Jangkau.com – Batu Bara: Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Batu Bara pada Selasa (5/5/2026) berlangsung panas dan penuh ketegangan. Agenda krusial yang membahas nasib gaji Guru PPPK Paruh Waktu ini justru diwarnai aksi mangkirnya sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis.
BACA: Gaji Guru PPPK Batu Bara Macet 5 Bulan, Hardiknas Berujung Duka!
Kekecewaan mendalam langsung disampaikan oleh Ketua Komisi III, Agung Setiawan. Ia sangat menyayangkan absennya Kepala BKPSDM, Kepala BPKAD, dan yang paling disorot adalah Kepala Dinas Pendidikan Batu Bara, Wali Wala Azhari Sagala, dalam pertemuan yang sangat dinantikan para guru tersebut.
Dewan Merasa Dilecehkan: “Pimpinan OPD Abai!”
Nada tinggi juga datang dari anggota Komisi III, Nafiar. Ia menilai ketidakhadiran para pimpinan tertinggi OPD tersebut sebagai bentuk ketidakpatuhan dan sikap abai terhadap lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan sah secara hukum.
“Seolah-olah mereka tidak menghargai undangan dewan. Ini adalah lembaga pengawas, kami punya payung hukum untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Ketidakhadiran ini menunjukkan mentalitas birokrasi yang buruk,” tegas Nafiar di ruang rapat.
Disdik Kirim Pejabat “Kemarin Sore”, RDP Buntu
Suasana RDP kian memanas saat perwakilan dari Dinas Pendidikan yang hadir yakni Plt. Sekretaris Disdik, perwakilan Kabid GTK, dan Bendahara Pengeluaran dinilai tidak berkompeten menjawab persoalan teknis penggajian.

Publik mencatat, para utusan ini merupakan wajah-wajah baru hasil “bongkar pasang” jabatan yang baru-baru ini dilakukan, sehingga mereka gagap dalam memberikan solusi konkret atas gaji guru yang telah macet selama lima bulan.
Tudingan “Pengecut” dan Desakan Pencopotan
Rudi Harmoko, selaku tim advokasi Guru PPPK Paruh Waktu, meledak di tengah rapat. Ia secara terang-terangan melabeli sikap Wali Wala Azhari Sagala sebagai tindakan pengecut.
“Sikap Kepala OPD yang tidak hadir ini adalah tanda pengecut, khususnya Plt. Kadis Pendidikan, Wali Wala Azhari Sagala. Dia tidak berani berhadapan langsung dengan guru-guru dan justru menumbalkan bawahannya untuk menghadapi RDP ini,” cetus Rudi dengan nada geram.
BACA: Krisis Disdik Batu Bara: Plt Sekretaris Mundur dan 26 Staf Dirombak
Tak hanya mencerca, Rudi secara resmi meminta DPRD Batu Bara mengeluarkan rekomendasi tegas kepada Bupati agar segera mencopot Wali Wala Azhari Sagala dari jabatan rangkapnya. Ia menilai kepemimpinan Wali Wala hanya menciptakan kekacauan birokrasi dan penderitaan bagi para pendidik. (map)

