Jangkau.com – Bata Bara: Ruang Sidang Paripurna DPRD Batu Bara menjadi saksi drama “bisu” yang dipertontonkan Fraksi Gerindra, Selasa (31/03/2026). Di saat isu Pansus Plasma menjadi ujian nyali bagi para wakil rakyat, Gerindra justru memilih menarik diri ke dalam bungkam yang mencurigakan.
BACA: Perusahaan Bersikeras Pola Kemitraan, DPRD Batu Bara “Tabuh Genderang” Lewat Pansus Plasma
Agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap LKPJ Bupati 2025 awalnya berjalan panas. Lima fraksi PAN, KPN, KDRI, PKS, dan PDI-P secara tegas menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Pansus Plasma yang diinisiasi oleh IWO demi membela hak-hak petani yang lama terabaikan.
Namun, antiklimaks terjadi saat Andriansyah dari Fraksi Gerindra naik ke podium. Alih-alih menyuarakan nasib rakyat, sang politisi justru melewatkan seluruh bab terkait Pansus Plasma. Tidak ada dukungan, tidak ada pembelaan, hanya deretan kalimat formal yang hambar.
Publik pun bertanya-tanya: Mengapa partai yang selama ini menjual narasi “pro-rakyat” justru mendadak amnesia saat dihadapkan pada kepentingan nyata masyarakat tani? Apakah isu plasma terlalu “panas” untuk lidah mereka, atau ada kepentingan lain yang sedang dijaga di balik aksi bungkam tersebut?
BACA: Perwakilan PT Socfindo Planga Plongo Saat RDP Lahan Plasma
Jika lima fraksi lain bisa bersikap, diamnya Gerindra adalah pernyataan sikap yang paling jelas dan nasib petani plasma ternyata tidak masuk dalam daftar prioritas mereka. Rakyat Batu Bara kini menonton, siapa yang benar-benar berjuang dan siapa yang hanya pandai berakting di balik mikrofon. (map)

