Close Menu
Jangkau

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Festival Plt” di Batu Bara: Ketika Instruksi Menteri Hanyalah Dianggap Angin Lalu

    15 Januari 2026

    Kesejahteraan yang “Diparuh”: Kado Pahit Pasca Pelantikan PPPK Paruh Waktu di Batu Bara

    06 Januari 2026

    Bawaslu Batu Bara Kumpulkan Mitra, Bahas Penguatan Demokrasi dan Revisi UU Pemilu

    22 Desember 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    Trending
    • Festival Plt” di Batu Bara: Ketika Instruksi Menteri Hanyalah Dianggap Angin Lalu
    • Kesejahteraan yang “Diparuh”: Kado Pahit Pasca Pelantikan PPPK Paruh Waktu di Batu Bara
    • Bawaslu Batu Bara Kumpulkan Mitra, Bahas Penguatan Demokrasi dan Revisi UU Pemilu
    • Mengapa Asuransi Gak Boleh Lagi “Main Hakim Sendiri” Soal Klaim? Ini Penjelasan Zamal!!!
    • Tim Sulink Salurkan Donasi Ke Aceh Tamiang: Bukti Solidaritas Warga Batu Bara
    • Wisata Keliling Gedung? Alphard Petinggi Inalum Mendadak Hobi Putar-Putar Saat Didemo
    • Mr. K: “Kami Mencari Pejabat Inalum yang Bermasalah”
    • Perwakilan PT. Socfindo Planga Plongo Saat RDP Lahan Plasma
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    JangkauJangkau
    • Beranda
    • Budaya
    • News
      • Sumut
      • Nasional
      • Dunia
      • Daerah
      • Politik
      • Olahraga
    • EduTaiment
      • Pendidikan
      • Kesehatan
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Agama
    • Umum
    • Cakap Cakap
    • Multimedia
    • Sejarah
    Jangkau
    Home » PGRI, DI MANA KEBERADAAN MU?
    Blog

    PGRI, DI MANA KEBERADAAN MU?

    Jangkau.comBy Jangkau.com19 Agustus 2025Updated:20 Agustus 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
    M.A. PANAHATAN
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

    JANGKAU.COM – Batubara : Sebuah pernyataan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani, baru-baru ini telah menggoreskan luka di hati para pendidik di seluruh nusantara. Dalam sebuah forum, terlontar pernyataan yang menempatkan guru seolah sebagai “beban negara” karena porsi anggaran yang besar untuk gaji dan tunjangan mereka. Terlepas dari konteks fiskal dan angka-angka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), frasa “beban negara” terasa seperti sebuah tamparan keras bagi profesi yang menjadi tulang punggung peradaban bangsa.

    Di tengah riuh rendah kekecewaan dan kemarahan para guru di media sosial dan ruang-ruang diskusi informal, sebuah keheningan yang memekakkan justru datang dari organisasi yang seharusnya menjadi garda terdepan pembela mereka: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Ke mana suara lantang PGRI yang kita kenal? Di mana pembelaan sengit terhadap martabat para anggotanya yang setiap bulan membayar iuran dengan harapan memiliki perisai pelindung?

    Pertanyaan “PGRI, di mana keberadaanmu?” kini menggema lebih kencang daripada pernyataan sang menteri itu sendiri.

    Lemahnya Respon, Lunturnya Kepercayaan

    Kekecewaan para guru bukanlah tanpa alasan. PGRI, sebagai organisasi profesi guru terbesar dan tertua di Indonesia, diharapkan menjadi penyambung lidah, pembela, dan negosiator ulung saat harkat dan martabat anggotanya dipertanyakan. Pernyataan seorang menteri yang memiliki dampak psikologis besar terhadap jutaan guru seharusnya direspons dengan cepat, tegas, dan strategis.

    Bukan sekadar klarifikasi normatif yang ditunggu, melainkan sebuah pernyataan sikap yang menunjukkan bahwa PGRI berdiri tegak bersama para guru. Sebuah argumen tandingan yang mengingatkan pemerintah dan publik bahwa anggaran untuk guru bukanlah “beban,” melainkan investasi strategis untuk masa depan bangsa. Angka-angka dalam APBN itu bukanlah sekadar biaya, melainkan harga dari sebuah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa yang diamanatkan oleh konstitusi.

    Namun, yang terasa di lapangan adalah respons yang lambat dan terkesan normatif. Tidak ada gebrakan yang mampu menenangkan hati para guru yang merasa profesinya direndahkan. Keheningan ini menciptakan sebuah kekosongan, yang dengan cepat diisi oleh rasa frustrasi dan pertanyaan kritis terhadap relevansi PGRI itu sendiri. Untuk apa iuran dibayarkan jika pada saat paling genting, organisasi ini seolah tak berdaya?

    Bukan Sekadar Beban, Tapi Investasi Peradaban

    Mari kita bedah lebih dalam. Menyebut guru sebagai beban adalah sebuah kesesatan logika yang fatal.

