Jangkau.com – Batu Bara: Tampaknya, gedung DPRD Kabupaten Batu Bara sedang butuh “alarm” tambahan. Setelah berbulan-bulan hanya disuguhi tontonan janji manis tentang pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Plasma Perkebunan yang tak kunjung bangun dari mimpi, Kedatukan Lima Puluh dan Ikatan Wartawan Online (IWO) akhirnya memutuskan untuk datang langsung menjemput janji tersebut pada Selasa, 12 Mei 2026.
BACA: Perusahaan Bersikeras Pola Kemitraan, DPRD Batu Bara “Tabuh Genderang” Lewat Pansus Plasma
Langkah ini diambil setelah DPRD Batu Bara diduga mengalami gejala “masuk angin” akut. Bagaimana tidak? Janji pembentukan Pansus yang sempat menggebu-gebu di awal tahun kini menguap begitu saja, seolah-olah nota kesepakatan yang mereka buat hanyalah coretan di atas tisu toilet.
Seniman Janji di Kursi Legislatif
Ketua IWO Batu Bara, Darmansyah, tidak lagi mampu menahan rasa “kagumnya” atas kemahiran para wakil rakyat dalam mengolah kata. Menurutnya, komitmen lima fraksi yang sebelumnya gagah berani menyuarakan Pansus kini terbukti hanya retorika kosong yang tidak memiliki nyawa, apalagi nyali.
“Kesepakatan yang sudah dua kali disuarakan wakil rakyat itu ternyata hanya isapan jempol belaka. Kami salut melihat betapa santainya fraksi-fraksi ini mendiamkan usulan Pansus tanpa langkah konkret sedikit pun,” sindir Darmansyah, Jumat (8/5/2026).
Padahal, memori publik masih segar. Pada 9 Februari 2026, lima fraksi sudah berjanji meningkatkan level dari sekadar rapat-rapat cantik (RDP) menjadi Pansus yang punya taring. Janji itu kembali diulang-ulang pada pembahasan LKPj 31 Maret lalu. Namun, hingga bunga-bunga di halaman kantor DPRD layu dan mekar kembali, Pansus tersebut tetap menjadi misteri.
Terlalu Sibuk ‘Jalan-Jalan’ ketimbang Urus Rakyat?
Gerah dengan kemacetan komitmen ini, IWO Batu Bara sudah resmi mengirimkan “undangan bertamu” alias surat pemberitahuan aksi ke Polres Batu Bara pada Kamis (7/5). Menariknya, aksi 12 Mei nanti bukan hanya soal lahan plasma, tapi juga soal “wisata dinas” para anggota dewan.
Darmansyah menegaskan bahwa massa juga akan menagih transparansi anggaran yang selama ini seolah tabu untuk dikulik.
-
Kunjungan Kerja (Kunker): Apa urgensinya terbang ke luar daerah saat urusan perut petani di rumah sendiri belum kelar?
-
Dana Reses & Pokir: Ke mana aliran dana aspirasi ini bermuara jika aspirasi tentang plasma saja terus-menerus “nyangkut”?
“Rakyat berhak tahu, apakah anggaran kunker dan pokir itu benar-benar untuk rakyat atau sekadar biaya operasional gaya hidup,” tambah Darmansyah.
Dukungan Kedatukan: Rakyat Sudah Kenyang Janji
Aliansi ini semakin kokoh dengan bergabungnya Zuriat Kedatukan Limapuluh. Juru bicara mereka, Zamal Setiawan, memastikan bahwa kaum adat tidak akan tinggal diam melihat masyarakatnya hanya diberi makan janji oleh orang-orang yang duduk manis di kursi empuk DPRD.
BACA: Gerindra “Mendadak Gagu” di Tengah Riuh Dukungan Pansus Plasma Batu Bara
“Sepertinya wakil rakyat kita lupa siapa yang mereka wakili. Kalau memang lebih nyaman jadi juru bicara korporasi ketimbang pembela petani, ya sampaikan saja terang-terangan,” sentil Zamal.
Aksi 12 Mei mendatang akan menjadi ujian kejujuran bagi DPRD Batu Bara: apakah mereka masih memiliki fungsi sebagai wakil rakyat, ataukah gedung megah itu kini hanya berfungsi sebagai kantor pemasaran janji-janji palsu? (map)

