Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Penegakan Hukum UU Minerba di Batubara Harus Gunakan Kacamata Pasal 613, Bukan Kacamata Kuda
- Rajin Kunker Tapi Malas Rapat, Pansus Plasma DPRD Batu Bara Disorot Tajam: Cuma 3 Orang yang Hadir!
- S&P Global Ratings Beri INALUM Peringkat ‘BBB-‘, Tegaskan Peran Strategis dalam Hilirisasi Aluminium Nasional
- INALUM Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah – Kalimantan Barat, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan ke Sekitar Wilayah Operasional BAI
- Solidaritas Jadi Aksi Nyata, INALUM Kirim Bantuan & Relawan untuk Korban Gempa NTT
- INALUM Naik Kelas ke idAA/Stable, Tegaskan Ketangguhan Fundamental di Tengah Ketidakpastian Global
- Tanpa Perencanaan Baik, Tanggul Sungai Dalu Dalu Jebol
- Gaji Hampir 8 Bulan “Ghaib”, Guru PPPK Paruh Waktu Batu Bara Justru Didesak Asesmen Tanpa Kejelasan!
Penulis: Jangkau.com
Platform media cyber berbudaya baik. Lahir dengan semangat baru menjunjung tinggi standar jurnalisme dalam peliputan.
Berobat gratis dengan KTP digembar-gemborkan, tetapi puskesmas, RSUD, dan mutu layanan dinilai belum bergerak ke arah yang meyakinkan Jangkau.com – Batu Bara: Satu tahun Baharuddin Siagian memimpin Kabupaten Batu Bara, sektor kesehatan justru dinilai belum menunjukkan kemajuan yang layak disebut sebagai hasil kerja pemerintahan. Janji menghadirkan berobat gratis cukup dengan KTP, mempercepat jaminan kesehatan, membangun puskesmas rawat inap di setiap kecamatan, hingga memperkuat fasilitas dan tenaga kesehatan, kini dipertanyakan karena belum tampak berbanding lurus dengan kenyataan di lapangan. BACA: Setahun Bahar Berkuasa, Janji Pendidikan Masih Tinggal Janji Dalam daftar program prioritas yang dikutip dalam naskah evaluasi, sektor kesehatan ditempatkan sebagai…
Jangkau.com – Bata Bara: Ruang Sidang Paripurna DPRD Batu Bara menjadi saksi drama “bisu” yang dipertontonkan Fraksi Gerindra, Selasa (31/03/2026). Di saat isu Pansus Plasma menjadi ujian nyali bagi para wakil rakyat, Gerindra justru memilih menarik diri ke dalam bungkam yang mencurigakan. BACA: Perusahaan Bersikeras Pola Kemitraan, DPRD Batu Bara “Tabuh Genderang” Lewat Pansus Plasma Agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap LKPJ Bupati 2025 awalnya berjalan panas. Lima fraksi PAN, KPN, KDRI, PKS, dan PDI-P secara tegas menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Pansus Plasma yang diinisiasi oleh IWO demi membela hak-hak petani yang lama terabaikan. Namun, antiklimaks terjadi saat Andriansyah dari Fraksi…
Politeknik Tak Kunjung Berdiri, Beasiswa Belum Terasa, Kesejahteraan Guru Dipertanyakan, Guru PPPK Paruh Waktu Belum Digaji, Program Pendidikan Dinilai Kalah Oleh Seremoni Jangkau.com – Batu Bara: Satu tahun pemerintahan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian berjalan, tetapi sektor pendidikan justru dinilai masih berkutat pada janji-janji lama yang belum berubah menjadi kerja nyata. Alih-alih menghadirkan lompatan kebijakan, publik justru melihat pendidikan tetap berjalan tanpa arah terobosan yang jelas. Padahal, sejak awal Bahar datang dengan sederet komitmen besar di bidang pendidikan. Dalam daftar program prioritasnya, ia menjanjikan pendirian Politeknik Kelautan dan Perikanan, perluasan beasiswa daerah, percepatan kesejahteraan guru, peningkatan literasi masyarakat, hingga mendorong…
Jangkau.com – Batu Bara: Gema takbir hari kemenangan masih terasa kental di Tanah Bertuah. Majelis Kerapatan Adat Kedatukan Lima Puluh Negeri Batu Bara sukses menyelenggarakan Pesta Budaya Idul Fitri 1447 H yang berlangsung meriah di Kampung Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Selasa (24/03/26). Kegiatan tahunan yang menjadi ikon pelestarian tradisi pesisir ini menarik perhatian ribuan pasang mata. Pantauan jurnalis di lokasi menunjukkan antusiasme luar biasa dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari para tungkat, pegiat seni dan budaya, hingga para pesilat yang memadati area festival. Simbol Pemersatu Lintas Etnis Menariknya, kemeriahan ini tidak hanya milik etnis Melayu semata.…
