Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Listio Sigit dan Dua Jenderal Ditetapkan Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden
- MA Batalkan Penyetaraan Ijazah SMA Gibran, Denny Indrayana Sebut Tak Memenuhi Syarat Wapres
- Bencana “Krisis Goodie Bag” di Batu Bara: Anggaran Rp 2,89 Miliar Diusulkan
- Menggemaskan, Anak Buah Bahar Siagian Belanja TV TCL Termahal Sepanjang Sejarah Batu Bara
- Hanya Di Pemerintahan Bahar Siagian Harga TV Mencapai 193 Juta, Kado Hari Jadi Batu Bara Ke-20
- Bawa Peta Konsesi dan Akta 1906, Zhuriat Kedatukan Limapuluh Ungkap Jejak Sejarah Sipare-Pare
- Dari Energi Air ke Pasar Dunia, INALUM Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia
- PLTA INALUM Raih 8 Penghargaan ENSIA 2026, Perkuat Praktik Industri Berkelanjutan
Penulis: Jangkau.com
Platform media cyber berbudaya baik. Lahir dengan semangat baru menjunjung tinggi standar jurnalisme dalam peliputan.
Jangkau.com – Batu Bara: Di tengah karut-marut persoalan gaji yang tak kunjung usai, para tenaga pendidik di Kabupaten Batu Bara kini memiliki barisan baru. Forum Komunikasi PPPK Paruh Waktu Dinas Pendidikan (FK PPPK PW Disdik) resmi dibentuk sebagai motor perjuangan untuk merebut hak-hak guru yang selama ini terabaikan. BACA: Tak Terima Gaji “Dianaktirikan”, Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Siap Kepung Disdik Pembentukan forum ini diinisiasi oleh Akmar Ramadhoni, sosok yang dikenal dikalangan guru dan vokal dalam mengawal isu kesejahteraan guru paruh waktu di Batu Bara Menampung Aspirasi, Memperjuangkan Hak Akmar Ramadhoni, atau yang akrab disapa Doni, menegaskan bahwa hadirnya FK…
Jangkau.com – Batu Bara: Aroma aksi massa mulai tercium di Dinas Pendidikan Batu Bara. Dipicu hasil rapat yang dianggap tidak adil pada Selasa (07/04/26), ratusan guru PPPK Paruh Waktu dijadwalkan akan “mengepung” Kantor Disdik Batu Bara pada Senin, 13 April 2026. BACA: Seni Menunda Hak: Di Batu Bara, Gaji PPPK Sudah Dianggarkan Tapi Tak Kunjung “Mendarat” Aksi ini merupakan puncak gunung es dari mandeknya pembayaran gaji yang telah memasuki bulan keempat. Para guru menuntut transparansi atas “simpang siur” tata kelola anggaran di Pemkab Batu Bara. Bola Panas di Meja Disdik Ketegangan memuncak setelah mencuatnya pernyataan Jalasmar Sitinjak yang mengklaim bahwa…
Jangkau.com – Batu Bara: Tampaknya, menjadi guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Batu Bara memerlukan keahlian tambahan selain mengajar, yaitu keahlian untuk bertahan hidup tanpa gaji selama empat bulan. Pasca seremoni pelantikan yang megah oleh Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, para guru ini justru dipaksa mencicipi realitas pahit birokrasi yang seolah-olah “lupa” bagaimana cara mengirimkan hak ke rekening pegawainya. Teka-Teki Anggaran yang “Ghaib” Fenomena ini terbilang ajaib. Bagaimana tidak? Anggarannya ada, tapi uangnya tidak sampai. Politisi PDI-P sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batu Bara, Jalasmar Sitinjak, dalam wawancara dengan jangkau.com pada 6 Maret 2026 lalu, sudah menegaskan bahwa urusan…
Bantuan Benih, Perhatian Untuk Petani, Hingga Dukungan Bagi Nelayan Dijanjikan, Tetapi Yang Terlihat Justru Minim Program dan Lemah Eksekusi Jangkau.com – Batu Bara: Satu tahun Baharuddin Siagian memimpin Kabupaten Batu Bara, tetapi nasib petani dan nelayan dinilai belum banyak berubah. Janji politik yang semula terdengar akrab di telinga warga desa dan pesisir kini justru dipersoalkan karena belum menjelma menjadi kebijakan yang nyata, terukur, dan berpihak pada mereka yang hidup dari laut dan lahan. BACA: Setahun Bahar Berkuasa, Janji Pendidikan Masih Tinggal Janji Dalam daftar program prioritas yang pernah disampaikan ke publik, Bahar disebut menjanjikan bantuan benih dan benur sehat bagi nelayan,…
