Jangkau.com – Batu Bara: Kabar mengejutkan datang dari internal Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara. Di bawah kepemimpinan Wali Wala Azhari Sagala, instansi yang mengurusi hajat hidup ribuan guru dan siswa ini diterpa isu keretakan serius. Tak tanggung-tanggung, tiga Kepala Bidang (Kabid) dikabarkan telah menanggalkan jabatan mereka.
BACA: Tak Terima Gaji “Dianaktirikan”, Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Siap Kepung Disdik
Informasi yang dihimpun redaksi jangkau.com, gelombang pengunduran diri ini diawali oleh Kabid GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan), disusul oleh Kabid Pembinaan SD, dan yang terbaru adalah Kabid PAUD dan PNF.
Eksodus Pejabat: Spekulasi Kebijakan “Tidak Wajar”
Mundurnya tiga pilar strategis secara hampir bersamaan ini memicu spekulasi liar di kalangan publik maupun internal pemerintahan. Muncul pertanyaan besar, apakah iklim kerja di tubuh Dinas Pendidikan sedang dalam kondisi tidak sehat, ataukah ada tekanan kebijakan yang dinilai “tidak wajar” sehingga memantik eksodus massal tersebut?
Hilangnya Kabid GTK dan Kabid SD di tengah mencuatnya isu tunggakan gaji PPPK Paruh Waktu menambah kecurigaan bahwa ada benang merah antara carut-marut tata kelola pendidikan dengan mundurnya para pejabat ini.
Bungkam Seribu Bahasa
Hingga berita ini diterbitkan, ketiga mantan Kabid tersebut belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi hanya menemui jalan buntu, mereka memilih bungkam terkait alasan mendasar di balik langkah mundur yang sangat mendadak ini.
Keheningan para pejabat yang mundur ini justru semakin mempertebal tanda tanya. Jika kondisi internal baik-baik saja, mungkinkah tiga jabatan strategis dikosongkan secara sukarela tanpa alasan yang kuat?
Bola Panas di Tangan Kadisdik
Kini mata publik tertuju pada Wali Wala Azhari Sagala selaku pimpinan tertinggi di Dinas Pendidikan Batu Bara. Integritas kepemimpinannya kini dipertanyakan. Publik menanti klarifikasi terbuka mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik “pintu tertutup” kantor Disdik.
BACA: FK PPPK PW Batu Bara Resmi Terbentuk: Akmar Ramadhoni Jadi Inisiator
Jika fenomena ini dibiarkan tanpa penjelasan transparan, dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Batu Bara, terutama dalam menangani isu-isu krusial seperti kesejahteraan tenaga pendidik yang saat ini sedang memanas. (map)