Jangkau.com – Batu Bara: Ketika takbir kemenangan bergema di bulan Syawal yang suci, tiba saatnya bagi kita untuk kembali pada akar identitas. Majelis Kerapatan Adat Kedatukan Lima Puluh Negeri Batu Bara dengan penuh khidmat memanggil seluruh zuriat (keturunan) dan masyarakat luas untuk hadir dalam Pesta Budaya Idul Fitri 1447 H. Perhelatan ini bukanlah sekadar acara perayaan semata, melainkan sebuah manifestasi kebesaran sejarah dan upaya suci dalam menjaga muruah adat Melayu di Tanah Batu Bara. Puncak dari kesakralan acara ini adalah pagelaran pusaka Kesenian Moncak. Tarian perang sakral yang dibawakan oleh kaum pria ini merupakan warisan luhur pesisir timur Sumatera. Kewibawaan…
Jangkau.com – Batu Bara: Bulan suci Ramadan selalu identik dengan kewajiban menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa sekaligus instrumen pemerataan kesejahteraan sosial. Mengutip rujukan dari situs resmi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), syariat Islam telah menetapkan delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima aliran dana zakat ini. Mereka meliputi orang fakir, miskin, amil (pengelola zakat), mualaf, budak, gharim (orang yang berhutang), fi sabilillah, dan ibnu sabil. Secara ideal, zakat hadir untuk mengentaskan kelompok rentan ini dari himpitan ekonomi. Namun, siapa sangka jika di Kabupaten Batu Bara, daftar penerima sedekah wajib ini justru harus diisi oleh aparat pendidik negara? BACA: Beda Perlakuan…
Jangkau.com – Batu Bara: Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Batu Bara sukses menyelenggarakan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) 2026 tingkat kabupaten, Minggu (15/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ulung Coffe, yang berlokasi di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kecamatan. Pelaksanaan FASI yang digelar oleh DPD BKPRMI merupakan program berkelanjutan yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional, sebagai wadah pembinaan generasi muda Islam sejak dini. Ketua Panitia Penyelenggara, Jailani, S.Pd, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa antusiasme peserta pada pelaksanaan FASI tahun ini sangat…
Jangkau.com – Batu Bara: Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemenuhan kebutuhan ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Melonjaknya harga bahan pokok menuntut kesiapan finansial yang matang dari setiap rumah tangga. Di tengah situasi ekonomi yang mendesak ini, ketepatan pemerintah daerah dalam menyalurkan hak-hak aparatur dan pekerjanya sangat krusial. Namun, di Kabupaten Batu Bara, realitas di lapangan justru menunjukkan adanya ketimpangan kesejahteraan yang dialami oleh dua kelompok abdi negara. BACA: Pemkab Sedang Amnesia: Ratusan PPPK Batu Bara Belum Gajian Kepastian Tunjangan bagi Perangkat Desa Bagi jajaran pemerintahan desa di Kabupaten Batu Bara, persiapan menyambut Lebaran tahun ini mendapat kepastian hukum yang…
Miliaran Dana Gereja Diduga Menguap Begitu Saja, Jemaat Katolik Aek Nabara Geruduk BNI Rantau Prapat
Jangkau.com – Rantau Prapat: Kepercayaan publik terhadap sistem keamanan perbankan pelat merah kembali diuji secara fatal. Hari ini, Kamis (12/3/2026), puluhan umat dari Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara turun ke jalan, menggeruduk kantor Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu. Agendanya jelas dan mendesak: menagih pertanggungjawaban serta kejelasan nasib dana milik gereja senilai miliaran rupiah yang diduga lenyap tanpa jejak di bank tersebut. Dari Mimbar Gereja Turun ke Jalan Bukan tanpa alasan jemaat meradang. Uang yang dikumpulkan dari keringat dan keikhlasan umat, yang seharusnya dijaga ketat di dalam brankas bank BUMN, justru dikabarkan hilang begitu…
Jangkau.com – Batubara: Sepertinya kata “sejahtera” hanya manis di bibir saat seremonial pelantikan saja. Ratusan Guru dan Operator Sekolah berstatus PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Batu Bara kini harus belajar teknik “bertahan hidup tanpa gaji” tepat di saat aroma kue Lebaran mulai tercium di rumah-rumah pejabat. BACA: Setahun Baharuddin Siagian: Janji Pertanian Menguap, Petani Gigit Jari! Meski telah resmi dilantik oleh Bupati Baharuddin Siagian pada awal tahun 2026 sebagai “garda terdepan” pendidikan, nasib para pahlawan tanpa tanda jasa ini malah berakhir tragis: terlupakan. Sudah tiga bulan lamanya kantong mereka kering, sementara tuntutan mencerdaskan anak bangsa tetap berjalan tanpa henti. Anggaran…