Jangkau.com – Batu Bara: Pandangan umum seluruh fraksi DPRD Kabupaten Batu Bara terhadap Nota LKPJ Bupati Batu Bara Tahun 2025 pada Selasa, 31 Maret 2026, membuka sorotan serius terhadap wajah pengelolaan pemerintahan di daerah itu. Dua isu mengemuka sekaligus, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang mencapai Rp. 74.021.163.161,68 dan masih adanya 13 kepala OPD yang berstatus pelaksana tugas (Plt). Bagi banyak kalangan, dua fakta itu bukan sekadar catatan administratif. Keduanya dinilai sebagai sinyal kuat bahwa tata kelola keuangan dan birokrasi di Kabupaten Batu Bara sedang bermasalah. BACA: Setahun Bahar Berkuasa, Janji Kesehatan Mandek, Layanan Publik Tetap Terseok Besarnya SILPA hingga…
Berobat gratis dengan KTP digembar-gemborkan, tetapi puskesmas, RSUD, dan mutu layanan dinilai belum bergerak ke arah yang meyakinkan Jangkau.com – Batu Bara: Satu tahun Baharuddin Siagian memimpin Kabupaten Batu Bara, sektor kesehatan justru dinilai belum menunjukkan kemajuan yang layak disebut sebagai hasil kerja pemerintahan. Janji menghadirkan berobat gratis cukup dengan KTP, mempercepat jaminan kesehatan, membangun puskesmas rawat inap di setiap kecamatan, hingga memperkuat fasilitas dan tenaga kesehatan, kini dipertanyakan karena belum tampak berbanding lurus dengan kenyataan di lapangan. BACA: Setahun Bahar Berkuasa, Janji Pendidikan Masih Tinggal Janji Dalam daftar program prioritas yang dikutip dalam naskah evaluasi, sektor kesehatan ditempatkan sebagai…
Jangkau.com – Bata Bara: Ruang Sidang Paripurna DPRD Batu Bara menjadi saksi drama “bisu” yang dipertontonkan Fraksi Gerindra, Selasa (31/03/2026). Di saat isu Pansus Plasma menjadi ujian nyali bagi para wakil rakyat, Gerindra justru memilih menarik diri ke dalam bungkam yang mencurigakan. BACA: Perusahaan Bersikeras Pola Kemitraan, DPRD Batu Bara “Tabuh Genderang” Lewat Pansus Plasma Agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap LKPJ Bupati 2025 awalnya berjalan panas. Lima fraksi PAN, KPN, KDRI, PKS, dan PDI-P secara tegas menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Pansus Plasma yang diinisiasi oleh IWO demi membela hak-hak petani yang lama terabaikan. Namun, antiklimaks terjadi saat Andriansyah dari Fraksi…
Politeknik Tak Kunjung Berdiri, Beasiswa Belum Terasa, Kesejahteraan Guru Dipertanyakan, Guru PPPK Paruh Waktu Belum Digaji, Program Pendidikan Dinilai Kalah Oleh Seremoni Jangkau.com – Batu Bara: Satu tahun pemerintahan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian berjalan, tetapi sektor pendidikan justru dinilai masih berkutat pada janji-janji lama yang belum berubah menjadi kerja nyata. Alih-alih menghadirkan lompatan kebijakan, publik justru melihat pendidikan tetap berjalan tanpa arah terobosan yang jelas. Padahal, sejak awal Bahar datang dengan sederet komitmen besar di bidang pendidikan. Dalam daftar program prioritasnya, ia menjanjikan pendirian Politeknik Kelautan dan Perikanan, perluasan beasiswa daerah, percepatan kesejahteraan guru, peningkatan literasi masyarakat, hingga mendorong…
Jangkau.com – Batu Bara: Gema takbir hari kemenangan masih terasa kental di Tanah Bertuah. Majelis Kerapatan Adat Kedatukan Lima Puluh Negeri Batu Bara sukses menyelenggarakan Pesta Budaya Idul Fitri 1447 H yang berlangsung meriah di Kampung Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Selasa (24/03/26). Kegiatan tahunan yang menjadi ikon pelestarian tradisi pesisir ini menarik perhatian ribuan pasang mata. Pantauan jurnalis di lokasi menunjukkan antusiasme luar biasa dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari para tungkat, pegiat seni dan budaya, hingga para pesilat yang memadati area festival. Simbol Pemersatu Lintas Etnis Menariknya, kemeriahan ini tidak hanya milik etnis Melayu semata.…
Jangkau.com – Batu Bara: Ketika takbir kemenangan bergema di bulan Syawal yang suci, tiba saatnya bagi kita untuk kembali pada akar identitas. Majelis Kerapatan Adat Kedatukan Lima Puluh Negeri Batu Bara dengan penuh khidmat memanggil seluruh zuriat (keturunan) dan masyarakat luas untuk hadir dalam Pesta Budaya Idul Fitri 1447 H. Perhelatan ini bukanlah sekadar acara perayaan semata, melainkan sebuah manifestasi kebesaran sejarah dan upaya suci dalam menjaga muruah adat Melayu di Tanah Batu Bara. Puncak dari kesakralan acara ini adalah pagelaran pusaka Kesenian Moncak. Tarian perang sakral yang dibawakan oleh kaum pria ini merupakan warisan luhur pesisir timur Sumatera. Kewibawaan…
