Jangkau.com – Batu Bara: Pemerintah Kabupaten Batu Bara menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026 secara khidmat di Lapangan Sepak Bola, Kecamatan Sei Balai, Senin (1/6). Namun, momentum sakral ini diwarnai tanda tanya besar dari publik menyusul kosongnya kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara.
Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, ini sebenarnya berlangsung megah dan dihadiri oleh lintas sektoral. Amatan di lokasi, barisan upacara dipenuhi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), personel TNI dan Polri, para kepala desa, organisasi kepemudaan, hingga pelajar dari tingkat SD hingga SMA.
Jajaran elit daerah juga tampak solid mendampingi Bupati. Terlihat hadir Wakil Bupati, Kapolres Batu Bara, Kepala Kemenag, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran kepala OPD, Ketua TP PKK, hingga Ketua KNPI Batu Bara.
Namun, hingga sirine upacara berakhir, sosok Ketua DPRD Batu Bara, Syafi’i, sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya di podium undangan. Ketiadaan orang nomor satu di parlemen Batu Bara ini langsung memicu spekulasi, mengingat dalam praktiknya, keterlibatan Ketua DPRD dalam agenda Forkopimda sangat esensial untuk menunjukkan sinergitas antara eksekutif dan legislatif.
Pilih Upacara di Kantor DPC Partai Bersama Zahir
Misteri absennya Ketua DPRD dalam upacara resmi kenegaraan tingkat kabupaten tersebut perlahan terkuak. Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa pada saat yang sama, Syafi’i justru memilih melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batu Bara.
Tidak sendiri, Syafi’i dilaporkan mengikuti upacara di internal partai tersebut bersama dengan Zahir, mantan Bupati Batu Bara yang juga merupakan tokoh sentral di partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
BACA: Kehadiran ASN di MTQ XIX Batu Bara, Boikot Terselubung atau Takut Sanksi?
Realitas ini sontak memantik pertanyaan kritis dari lapisan masyarakat. Publik mulai mempertanyakan alasan di balik sikap politik Syafi’i yang dinilai lebih mengedepankan agenda pengurus partai ketimbang hadir berdiri bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam upacara resmi kenegaraan.
Desas-desus mengenai adanya kerenggangan hubungan serta disharmonisasi politik antara Ketua DPRD, Syafi’i, dengan Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, kini menggelinding liar di ruang publik. (map)

