Close Menu
Jangkau

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Diduga Sarat Penyimpangan, Unjuk Rasa Warga dan Mahasiswa di Desa Lubuk Cuik Nyaris Ricuh

    21 Mei 2026

    KORUM Sukses Gelar Nobar Film Pesta Babi Pertama di Batu Bara

    18 Mei 2026

    KORUM dan Aliansi Media Gelar Nobar Film “Pesta Babi” di Batu Bara

    17 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    Trending
    • Diduga Sarat Penyimpangan, Unjuk Rasa Warga dan Mahasiswa di Desa Lubuk Cuik Nyaris Ricuh
    • KORUM Sukses Gelar Nobar Film Pesta Babi Pertama di Batu Bara
    • KORUM dan Aliansi Media Gelar Nobar Film “Pesta Babi” di Batu Bara
    • Kehadiran ASN di MTQ XIX Batu Bara, Boikot Terselubung atau Takut Sanksi?
    • Satu Minggu Pasca RDP Tetap Nihil, Guru PPPK Batu Bara Beri Ultimatum: Mogok Masal Jika Gaji Tak Cair!
    • KPAD Batu Bara ‘Lempar Handuk’, Mundur Massal Jadi Tamparan Telak Bagi Pemkab
    • DPRD Batu Bara Teken Fakta Integritas, IWO Tunda Aksi “Kepung” Gedung Rakyat
    • Drama “Pansus Omon-Omon”: IWO dan Kedatukan Lima Puluh Siap Bangunkan DPRD Batu Bara dari Tidur Nyenyak
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    JangkauJangkau
    • Beranda
    • Budaya
    • News
      • Sumut
      • Nasional
      • Dunia
      • Daerah
      • Politik
      • Olahraga
    • EduTaiment
      • Pendidikan
      • Kesehatan
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Agama
    • Umum
    • Cakap Cakap
    • Multimedia
    • Sejarah
    Jangkau
    Home » Diduga Sarat Penyimpangan, Unjuk Rasa Warga dan Mahasiswa di Desa Lubuk Cuik Nyaris Ricuh
    Daerah

    Diduga Sarat Penyimpangan, Unjuk Rasa Warga dan Mahasiswa di Desa Lubuk Cuik Nyaris Ricuh

    Jangkau.comBy Jangkau.com21 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Unras Desa Lubuk Cuik soal BUMDes dan Aset Desa
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

    Jangkau.com – Batu Bara: Ketegangan mewarnai halaman Kantor Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara pada Senin (18/5/2026). Sekitar seratus warga yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa bersama Rakyat Batu Bara (Gembara) menggelar unjuk rasa besar-besaran, menuntut transparansi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), aset desa, hingga kisruh internal Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

    Aksi yang dipimpin oleh Koordinator Gembara M. Salim dan Koordinator Lapangan Wan Indris ini sempat nyaris ricuh saat sejumlah ibu-ibu setempat mempertanyakan keterlibatan mahasiswa. Beruntung, situasi panas tersebut berhasil diredam oleh Kapolsek Lima Puluh, AKP Salomo Sagala, bersama jajaran personelnya.

    Tiga Isu Krusial: Hutang BUMDes, Aset ‘Gadaian’, dan Ambulans

    Dalam orasinya, M. Salim membeberkan tiga poin krusial yang dinilai masyarakat dikelola secara tidak transparan dan tanpa melalui mekanisme musyawarah desa:

    1. Gagal Panen dan Hutang Puluhan Juta: BUMDes Lubuk Cuik diketahui memiliki tunggakan kepada penyedia pupuk dan pestisida sebesar Rp 42.668.000 pada tahun 2025.
    2. Aset Desa Berpindah Tangan: Fasilitas sound system karaoke milik desa beralih tempat ke rumah seorang pengusaha pupuk bernama Alberto.
    3. Ambulans Desa Salah Tempat: Mobil ambulans yang seharusnya siaga di kantor desa untuk pelayanan medis warga, justru terparkir di halaman rumah Alberto Sitinjak.

    “Kami meminta adanya audit serta penjelasan secara terbuka terkait penggunaan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban hutang BUMDes tersebut,” tegas Salim dalam orasinya.

    Selain itu, Gembara juga menyoroti mundurnya Ketua KDMP terdahulu, Welas Hari, yang diduga akibat adanya tekanan internal. Welas kabarnya dipaksa menyerahkan sertifikat tanah pribadi sebagai jaminan modal koperasi—sebuah langkah yang dinilai melenceng dari tujuan pendirian koperasi.

