Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Kadisdik Batu Bara Mangkir RDP Gaji Guru PPPK, Dewan Desak Copot!
- Gaji Guru PPPK Batu Bara Macet 5 Bulan, Hardiknas Berujung Duka!
- Perkokoh Sinergi, Danyon TP 956/Sultan Bidar Alam Gelar Silaturahmi dengan Keluarga Besar Kesultanan Billah
- Sosok Tobok Luhut Situmorang “Doktor” Baru di Kursi Panas Disdik Batu Bara: Nomor 3 Paling Wahhh
- Krisis Disdik Batu Bara: Plt Sekretaris Mundur dan 26 Staf Dirombak
- Guru Wafat di Tengah Tunggakan Gaji, Chat Terakhir “Butuh Uang untuk Berobat” Jadi Tamparan Keras
- Dinas Pendidikan Batu Bara “Goyang”: 3 Kepala Bidang Kompak Mundur, Ada Apa dengan Wali Wala?
- FK PPPK PW Batu Bara Resmi Terbentuk: Akmar Ramadhoni Jadi Inisiator
Penulis: Jangkau.com
Platform media cyber berbudaya baik. Lahir dengan semangat baru menjunjung tinggi standar jurnalisme dalam peliputan.
Miliaran Dana Gereja Diduga Menguap Begitu Saja, Jemaat Katolik Aek Nabara Geruduk BNI Rantau Prapat
Jangkau.com – Rantau Prapat: Kepercayaan publik terhadap sistem keamanan perbankan pelat merah kembali diuji secara fatal. Hari ini, Kamis (12/3/2026), puluhan umat dari Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara turun ke jalan, menggeruduk kantor Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu. Agendanya jelas dan mendesak: menagih pertanggungjawaban serta kejelasan nasib dana milik gereja senilai miliaran rupiah yang diduga lenyap tanpa jejak di bank tersebut. Dari Mimbar Gereja Turun ke Jalan Bukan tanpa alasan jemaat meradang. Uang yang dikumpulkan dari keringat dan keikhlasan umat, yang seharusnya dijaga ketat di dalam brankas bank BUMN, justru dikabarkan hilang begitu…
Jangkau.com – Batubara: Sepertinya kata “sejahtera” hanya manis di bibir saat seremonial pelantikan saja. Ratusan Guru dan Operator Sekolah berstatus PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Batu Bara kini harus belajar teknik “bertahan hidup tanpa gaji” tepat di saat aroma kue Lebaran mulai tercium di rumah-rumah pejabat. BACA: Setahun Baharuddin Siagian: Janji Pertanian Menguap, Petani Gigit Jari! Meski telah resmi dilantik oleh Bupati Baharuddin Siagian pada awal tahun 2026 sebagai “garda terdepan” pendidikan, nasib para pahlawan tanpa tanda jasa ini malah berakhir tragis: terlupakan. Sudah tiga bulan lamanya kantong mereka kering, sementara tuntutan mencerdaskan anak bangsa tetap berjalan tanpa henti. Anggaran…
Jangkau.com: Di balik popularitas gemilang dan ilusi kenikmatan yang dijual oleh industri hiburan dewasa, tersimpan realita psikologis yang hancur lebur. Fakta mengerikan ini perlahan dikuliti habis oleh mantan bintang top dunia di industri tersebut, Lana Rhoades. Usai memutuskan pensiun dan menjauh dari sorotan kamera, Lana tak ragu membongkar bagaimana industri yang membesarkan namanya itu telah merusak persepsinya tentang keintiman. Secara terang-terangan, Lana menyuarakan penyesalan mendalamnya dan membongkar kepalsuan di balik layar yang selama ini dikonsumsi publik. Kehilangan Hasrat dan Mengaku Aseksual Dalam sebuah pengakuan yang mengejutkan banyak pihak, Lana membeberkan bahwa pengalaman masa lalunya telah merusak cara pandangnya terhadap keintiman…
Jangkau.com – Rantau Prapat: Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan oleh Keluarga Besar (KB) Majelis Tuah Melayu Bilah Panai (TMBP) bersama Zuriat Kesultanan Billah untuk memperkuat ukhuwah dan eksistensi budaya. Pada Minggu (8/3/2026), kolaborasi dua entitas melayu ini menggelar aksi berbagi takjil yang dipusatkan di Simpang Enam Rantau Prapat. Kegiatan yang dimulai menjelang waktu berbuka tersebut disambut antusias oleh masyarakat pengguna jalan. Usai membagikan takjil, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh keluarga besar Kesultanan Billah dan pengurus TMBP di Rantau Prapat. BACA: Adab di Atas Atribut: Kodim 0209/LB “Sowan” ke Kesultanan Billah, Minta Restu Gunakan Nama Sultan Bidar…
