut resmi mendarat di meja resepsionis Pemkab Batu Bara pada Senin (11/5/2026). Langkah drastis ini memicu pertanyaan publik: Apakah KPAD selama ini memang didukung, atau sengaja dibiarkan “mati pelan-pelan” tanpa anggaran dan kebijakan yang nyata?

    Prosedur Administratif di Tengah Krisis Komitmen

    Ketua KPAD Batu Bara, Helmi Syam Damanik, sempat melakukan konsultasi dengan Kabag Hukum Pemkab Batu Bara, Doni Irawan Harahap, sebelum menyerahkan dokumen pengunduran diri tersebut. Sesuai prosedur, seluruh SK kepengurusan kini telah dikembalikan kepada Bupati.

    Meski alasan resmi yang muncul ke permukaan adalah “kesibukan masing-masing komisioner”, publik tidak serta-merta percaya. Bagaimana mungkin lembaga yang baru dilantik pada 23 Januari 2025 ini tiba-tiba lumpuh total hanya karena masalah waktu?

    “Kurang lebih satu setengah tahun kita berdiri dan tetap berjalan membantu persoalan anak. Namun melalui hasil rapat, kami sepakat mengembalikan SK kepada Bupati,” ujar Helmi dengan diplomatis.

    Potret Kegagalan Pemerintah Daerah?

    Namun, di balik diksi “sibuk”, tersirat aroma lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menopang eksistensi KPAD. Sebagai lembaga yang seharusnya menangani kekerasan dan eksploitasi anak, KPAD semestinya dipersenjatai dengan anggaran dan keberpihakan kebijakan yang kuat.

    Sayangnya, realita di lapangan justru menunjukkan lembaga ini berjalan dalam keterbatasan yang menyesakkan. Logika sederhananya: Bagaimana mungkin lembaga perlindungan anak bisa bekerja maksimal jika perhatian pemerintahnya saja minim?

    Ironisnya, mundurnya seluruh pengurus ini terjadi di tengah tingginya angka persoalan sosial yang melibatkan anak dan perempuan di Batu Bara. Kini, masyarakat bertanya-tanya: siapa yang akan menjadi pelindung bagi anak-anak korban kekerasan jika lembaganya saja sudah “bubar jalan”?

    Masa Depan Generasi yang Terancam

    Pengunduran diri massal ini bukan hanya soal tujuh orang yang berhenti bekerja. Ini adalah potret buram kegagalan pemerintah daerah dalam menjaga masa depan generasi daerah. Jika perlindungan anak dianggap sebagai beban atau sekadar pelengkap administratif, maka jangan kaget jika angka kekerasan terhadap anak akan terus meroket tanpa ada yang membela.

    Gedung Pemkab Batu Bara kini harus menjawab: apakah mereka akan membiarkan kursi KPAD kosong melompong, ataukah ini menjadi momentum untuk benar-benar serius berbenah? (map)

    Post Views: 146
    Berita Batu Bara Terkini Helmi Syam Damanik KPAD Batu Bara Pemkab Batu Bara perlindungan anak
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
    Jangkau.com
    • Website

    Platform media cyber berbudaya baik. Lahir dengan semangat baru menjunjung tinggi standar jurnalisme dalam peliputan.

    Related Posts

    Satu Minggu Pasca RDP Tetap Nihil, Guru PPPK Batu Bara Beri Ultimatum: Mogok Masal Jika Gaji Tak Cair!

    12 Mei 2026

    DPRD Batu Bara Teken Fakta Integritas, IWO Tunda Aksi “Kepung” Gedung Rakyat

    12 Mei 2026

    Drama “Pansus Omon-Omon”: IWO dan Kedatukan Lima Puluh Siap Bangunkan DPRD Batu Bara dari Tidur Nyenyak

    09 Mei 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Jangan Lewatkan

    Noise-Cancelling Headphones For a Superb Music Experience

    15 Januari 2020

    Harry Potter: 10 Things Dursleys That Make No Sense

    15 Januari 2020

    Dubai-Based Yacht Company is Offering Socially-Distanced Luxury

    15 Januari 2020

    The Courier – a New Song with Benedict Cumberbatch

    14 Januari 2020

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Don't Miss
    Daerah

    Satu Minggu Pasca RDP Tetap Nihil, Guru PPPK Batu Bara Beri Ultimatum: Mogok Masal Jika Gaji Tak Cair!

    By Jangkau.com12 Mei 20260

    Jangkau.com – Batu Bara: Harapan akan adanya titik terang pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara…

    KPAD Batu Bara ‘Lempar Handuk’, Mundur Massal Jadi Tamparan Telak Bagi Pemkab

    12 Mei 2026

    DPRD Batu Bara Teken Fakta Integritas, IWO Tunda Aksi “Kepung” Gedung Rakyat

    12 Mei 2026

    Drama “Pansus Omon-Omon”: IWO dan Kedatukan Lima Puluh Siap Bangunkan DPRD Batu Bara dari Tidur Nyenyak

    09 Mei 2026
    About Us
    About Us

    Jangkau.com merupakan platform media siber independen berbudaya baik. Lahir dengan semangat baru menjunjung tinggi standar jurnalisme yang sesungguhnya dalam peliputan untuk disajikan kepada pembaca.

    Jangkau.com | Memimpin Budaya Baik

    Email : jkredaksi@gmail.com
    Contact : 082364888838

    Berita Lainnya

    Satu Minggu Pasca RDP Tetap Nihil, Guru PPPK Batu Bara Beri Ultimatum: Mogok Masal Jika Gaji Tak Cair!

    12 Mei 2026

    KPAD Batu Bara ‘Lempar Handuk’, Mundur Massal Jadi Tamparan Telak Bagi Pemkab

    12 Mei 2026

    DPRD Batu Bara Teken Fakta Integritas, IWO Tunda Aksi “Kepung” Gedung Rakyat

    12 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • REDAKSI
    • CONTACT
    • DISCLAIMER
    • Ciber Media Guidelines
    © 2026 Jangkau.com. By BisnisBatuBara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.