    Pembelaan Pemerintah Desa dan Pengurus BUMDes

    Menghadapi tuntutan massa, Penjabat (Pj) Kepala Desa Lubuk Cuik, MY Daulay, angkat bicara. Secara mengejutkan, Daulay mengakui bahwa aset sound system desa memang sengaja dijadikan jaminan atas hutang pupuk dan pestisida BUMDes kepada pihak penyalur.

    Terkait ambulans, Daulay berdalih kendaraan tersebut ditempatkan di rumah Alberto karena lokasi itu difungsikan sebagai Kantor KDMP. Namun, ia mengakui operasional ambulans tersebut sebenarnya masih tertahan menunggu arahan dari Bidang Aset BKAD Kabupaten Batu Bara.

    Di tempat yang sama, Ketua BUMDes Lubuk Cuik, Iswahyudi, berdalih bahwa hutang puluhan juta tersebut terjadi karena proyek penanaman cabai merah seluas 20 rante menderita gagal panen akibat terjanggel banjir.

    “Hasil penjualan (yang tersisa) hanya sekitar Rp 5 juta dan sudah digunakan untuk mencicil hutang. Namun, bendahara BUMDes yang lebih mengetahui kondisi keuangan secara rinci,” ujar Iswahyudi. Sayangnya, bendahara yang dimaksud mangkir dan tidak hadir di lokasi aksi hingga massa membubarkan diri.

    Tenggat Waktu Satu Minggu

    Massa menilai Pj Kepala Desa gagal total dalam menjalankan fungsi pembinaan dan penyelesaian konflik di tingkat desa. Mereka mendesak agar aparat penegak hukum (APH) dan Inspektorat segera turun tangan memeriksa indikasi kerugian negara ini.

    Melalui musyawarah darurat yang difasilitasi oleh tokoh masyarakat setempat antara pihak desa, BUMDes, dan pengurus KDMP, akhirnya dicapai sebuah kesepakatan tertulis. Pemerintah Desa Lubuk Cuik diberikan tenggat waktu paling lambat satu minggu untuk menyelesaikan seluruh persoalan tersebut secara transparan. Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada jalan keluar, warga mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum formal. (red)

    Post Views: 3
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
    Jangkau.com
    • Website

    Platform media cyber berbudaya baik. Lahir dengan semangat baru menjunjung tinggi standar jurnalisme dalam peliputan.

    Related Posts

    KORUM Sukses Gelar Nobar Film Pesta Babi Pertama di Batu Bara

    18 Mei 2026

    KORUM dan Aliansi Media Gelar Nobar Film “Pesta Babi” di Batu Bara

    17 Mei 2026

    Kehadiran ASN di MTQ XIX Batu Bara, Boikot Terselubung atau Takut Sanksi?

    16 Mei 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Jangan Lewatkan

    Noise-Cancelling Headphones For a Superb Music Experience

    15 Januari 2020

    Harry Potter: 10 Things Dursleys That Make No Sense

    15 Januari 2020

    Dubai-Based Yacht Company is Offering Socially-Distanced Luxury

    15 Januari 2020

    The Courier – a New Song with Benedict Cumberbatch

    14 Januari 2020

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Don't Miss
    Daerah

    Diduga Sarat Penyimpangan, Unjuk Rasa Warga dan Mahasiswa di Desa Lubuk Cuik Nyaris Ricuh

    By Jangkau.com21 Mei 20260

    Jangkau.com – Batu Bara: Ketegangan mewarnai halaman Kantor Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir,…

    KORUM Sukses Gelar Nobar Film Pesta Babi Pertama di Batu Bara

    18 Mei 2026

    KORUM dan Aliansi Media Gelar Nobar Film “Pesta Babi” di Batu Bara

    17 Mei 2026

    Kehadiran ASN di MTQ XIX Batu Bara, Boikot Terselubung atau Takut Sanksi?

    16 Mei 2026
    About Us
    About Us

    Jangkau.com merupakan platform media siber independen berbudaya baik. Lahir dengan semangat baru menjunjung tinggi standar jurnalisme yang sesungguhnya dalam peliputan untuk disajikan kepada pembaca.

    Jangkau.com | Memimpin Budaya Baik

    Email : jkredaksi@gmail.com
    Contact : 082364888838

    Berita Lainnya

    Diduga Sarat Penyimpangan, Unjuk Rasa Warga dan Mahasiswa di Desa Lubuk Cuik Nyaris Ricuh

    21 Mei 2026

    KORUM Sukses Gelar Nobar Film Pesta Babi Pertama di Batu Bara

    18 Mei 2026

    KORUM dan Aliansi Media Gelar Nobar Film “Pesta Babi” di Batu Bara

    17 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • REDAKSI
    • CONTACT
    • DISCLAIMER
    • Ciber Media Guidelines
    © 2026 Jangkau.com. By BisnisBatuBara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.