    1. Guru adalah Investasi, Bukan Biaya: Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk kesejahteraan guru adalah investasi pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Guru yang sejahtera, fokus, dan dihargai akan menghasilkan generasi penerus yang cerdas, kreatif, dan kompetitif.
    2. Amanat Konstitusi: Anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN, yang sebagian besarnya dialokasikan untuk guru, adalah perintah langsung dari Undang-Undang Dasar 1945. Ini bukan kemewahan, melainkan kewajiban negara yang harus dipenuhi.
    3. Motor Penggerak Ekonomi: Pendidikan yang berkualitas akan menciptakan tenaga kerja yang terampil dan inovatif, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan pendapatan negara.

    Logika sederhana ini seharusnya menjadi amunisi utama bagi PGRI untuk melakukan pembelaan. PGRI semestinya mampu mengedukasi para pengambil kebijakan dan publik bahwa memandang guru dari kacamata “beban anggaran” adalah cara pandang yang dangkal dan berbahaya bagi masa depan Indonesia.

    Panggilan untuk Refleksi

    Insiden ini harus menjadi momentum bagi PGRI untuk melakukan introspeksi mendalam. Apakah organisasi ini sudah terlalu nyaman dalam zona birokrasi sehingga kehilangan taring perjuangannya? Apakah kedekatan dengan kekuasaan justru membuatnya tumpul dalam menyuarakan aspirasi murni dari akar rumput?

    Para guru tidak meminta banyak. Mereka hanya meminta organisasinya hadir saat mereka terluka. Mereka butuh suara yang mewakili perasaan mereka, yang mampu beradu argumen dengan data dan martabat di hadapan penguasa.

    Jika PGRI terus-menerus absen dalam momen-momen krusial seperti ini, jangan salahkan para anggotanya jika mereka mulai bertanya, “Untuk apa PGRI masih ada?” Para pahlawan tanpa tanda jasa ini menanti, bukan hanya klarifikasi, tetapi sebuah pembelaan yang tulus dan tindakan nyata. Jangan sampai mereka merasa berjuang sendirian di garda terdepan pendidikan bangsa.

    Oleh : Muhammad Ashari Panahatan

    Post Views: 577
    Guru Kab. Batu Bara PGRI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
    Jangkau.com
    • Website

    Platform media cyber berbudaya baik. Lahir dengan semangat baru menjunjung tinggi standar jurnalisme dalam peliputan.

    Related Posts

    Festival Plt” di Batu Bara: Ketika Instruksi Menteri Hanyalah Dianggap Angin Lalu

    15 Januari 2026

    Kesejahteraan yang “Diparuh”: Kado Pahit Pasca Pelantikan PPPK Paruh Waktu di Batu Bara

    06 Januari 2026

    Bawaslu Batu Bara Kumpulkan Mitra, Bahas Penguatan Demokrasi dan Revisi UU Pemilu

    22 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Jangan Lewatkan

    Noise-Cancelling Headphones For a Superb Music Experience

    15 Januari 2020

    Harry Potter: 10 Things Dursleys That Make No Sense

    15 Januari 2020

    Dubai-Based Yacht Company is Offering Socially-Distanced Luxury

    15 Januari 2020

    The Courier – a New Song with Benedict Cumberbatch

    14 Januari 2020

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Don't Miss
    Cakap Cakap

    Festival Plt” di Batu Bara: Ketika Instruksi Menteri Hanyalah Dianggap Angin Lalu

    By Jangkau.com15 Januari 20260

    Jangkau.com – Batu Bara: Sepertinya kalender di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara berhenti berdetak…

    Kesejahteraan yang “Diparuh”: Kado Pahit Pasca Pelantikan PPPK Paruh Waktu di Batu Bara

    06 Januari 2026

    Bawaslu Batu Bara Kumpulkan Mitra, Bahas Penguatan Demokrasi dan Revisi UU Pemilu

    22 Desember 2025

    Mengapa Asuransi Gak Boleh Lagi “Main Hakim Sendiri” Soal Klaim? Ini Penjelasan Zamal!!!

    14 Desember 2025
    About Us
    About Us

    Jangkau.com merupakan platform media siber independen berbudaya baik. Lahir dengan semangat baru menjunjung tinggi standar jurnalisme yang sesungguhnya dalam peliputan untuk disajikan kepada pembaca.

    Jangkau.com | Memimpin Budaya Baik

    Email : jkredaksi@gmail.com
    Contact : 082364888838

    Berita Lainnya

    Festival Plt” di Batu Bara: Ketika Instruksi Menteri Hanyalah Dianggap Angin Lalu

    15 Januari 2026

    Kesejahteraan yang “Diparuh”: Kado Pahit Pasca Pelantikan PPPK Paruh Waktu di Batu Bara

    06 Januari 2026

    Bawaslu Batu Bara Kumpulkan Mitra, Bahas Penguatan Demokrasi dan Revisi UU Pemilu

    22 Desember 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • REDAKSI
    • CONTACT
    • DISCLAIMER
    • Ciber Media Guidelines
    © 2026 Jangkau.com. By BisnisBatuBara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.