Jangkau.com – Rantau Prapat: Dalam upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat adat, Batalyon Infanteri TP 956/Sultan Bidar Alam melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Raja Saljukdin, salah satu dzuryat Raja Rantauprapat, pada Senin (27/04/2026).
BACA: Zuriat Kesultanan Bilah dan TMBP Berbagi Takjil di Rantauprapat
Pertemuan bersejarah ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan langkah antara institusi militer dan tokoh adat Melayu di Labuhanbatu untuk menjaga kelestarian budaya serta stabilitas daerah.
Sinergi TNI dan Masyarakat Melayu Labuhanbatu
Komandan Batalyon (Danyon) TP 956/Sultan Bidar Alam, Mayor Inf. Bhirawa Anoraga S.I.P, M.I.P, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dari Keluarga Besar Kesultanan Billah. Ia menegaskan bahwa TNI siap membuka diri dan bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat Melayu di Bumi Ika Bina En Pabolo.
“Kami hadir untuk bersinergi dengan masyarakat Melayu Labuhanbatu yang merupakan tuan rumah di tanah bertuah ini. Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, kami berencana melaksanakan bakti sosial berupa pembersihan dan perawatan areal makam para pendahulu di Labuhanbatu,” ujar Mayor Inf. Bhirawa Anoraga.
Komitmen Menjaga Warisan Sejarah
Menanggapi niat baik tersebut, YM. Tengku Monang Billiawadi selaku pewaris Kesultanan Billah menyatakan bahwa kehadiran Danyon TP 956 merupakan wujud nyata hubungan harmonis yang telah lama terjalin. Ia berharap TNI terus menjadi pelindung bagi rakyat dan masyarakat adat, khususnya dalam melestarikan nilai-nilai sejarah Kesultanan Billah.
“TNI adalah bagian yang tak terpisahkan dari rakyat. Kami berharap kolaborasi dalam menjaga warisan budaya ini dapat menjadi agenda tahunan yang mempererat persatuan kita,” tutur Tengku Monang.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Majlis Tuah Melayu Billah Panai, Mizwar Tanjung, menegaskan dukungan penuh tokoh masyarakat terhadap tugas-tugas Yonif TP 956. “Kami siap berkoordinasi dan berdiri di garis depan bersama TNI jika diperlukan,” tegasnya.
Kilas Sejarah “Sekapur Sirih”
Acara yang berlangsung khidmat ini juga diisi dengan forum diskusi bertajuk “Sekapur Sirih”. Budayawan sekaligus sejarawan Labuhanbatu, Bapak Zen Ajrai, memaparkan kilas balik perjalanan sejarah daerah tersebut—mulai dari masa negeri adat berdaulat dengan ibu kota di Negeri Lama, hingga bertransformasi menjadi Kabupaten Labuhanbatu dalam bingkai NKRI.
Daftar Tokoh yang Hadir dalam Majlis Silaturahmi:
Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh krusial Labuhanbatu, di antaranya:
-
Mayor Inf. Bhirawa Anoraga S.I.P, M.I.P (Danyon TP 956/Sultan Bidar Alam)
-
YM. Tengku Monang Billiawadi (Pewaris Kesultanan Billah) beserta keluarga besar.
-
H. Buyung Sayuti (Tokoh Adat Melayu)
-
Hj. Marhamah (Tokoh Adat Melayu)
-
Raja Dzulfikarsyah (Tokoh Adat Melayu)
-
Zen Ajrai (Sejarawan & Budayawan)
-
Mizwar Tanjung (Ketua Majlis Tuah Melayu Billah Panai)
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkokoh persatuan dan memastikan identitas budaya Melayu tetap terjaga di tengah perkembangan zaman, sekaligus memperkuat koordinasi keamanan di wilayah Labuhanbatu. (red)