Jangkau.com – Labuhanbatu: Dalam tradisi militer, nama satuan bukanlah sekadar pelengkap administrasi, melainkan muruah dan identitas. Menyadari hal ini, Komandan Kodim 0209/Labuhanbatu (LB), Letkol Kav Hanung Kaptiaji, mengambil langkah diplomasi kultural dengan menemui langsung ahli waris Keluarga Besar Kesultanan Billah. Pertemuan yang digelar secara tertutup namun hangat pada Rabu (25/2/2026) di Aula Makodim 0209/LB, Jalan Abdul Aziz, Rantau Utara ini, berfokus pada satu agenda krusial: memohon izin secara resmi untuk menggunakan nama Sultan Bidar Alam sebagai atribut Batalyon Infanteri (Yonif) TP 956. Langkah ini menunjukkan etika institusi yang elegan. Di hadapan sekitar 30 tokoh adat, pewaris kesultanan, dan jajaran perwira Kodim,…
Jangkau.com – Jakarta: Di tengah seremonial peresmian 218 jembatan yang disiarkan dari Jakarta pada Senin (9/3/2026), Presiden Prabowo Subianto mendadak meniupkan peluit tanda bahaya geopolitik. Alih-alih melulu bicara soal infrastruktur, Kepala Negara secara terbuka meminta seluruh elemen bangsa bersiap mengencangkan ikat pinggang menghadapi hempasan krisis akibat perang global, khususnya eskalasi di Timur Tengah. Narasi yang dibangun Prabowo cukup lugas: pemerintah tidak sedang memakai kacamata kuda. Ia mengakui bahwa dinamika geopolitik dunia saat ini berpotensi memicu gelombang tekanan ekonomi dan ketidakpastian yang akan menghantam pesisir ibu pertiwi. “Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak…
Jangkau.com – Jakarta: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi pengentasan gizi buruk perlahan mulai tercium amis. Belum juga program ini berjalan dengan sempurna di seluruh pelosok, celah transaksional sudah terbuka lebar. Proyek ini rupanya dimanfaatkan oleh para pemburu rente yang menyulap titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi komoditas pasar gelap bernilai ratusan juta rupiah. Merespons karut-marut ini, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya mengambil langkah tegas dengan menutup total pendaftaran mitra. Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, membongkar adanya praktik jual-beli titik SPPG yang angkanya bikin geleng-geleng kepala. “Sekarang sistemnya sudah ditutup. Waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar.…
Jangkau.com – Batu Bara: Alih-alih mendapatkan apresiasi atas kinerjanya, Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, justru menerima sebuah “notifikasi cinta” dari warganya. Namun, jangan salah sangka. Alih-alih berisi puja-puji, surat dari warga bernama Zamal Setiawan itu merupakan somasi keras berupa rencana Gugatan Warga Negara (Citizen Lawsuit). BACA: Setahun Pemerintahan Baharuddin Siagian, PDIP DPC Kabupaten Maklumi Kinerja Pemkab Batubara Kendor Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk perlawanan atas apa yang dinilai sebagai kelalaian fatal penguasa daerah dalam mengurus hak-hak agraria rakyatnya. Dalam salinan notifikasi yang diterima redaksi, Zamal menelanjangi sederet rapor merah dan kelalaian Bupati Baharuddin Siagian. Pertama, bupati dinilai abai karena…
Jangkau.com – Batu Bara: Satu tahun masa pemerintahan Bupati Baharuddin Siagian di Kabupaten Batu Bara tampaknya lebih banyak diwarnai alasan administratif ketimbang realisasi program. Ketika publik mulai menyoroti minimnya gebrakan dan gaya kepemimpinan sang bupati yang terkesan sekadar “jalan-jalan” memantau lapangan, Pemakluman justru datang dari kubu legislatif. BACA: Antara Surga dan Janji Palsu: Setahun Baharuddin Siagian, Imam dan Bilal Mayit Batu Bara “Puas” Makan Janji Saat redaksi Jangkau.com temui di Kantor DPC PDIP Kabupaten Batubara kami diterima oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Jalasmar Sitinjak, ia memaklumi kinerja satu tahun pemerintahan Baharuddin terkesan belum tancap gas pada Jumat (6/3/2026), Jalasmar menepis…
Jangkau.com – Batu Bara: Nampaknya, dalam kamus pemerintahan Bupati Baharuddin Siagian, istilah “memuliakan ulama dan pelayan umat” memiliki definisi yang sangat unik: membiarkan mereka berjuang sendiri tanpa bantuan negara. Setelah setahun bertahta, janji-janji manis saat Pilkada 2024 untuk memberikan insentif bagi imam masjid, bilal mayit, hingga guru mengaji, kini resmi menjadi fosil politik. BACA: Setahun Baharuddin Siagian: Janji Pertanian Menguap, Petani Gigit Jari! Publik tentu belum lupa bagaimana retorika Baharuddin saat kampanye dulu. Ia menjual narasi kesejahteraan bagi mereka yang mengabdi di jalan agama. Namun, alih-alih melihat saldo rekening bertambah, para pejuang spiritual ini justru mendapati kenyataan bahwa janji sang…
